Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PJKR Unkris Kupang Budayakan Olahraga Melalui Gerak Budaya

PJKR Unkris Kupang Budayakan Olahraga Melalui Gerak Budaya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemeliharaan kekayaan budaya merupakan tanggung jawab generasi muda sebagai pewaris kekayaan seperti tarian daerah, benda-benda pusaka yang perlu dilakukan melalui pendidikan terutama sejak dini sehingga rasa memiliki terhadap budaya tertanam dalam jiwa para pewaris.

Sabtu, 06 Juli 2019, bertempat di Perpustakaan Umum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UKAW Kupang melaksanakan Festival Gerak Budaya, yang diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Olahraga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses perkuliahan yaitu ujian akhir yang diramu dalam bentuk Festival Gerak Budaya dengan menampilkan gerak budaya dari masing-masing kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dipentaskan oleh mahasiswa dari setiap daerah.

“Festival ini merupakan Ujian Akhir Semester (UAS), yang biasanya berupa ujian teori, kita kasih ujian praktek untuk mata kuliah sosiologi dan antropologi olahraga”,ujar Dr. Andreas Jhon Lumba, S. Pd., M. Pd, selaku dosen pengasuh mata kuliah tersebut.

Jhoni, sapaan akrabnya, kepada Media Garda Indonesia mengatakan bahwa mata kuliah sosiologi dan antropologi olahraga, berbicara tentang hubungan manusia sebagai makhluk sosial.

“Mata kuliah ini, berbicara tentang hubungan dan interaksi manusia dengan sesama, manusia dengan Tuhan, manusia dengan makhluk ciptaan lainnya, serta dengan benda mati”, ujar dosen yang memiliki hobi bermain bola kaki itu.

Lebih lanjut, Jhoni mengatakan, mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan dalam menganalisis setiap gerak budaya untuk dapat mengetahui makna dari setiap gerakan tersebut.  “Sejumlah aktivitas gerak budaya jika dianalisis lebih detail maka akan memberikan makna tentang hubungan manusia dan juga gerak olahraga. Sehingga mahasiswa tidak boleh mengabaikan gerak budaya. Itu menjadi fondasi sosial dan olahraga”, ujar pria yang membawa team sepak bola Perss Soe menjuarai ETMC tahun 2000.

Jhoni menambahkan, gerak budaya bonet yang ditampilkan dari mahasiswa asal TTS menunjukkan pola hubungan antar manusia juga berkaitan dengan aktivitas yang harus dilakukan dalam olahraga.

“Dari bonet kita belajar bagaimana hubungan kita dengan sesama. Bahwa persatuan itu sangat penting, karena kehidupan masyarakat akan maju jika bersatu. Begitu juga dalam bidang olahraga permainan tim, butuh kekompakan antar semua atlet didalam tim”, ujarnya.

Selain itu, tarian yang ditampilkan dari Lembata yaitu Tarian Baleo atau gerak budaya penangkapan ikan paus, jelas Jhoni, gerak tersebut penuh semangat dan sebagai mahasiswa semangat tersebut yang harus diadopsi oleh mahasiswa.

” Gerak budaya penangkapan ikan paus ini, menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita. Mau sukses harus punya semangat dan harus kerja keras. Dan jangan lupa bahwa kerja sama dalam kelompok itu juga sangat membantu “, ungkap dosen yang juga pelatih bola kaki itu.

Dirinya berharap bahwa kekayaan budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan, karena dari kebudayaan tersebut kita dapat belajar banyak hal tentang kehidupan manusia dan juga tentang olahraga.

“Ya, kita berharap menjadikan olahraga sebagai budaya begitu pula budaya sebagai olahraga. Karena antara olahraga dan budaya memiliki hubungan timbal balik, juga banyak hal positif yang dapat kita pelajari dari keduanya”, pungkas Jhoni Lumba.

Adapun gerak budaya yang ditampilkan yaitu dari Manggarai dengan gerak budaya Tarian Caci, Alor menampilkan Tarian Lego-Lego dan Caka Lele, Tarian Hedung yang ditampilkan mahasiswa asal Ende, dan dari Kabupaten TTU mempertontonkan Tarian Gong dan Tarian Adat TTU.

Sementara itu, Kabupaten TTS menampilkan Bonet, Kabupaten Kupang tampil dengan Tarian Adat dari Amarasi, Tarian Gemu Fa Mi Re dari Maumere, Kabupaten Malaka tampil dengan gerak Budaya Tebe, mahasiswa Rote Ndao menampilkan Tarian Kebalai.

Sementara itu dari daratan Sumba, Kabupaten Sumba Barat Daya menampilkan Tarian Woleka, Sumba Timur tampil dengan Tarian Kataga, mahasiswa asal Sabu tampil dengan Tarian Pedoa serta mahasiswa Lembata yang menampilkan Tarian Baleo.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Richard Riwoe Bantu Ambulans untuk RS Carolus Borromeus Kupang

    Richard Riwoe Bantu Ambulans untuk RS Carolus Borromeus Kupang

    • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | “Berkeliling sambil berbuat baik dan yang kuat menolong yang lemah” semboyan yang diadopsi dari Uskup Agung Kupang dan ditambahkan narasi oleh Johanis Richard Riwoe, S.H., S.T., M.A. M.H. M.A. dimanifestasikan dalam tindakan nyata membantu, berbuat baik, dan menunjukkan kasih kepada banyak orang. Tindakan nyata dilakukan Richard Riwoe, panggilan akrab dari pengacara […]

  • Warga Golo Bilas Terima Kompensasi Lahan SUTT 70 kV PLTMG Flores – GI Labuhan Bajo

    Warga Golo Bilas Terima Kompensasi Lahan SUTT 70 kV PLTMG Flores – GI Labuhan Bajo

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyelesaikan pembayaran kompensasi tahap pertama kepada seluruh pemilik lahan yang dilintasi jalur saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Flores – gardu induk (GI) Labuan Bajo. Pembayaran section 1 kompensasi ROW tanah, tanaman, dan bangunan yang dilaksanakan di Kantor […]

  • Yuk, Ikut Seleksi Jabatan Direktur Jenderal Imigrasi

    Yuk, Ikut Seleksi Jabatan Direktur Jenderal Imigrasi

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membuka tahapan seleksi terbuka untuk posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Seleksi ini dapat diikuti oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil pusat maupun daerah, prajurit TNI, serta anggota Polri. Pengumuman seleksi dengan Nomor SEK-KP.03.03-573 ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham Komjen Pol Andap Budhi Revianto dan dapat dilihat pada laman https://kemenkumham.go.id Andap menjelaskan pendaftar […]

  • Pengurus Kota POSSI Denpasar Masa Bakti 2023—2027 Dilantik

    Pengurus Kota POSSI Denpasar Masa Bakti 2023—2027 Dilantik

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Denpasar masa bakti 2023—2027 resmi dilantik pada Jumat, 17 Maret 2023 di Hotel Grand Santi Denpasar. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengprov POSSI Bali, Bagus Partha Wijaya yang disaksikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Denpasar Made Darmiasa. Ketua Pengkot POSSI Denpasar Melany Dian […]

  • MENINGKAT! Penduduk Miskin NTT Capai 19,96% Pada Maret 2023

    MENINGKAT! Penduduk Miskin NTT Capai 19,96% Pada Maret 2023

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) merilis profil kemiskinan masyarakat NTT pada kondisi Maret 2023. Rilis yang disampaikan secara online streaming pada Senin, 17 Juli 2023 membeberkan data persentase penduduk miskin provinsi yang memiliki 22 kabupaten/kota dan 1.192 pulau tersebut. Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., […]

  • Hari Anak Nasional, Ketua KPK : Bentengi Penerus Bangsa Nilai Antikorupsi

    Hari Anak Nasional, Ketua KPK : Bentengi Penerus Bangsa Nilai Antikorupsi

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anak-anak Indonesia kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2021, mengusung tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju” tema tahun ini sangat tepat, mengingat anak-anak adalah generasi penentu arah, tujuan dan kemajuan bangsa kita. Melindungi anak-anak, sejatinya bukan hanya tugas para orang tua dan keluarganya semata, melainkan kewajiban segenap eksponen masyarakat […]

expand_less