Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Perempuan diantara Rasa dan Logika

Perempuan diantara Rasa dan Logika

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rianti Aprilia Feoh

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perempuan berasal dari kata dasar “empu” yang artinya orang yang mahir atau berkuasa. Saat ini perempuan dihadapkan dengan masalah pada dirinya sendiri diantara “Rasa” dan “Logika”, sehingga Perempuan harus merubah pola pikirnya, Karena apa? Karena perempuan lebih menggunakan rasanya dalam menyikapi masalah daripada menggunakan logikanya.

Perempuan saat ini menjadi korban perdagangan orang (human trafficking), karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki. Perempuan memilih menjadi TKW, tidak sepenuhnya atas kemauan Perempuan itu sendiri tetapi karena “rasa” memiliki keluarga yang harus dibiayainya, dalam artian Perempuan menjadi penanggung ekonomi orang lain yang kemudian diperjual-belikan oleh kaum kapitalis.

Selain itu, Perempuan tidak memiliki keterampilan bukan karena Perempuan tidak ingin dilatih tetapi kaum kapitalis ”sengaja” tidak melatih Perempuan dalam pelatihan untuk memperoleh keterampilan.

Perempuan saat ini menjadi menjadi sumber pendapatan bagi kaum kapitalisme, karena menggunakan Perempuan sebagai media yang bisa “diapakan” saja sehingga dapat memperoleh keuntungan.

Perempuan saat ini mendapat tindakan diskriminasi, karena pandangan patriarki dengan aturan yang menempatkan laki-laki dan perempuan menjadi berbeda. Ada beberapa tindakan diskriminasi marginalisasi (pemiskinan); Perempuan bekerja dengan waktu yang lama tetapi upah yang diberikan rendah, perempuan tetap menerima upah tersebut karena Perempuan memiliki ”rasa” akan membiayai kebutuhan dirinya dan keluarga. subordinasi (penomorduaan); Perempuan ditempatkan pada suatu kondisi bahwa dirinya harus tunduk pada laki-laki, bahwa setelah laki-laki kemudian barulah Perempuan.

Perempuan setidaknya dapat bersaing untuk menempatkan dirinya setara dengan laki-laki tetapi karena rasa akan menghargai suaminya ( jika dia sudah menikah), stereotype (pelabelan); Perempuan dianggap lebih rendah karena tidak memiliki ketenangan temperamen atau ketenangan pikiran. Perempuan hanya memiliki ketenangan pikiran jika berada dalam rumah bersama anak-anaknya ataupun ibunya.

Kekerasan (violence) terhadap Perempuan saat ini berada pada kondisi “lemah” untuk melakukan perlawanan terhadap kekerasan fisik, seksual dan psikologis baik di kehidupan pribadi Perempuan itu sendiri maupun dalam lingkup keluarganya. Double burden (beban ganda ; Perempuan bekerja lebih beragam, merangkap pekerjaan laki-laki.

Perempuan saat ini menjadi korban pembangunan, karena pembangunan yang didirikan tidak melibatkan sebagian besar perempuan dalam proses perencanaan serta menetapkan sasaran intervensi dan cara intervensinya tidak melihat pada kebutuhan akan Perempuan itu sendiri, sehingga bisa dikatakan pembangunan tanpa perasaan.

Perempuan merasa dirugikan karena tidak adanya akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang diberikan bagi kaum Perempuan dalam kegiatan pembangunan.

Melihat akan kenyataan yang sudah menjadi rahasia umum tetapi tidak diperhatikan, pantaskah Perempuan diperlakukan seperti ini? Perempuan yang merupakan sumber anak pertiwi?

Kenyataan ini menuntut perempuan harus membuat solusi pada zaman milenial ini, sehingga Perempuan milenial dapat keluar dari permasalahan yang terjadi.

Solusi yang bisa dilakukan Perempuan adalah bagaimana Perempuan itu sendiri dapat membuka “pintu” dan keluar dari “rumah”nya; membuka pintu dalam hal ini, memiliki keberanian dengan menggunakan pengetahuan yang ada kemudian dikembangkan oleh kebutuhannya dengan melakukan perubahan melalui kerja sama dengan Perempuan lainnya.

Sedangkan “keluar” dari rumahnya dalam artian Perempuan harus mampu memimpin dirinya dan keluar dari “rasanya” sebagai Perempuan dan menggunakan logikanya sebagai alat perubahan.

Perempuan milenial tidak akan sepenuh menggunakan “rasanya” sebagai pemimpin untuk dirinya sendiri dalam membuat perubahan, akan berbeda dengan Perempuan yang lebih menggunakan “rasanya” daripada “logika” dalam menyikapi masalah sehingga banyak perempuan yang ditipu dan banyak “kehilangan” bagi dirinya sebagai seorang Perempuan yang merupakan sumber anak pertiwi bagi masa depannya, sehingga penting bagi Perempuan untuk keluar dari “rasanya” kemudian menggunakan “logika” sebagai perubahan bagi Perempuan milenial yang digambarkan sebagai generasi kreatif dan cerdas dalam kehidupan global.

Perempuan milenial wajib belajar segala hal dari berbagai aspek kehidupan sehingga menciptakan perubahan dan terlepas dari yang namanya kebodohan masa kini, Perempuan milenial juga harus mampu menggerakkan dirinya sendiri dengan sesama Perempuan disekitarnya dimulai dari bekerja bersama, melangkah dengan keberanian dan rendah hati sehingga mencapai kesejateran bagi kaum Perempuan; bahwa ”benar” bagi laki-laki bekerja mencari nafkah, memperoleh penilaian dalam urusan politik dan melakukan pekerjaan domestik maka “benar” pula bagi Perempuan sehingga adanya kesetaraan bagi perempuan dan laki-laki.

Perempuan harus merdeka dari segala bentuk pandangan patriarki dan aturan yang mengekang Perempuan serta program pembangunan yang dibuat pemerintah telah menyentuh segala aspek kehidupan Perempuan? Mungkinkah pemerintah yang telah memperoleh legitimasi dan mandat untuk menjalankan suara rakyat disebut “penipu” ?.

Jadilah Perempuan Merdeka! . (*)

Penulis (*/Mahasiswa Undana, Prodi PGSD Semester 9)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nalar Diserahkan Hidup Ikut Diatur

    Nalar Diserahkan Hidup Ikut Diatur

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Loading

    Di banyak tempat, orang menjalani hari dengan pola yang nyaris sama. Bangun, bekerja, memenuhi kewajiban, lalu mengulanginya esok hari. Di sela-sela itu, muncul keluhan tentang aturan, sistem, atau orang-orang yang “berkuasa”. Anehnya, keluhan sering berhenti di sana. Jarang berlanjut menjadi pertanyaan yang lebih dalam: mengapa kita begitu mudah menerima, bahkan ketika merasa tidak sepakat? Sebuah […]

  • Pemkot-DPRD Kota Kupang Siap 500 Tangki Air Bersih bagi Masyarakat Marginal

    Pemkot-DPRD Kota Kupang Siap 500 Tangki Air Bersih bagi Masyarakat Marginal

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Termasuk dalam 14 daerah yang akan mengalami kemarau panjang di Provinsi NTT sesuai rilis BMKG, maka Pemerintah Kota Kupang bersama DPRD melakukan antisipasi sebagai tanggap darurat terhadap ancaman kekeringan. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/09/19/alami-kemarau-bmkg-warning-14-kabupaten-kota-di-provinsi-ntt/ Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimy Didok, pada Selasa, 22 September 2020 mengatakan dampak […]

  • Bambang Soesatyo Resmi Jadi Ketua MPR RI Periode 2019—2024

    Bambang Soesatyo Resmi Jadi Ketua MPR RI Periode 2019—2024

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Prosesi pengucapan sumpah/janji Pimpinan MPR RI, telah berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah dipilih Pimpinan MPR RI, masa bakti periode 2019—2024, di Senayan Jakarta, pada Kamis, 3 Oktober 2019. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/10/03/pdip-dukung-bamsoet-jadi-ketua-mpr-demi-tegaknya-demokrasi-pancasila/ Proses pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat adalah bukti bahwa proses pengambilan keputusan di […]

  • Catatan Akhir Pekan Firli Bahuri, Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

    Catatan Akhir Pekan Firli Bahuri, Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Sel, 28 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membuat beberapa catatan ringan akhir pekan sekedar mengingatkan tentang posisi KPK sebagai penegak hukum. Menurutnya, bahwa lembaga KPK dibuat untuk mencari jalan keluar bagi maraknya korupsi di masa lalu, sehingga diperlukan terobosan dalam transisi menuju masa depan bebas korupsi. “Untuk itu, KPK dibuat sebagai […]

  • Persami Takluk, Persebata Raih Tiket Semifinal ETMC 2022

    Persami Takluk, Persebata Raih Tiket Semifinal ETMC 2022

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | Persebata Lembata memastikan diri lolos ke babak semifinal kualifikasi Liga 3 El Tari Memorial Cup XXXI Tahun 2022. Laskar Sembur Paus sukses menaklukkan dan memulangkan Persami Maumere melalui drama adu pinalti, setelah imbang 1-1 pada waktu normal. Sejak babak pertama, Persami Maumere lebih memilih bertahan dan membiarkan striker pinjaman dari PSN […]

  • Gubernur 2 NTT Ajak Gereja Bangun Sumber Daya Manusia

    Gubernur 2 NTT Ajak Gereja Bangun Sumber Daya Manusia

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Buraen-Kupang, gardaindonesia.id | “Kita harus bergandengan tangan, baik gereja maupun pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia di NTT,” himbau Gubernur 2 NTT, Josef Nae Soi saat Peresmian dan Pentabisan Gedung Kebaktian Betesda Buraen, Klasis Amarasi Timur-Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat/12 Oktober 2018. Lebih lanjut beliau menyampaikan pentingnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas. “Kita […]

expand_less