Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Masa Bodoh dengan Hasil Rapat, Ruangan Kepsek SMAN Kie Disegel Komite

Masa Bodoh dengan Hasil Rapat, Ruangan Kepsek SMAN Kie Disegel Komite

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Kie-TTS, Garda Indonesia | Menindaklanjuti hasil rapat bersama Komite, Kepala Sekolah, Dewan Guru dan Dewan Pendiri SMAN Kie pada Selasa, 3 September 2019, dengan rekomendasi kepala sekolah harus melakukan rekonsiliasi bersama para guru dalam jangka waktu satu minggu.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/09/05/bersikap-tak-acuh-kepala-sman-kie-tuai-protes-dari-gurukomite-dewan-pendiri/

Maka pada Senin, 9 September 2019, Komite dan dewan pendiri hadir di sekolah untuk memastikan hal tersebut dilaksanakan. Namun Kepala Sekolah masa bodoh dengan rekomendasi tersebut dan berujung pada penyegelan ruang kepala sekolah.

Penyegelan dilakukan oleh Ketua Komite SMAN Kie, Marthinus A. Salem bersama anggota komite Misraim Tefbana. Hadir pula dewan pendiri sekolah Godlif Nenabu dan Johanis Ottu, A. Ma.

Godlif Nenabu yang ditemui setelah penyegelan ruang Kepala Sekolah, menyampaikan bahwa kunjungan mereka ingin menindak lanjuti hasil rapat minggu lalu untuk memastikan bahwa Kepala Sekolah telah melakukan pendekatan persuasif dengan para guru yang mengundurkan diri dari tugas tambahan sebagai bendahara guna melancarkan kegiatan di sekolah.

“Kita datang dan berdiskusi bersama dengan Kepala Sekolah, namun rekonsiliasi yang diharapkan tidak dilaksanakan sehingga Ketua Komite menyegel ruang Kepala Sekolah,” jelas Nenabu.

Lanjutnya, diskusi tersebut berlangsung seperti biasa namun dirinya menilai bahwa banyak jawaban dari Kepala Sekolah yang mengambang dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dirinya juga menyayangkan sikap dari Kepala Sekolah yang seakan ingin menghindar dari rekomendasi yang sudah disepakati bersama.

“Saya tidak memaksa mereka (3 orang bendahara) untuk mengundurkan diri. Mereka sendiri yang buat surat pengunduran diri,” ucap Nenabu menirukan jawaban Kepala Sekolah.

Nenabu menambahkan bahwa pihaknya juga menanyakan kepada para guru-guru yang mengundurkan diri, terkait pendekatan oleh Kepala Sekolah, namun hasilnya Kepala Sekolah tidak pernah memanggil mereka secara pribadi atau pun melakukan kunjungan ke rumah para guru.

“Kami sebagai dewan pendiri berada di luar sistem namun kita melihat kondisi ini tidak baik karena yang korban adalah para siswa. Dan penutupan tersebut dilakukan oleh Komite karena menilai Kepala Sekolah tidak serius menangani masalah tersebut,” ujar Nenabu.

Selain melakukan penyegelan, pihak Komite dan dewan pendiri pun langsung menyiapkan surat untuk dikirim kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dengan tembusan Gubernur NTT, Ketua Komisi V DPRD NTT dan juga Inspektorat Provinsi NTT.

Surat tersebut ditandatangani oleh Komite dan juga dewan pendiri Sekolah, yang memuat dengan jelas poin-poin yang menjadi permasalahan di SMAN Kie. Sebanyak 9 masalah yang dituangkan dalam surat tersebut, juga disertai dengan alasan pertemuan pada Senin, 9 September 2019.

Pada bagian akhir surat tersebut Komite dan dewan pendiri secara tegas menolak kepemimpinan Kepala SMAN Kie, Yaner Benu, S. Pd juga disampaikan tentang penyegelan ruang Kepala Sekolah.

Ketua Komite SMAN Kie, Marthinus A. Salem, kepada media ini menyampaikan bahwa Kepala Sekolah tidak mengindahkan hasil rapat yang sudah disepakati bersama. Dirinya menilai bahwa Kepala Sekolah tidak punya niat yang baik dalam menjalankan tugas.

Selain itu, pihaknya tidak akan membuka segel tersebut sampai ada kunjungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita tidak akan buka, biar Dinas tahu bahwa ada masalah dan segera diselesaikan,” jelas Salem.

Lanjut Salem, jika dari pihak Dinas P dan K Provinsi NTT tidak segera mengambil tindakan penyelesaian pihaknya akan tetap menyegal karena pihaknya kuatir dengan sikap Kepala Sekolah yang tidak memikirkan kondisi Sekolah, dan yang korban adalah siswa-siswi sendiri.

“Kalau kami buka dan pertahankan dia (Kepala Sekolah, red) maka anak-anak kami jadi korban karena proses KBM tidak berjalan lancar,” ujar Salem.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kurikulum, Konstantinus Nabunome, S.Pd. mengungkapkan bahwa sepengetahuan dirinya, semenjak semua bendahara di sekolah mengundurkan diri sampai saat ini belum ada yang menggantikan mereka.

“Semua guru menolak untuk menjadi bendahara,” ujar Nabunome.

Ketiadaan bendahara juga mengakibatkan dana BOS SMAN Kie triwulan I dan II belum dicairkan, sehingga sekolah kekurangan ATK dalam proses belajar mengajar. Jelas Nabunome, kekosongan jabatan bendahara, menjadi faktor penghambat juga dalam pelaksanaan reakreditasi Sekolah.

” Kami persiapan untuk akreditasi ulang Sekolah, tapi tidak ada dana dan kerja kami terkendala,” ucap Nabunome.

Dirinya menjelaskan bahwa jadwal akreditasi untuk SMAN Kie pada bulan September 2019 ini, namun sikap Kepala Sekolah yang masa bodoh, sampai saat ini belum ada persiapan.

“Sekolah ini bisa diakreditasi dan bisa juga tidak. Dan kalaupun dilakukan akreditasi, kerja kami pasti tidak maksimal,” tutur Nabunome.

Terkait akreditasi Sekolah saat ini, Nabunome mengatakan bahwa SMAN Kie terakreditasi C namun sudah kedaluwarsa selama kurang lebih 3 atau 4 tahun. Sejak kepemimpinan sebelumnya, akreditasi Sekolah sudah melewati batas waktu dan harus segera dilakukan akreditasi ulang.

Sementara itu, Kepala SMAN Kie, Yaner Benu, S. Pd. Hingga berita ini diturunkan belum dapat memberikan tanggapan lantaran sudah dihubungi berulang kali via telepon namun sama tidak mengangkat telepon. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKK NTT Inisiasi Desa Model & Kerja Kolaboratif Pencegahan Stunting

    PKK NTT Inisiasi Desa Model & Kerja Kolaboratif Pencegahan Stunting

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminimalisir dan mencegah stunting atau anak kerdil terus dilakukan melalui berbagai program. Upaya tersebut didukung oleh Tim Penggerak PKK NTT dengan melakukan kerja kolaboratif mencegah stunting Stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak […]

  • INKINDO Dorong Penerbitan Pergub Penyedia Jasa Konsultan Lokal

    INKINDO Dorong Penerbitan Pergub Penyedia Jasa Konsultan Lokal

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) NTT dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang berlangsung pada Rabu,6 Maret 2019 pukul 09.00 WITA—selesai di Neo Aston Hotel Kupang; mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar dapat menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyedia Jasa Konsultan Lokal. Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai tindak lanjut dari Musyawarah IX […]

  • Swastisari Sport Festival Ajang Bina Calon Atlet Muda Futsal dan Basket

    Swastisari Sport Festival Ajang Bina Calon Atlet Muda Futsal dan Basket

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Swastisari Sport Festival (SSF) merupakan inisiasi dari ikatan alumni SMEA Katolik Swastisari Kupang (IKAMSWA) bekerja sama dengan Legacy dan berkolaborasi dengan unsur hexa helix yakni akademisi (SMK Katolik Swastisari Kupang), pemerintah, bisnis, media, dan agregator; telah resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur NTT diwakili Kadispora, Hilda Bria Seran pada Kamis sore, 26 […]

  • Agus Taolin–Alo Haleserens Lawati Makam Ayahnya, Theo Manek: Saya Salut

    Agus Taolin–Alo Haleserens Lawati Makam Ayahnya, Theo Manek: Saya Salut

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya salut bahwa kekompakan, kekuatan, kebersamaan dalam tatanan adat Natar Hat masih sangat kuat. Ketika kita memberikan restu kepada kedua kandidat ini, kita berharap leluhur juga bisa memberikan dukungan secara alamiah,” sibak Mane Kwaik (putra sulung) Theodorus Seran Tefa (dalam tatanan rumpun empat kerajaan Oan Natar Hat, Oan Lalu’an Hat), kepada […]

  • TUKAR UANG BARU! BI NTT Sedia 2,48 Triliun Pecahan 1.000—50.000

    TUKAR UANG BARU! BI NTT Sedia 2,48 Triliun Pecahan 1.000—50.000

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) melakukan peluncuran atau kick off “Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi)” pada Senin pagi, 18 Maret 2024. Adapun Serambi dicanangkan Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah dan layanan kas kepada masyarakat pada momentum Ramadan dan Idul Fitri. Kepala […]

  • OJK Luncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD)

    OJK Luncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD)

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    IKAD hadir sebagai instrumen dalam memetakan kondisi inklusi keuangan di Indonesia bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi inklusi keuangan di daerah.   Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) pada […]

expand_less