Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » ‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
  • visibility 186
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jes Therik, pria kelahiran Atambua, 14 Juni 1942, kembali menghasilkan karya sebuah buku bertajuk ‘Woven Speech’ yang mengisahkan kekayaan dan beragam karya tenun yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya di Jakarta, pada tahun 1989, Jes Therik melahirkan Buku perdana tentang tenun yang berjudul ‘Tenun Ikat dari Timur (Ikat In Eastern Archipelago : An Esoteric Beauty of Ancestral Entity) dengan penerbit Pustaka Sinar Harapan.

Foto zaman dahulu, Jes Therik berpose bersama para saudaranya (berdiri di depan nomor ketiga dari kiri)

Buku Woven Speech hanya diterjemahkan dalam Bahasa Inggris setebal 320 halaman dan diterbitkan oleh PT. Selaras Bintang Media ini dibandrol dengan harga Rp.1,5 juta rupiah, diluncurkan ke publik pada Sabtu, 31 Agustus 2019 pukul 19.00 WITA—selesai di Restoran Nelayan Kupang.

Jes Therik dan istrinya bersama karya buku Woven Speech saat peluncuran, Sabtu, 31 Agustus 2019 di Restoran Nelayan Kupang

Peluncuran buku Woven Speech dihadiri oleh mantan Wakil Gubernur NTT, Esthon Funay; Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Wayan Dharmawa; Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat; Dr. Eben Nuban Timo; dan tamu undangan lainnya.

Jes Therik, isteri dan dua anaknya, berpose bersama Julie Sutrisno Laiskodat (memegang buku Woven Speech) dan Mantab Wagub NTT, Esthon Funay (memegang buku sambil dibuka)

Jes Therik saat dikonfirmasi oleh pemandu acara, Fera Therik; menyampaikan bahwa karyanya Woven Speech menghabiskan waktu lebih dari 20 (dua puluh) tahun hingga rampung dan dapat diluncurkan. Woven Speech didesain oleh Helmy Therik dan Rio Therik sebagai salah satu translater dan para profesor di Amerika Serikat dari teman Jes Therik.

Pria 73 tahun yang sempat menjabat sebagai Kadis Pendapatan Daerah Provinsi NTT kemudian hijrah ke Jakarta pada Januari 1981 dan menjabat sebagai Kepala Pemerintah Provinsi NTT ini memiliki 3 (tiga) orang anak, 1 perempuan dan 2 laki-laki (anak pertama Bety Therik, kedua Rio Therik dan ketiga Helmy Therik).

Jes Therik saat menuturkan keberagaman tenun ikat Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa para leluhur menyampaikan pesan-pesan dalam bahasa spiritual secara simbolis melalui media tenunan.

“Aneka lambang di tenun ikat yang terdapat dalam tradisi tiap etnik, tradisi tiap kerajaan, tradisi tiap suku tentunya mengandung makna yang hanya dipahami oleh anggota suku itu sendiri. Karena itu dalam buku Woven Speech terdapat macam-macam etnik,” ungkap Jes Therik sambil bertutur tentunya proses produksi tenun harus terampil dan memakan waktu cukup lama.

“Berawal dari ungkapan simbolik dalam tradisi lisan dalam kebudayaan kita, saya menyurat sesuatu yang tersirat dalam perikehidupan nenek moyang kami semua di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan tenun hias sebagai obyek pengamatan,” ungkapnya mengapa buku Woven Speech ditulis.

“Tenunan bukan sekadar sebuah kegemaran namun sebuah pengetahuan,” jelas Jes Therik dan menyampaikan bahwa tema tenun hias telah menjadi tema para peneliti dan pakar antropologi yang menelusuri tenun dari berbagai sudut.

Foto bersama Keluarga Besar Jes Therik

Selain itu, menurut Jes Therik, seorang wanita akan disebut sebagai wanita idaman di kampung jika dia pandai menenun. “Jika pandai menenun, sang wanita akan berbicara kepada keluarganya bahwa dirinya bukan anak-anak dan sudah dapat menentukan masa depan dengan menenenun. Menenun merupakan sebuah akta aktualitas bagi dirinya,” bebernya.

Tenunan indah, kata Jes Therik, dapat meningkatkan martabat pemakainya. “Maka, pakailah tenun yang indah sebagai koleksi fashion zaman now,” pintanya dan menyampaikan

Kepada Garda Indonesia, Jes Therik juga menyampaikan pesan moral untuk bekerja dengan baik dan sepenuh hati maka produk akan mewangi seperti mawar bukan dengan paksaan dan bukan karena kebutuhan akan uang, semua orang memang membutuhkan uang tetapi dikerjakan dengan hasrat yang baik maka akan peroleh hasil maksimal (Action speaks louder than words).

Julie Sutrisno Laiskodat (berbaju putih dan bersarung tenun) berswafoto dengan Keluarga Besar Jes Therik

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan bahwa tenun NTT mempunyai nilai yang luar biasa dan menyampaikan bahwa Pemprov NTT akan membantu biaya cetak buku dalam Bahasa Indonesia.

“Saya bangga sekali dapat hadir di sini dan menyampaikan permohonan maaf karena Pak Viktor Laiskodat tidak dapat hadir karena harus memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Karena itu, saya mohon Bapa Jes Therik untuk menandatangani buku Woven Speech untuk saya serahkan ke beliau,” ujar Ketua Dekranasda NTT yang mengenakan balutan tenunan.

Julie Laiskodat juga memaparkan bahwa tidak ada di dunia ini yang memiliki budaya sekaya Nusa Tenggara Timur, Alor memiliki 54 bahasa daerah, Timor Tengah Selatan memiliki 147 motif tenun dan masih banyak kaya ragam budaya daerah lain.

“Tetapi sedihnya banyak orang yang tidak mengetahui sejarah atau cerita dari budaya NTT,” ungkap Pemilik Butik Tenun LeVico di Jakarta.

Julie Laiskodat juga berkata telah berupaya mencari berbagai informasi tentang kekayaan budaya tenun ikat. “Saya sempat bersungut dan waspada karena ilmu kurang tentang tenun ikat namun saya bersyukur karena hari ini ada buku Woven Speech yang dapat membekali saya saat perang di luar negeri,” tutur isteri Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang aktif mempromosikan Tenun NTT ke luar negeri.

“Malam ini Pemprov NTT akan mengambil 50 (lima puluh) buku Woven Speech dan meminta Bapa Jes Therik untuk menerbitkan dalam Bahasa Indonesia,” tandas Julie Sutrisno Laiskodat.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Komoditas Timah, JAM Pidsus Serahkan 10 Tersangka

    Perkara Komoditas Timah, JAM Pidsus Serahkan 10 Tersangka

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) atas 10 (sepuluh) orang tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Juni 2024. Pelaksanaan tahap II tersebut terkait dengan […]

  • Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 3 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kota Kupang patut berbangga karena dipilih oleh (Fédération Internationale Dear Motocyclisme) FIM Asia SuperMoto 2018 menjadi Tuan Rumah Putaran Ketiga Kejuaraan Asia SuperMoto yang akan dihelat dari 26—28 Oktober 2018; dibelakang Transmart Kupang, tepatnya di areal tanah milik Senator asal NTT, Paul Liyanto. Sejak Kota Kupang berdiri hingga sekarang; untuk pertama kalinya […]

  • Remaja Milenial Tanpa Rokok, PKM dari Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang

    Remaja Milenial Tanpa Rokok, PKM dari Prodi Psikologi Kristen IAKN Kupang

    • calendar_month Sab, 21 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Remaja dibekali pelatihan menjadi seorang konselor bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk teman-teman sebayanya. Sebab pada masa remaja ini cenderung lebih dekat dan mempercayainya temannya dibandingkan orang tua maupun keluarga.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada […]

  • Nakhodai NTT 1 Tahun, Ayodhia Kalake Pinta Dukungan

    Nakhodai NTT 1 Tahun, Ayodhia Kalake Pinta Dukungan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake, S.H., MDC memohon dukungan penuh dan kerja sama dari semua jajaran untuk bersama-sama menyelesaikan masalah sosial maupun masalah ekonomi guna menuju NTT Maju dan Sejahtera. Demikian diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam sesi pisah sambut Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018—2023 di aula El […]

  • Prabowo Komitmen Pemerintahannya Bebas Korupsi dan Pro-Rakyat

    Prabowo Komitmen Pemerintahannya Bebas Korupsi dan Pro-Rakyat

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Prabowo Subianto pada 100 hari pertama kabinet Merah Putih, telah berkali-kali mengingatkan siapa yang bandel, siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut dengan seruannya, tuntutan rakyat pemerintahan yang bersih, siapa yang tidak patuh, maka akan ditindak.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyelewengan. Ia […]

  • Ibu Ani Yudhoyono Wafat di National University Hospital Singapura

    Ibu Ani Yudhoyono Wafat di National University Hospital Singapura

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono (66), meninggal dunia di National University Hospital (NUH), Singapura, hari ini, Sabtu (01/06/2019) pukul 11.50 waktu setempat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/05/31/dirawat-icu-nuh-singapura-kesehatan-ibu-ani-yudhoyono-sedang-menurun/ Kabar itu disampaikan politikus Demokrat Andi Arief. Ani mengembuskan napas terakhir di National University Hospital […]

expand_less