Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kebakaran Lahan di Riau, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi

Kebakaran Lahan di Riau, Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

Loading

Pekanbaru, Garda Indonesia | Hingga pagi, Minggu, 15 September 2019 terdeteksi ada 27 titik api kategori tinggi di Provinsi Riau. Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis hingga tebal dengan jarak pandang mencapai 1 km ada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB.

Jarak pandang berkisar antara 1 hingga 2.2 km dan suhu berkisar hingga 37 derajat celcius. Sedangkan kualitas udara menurut pengukuran PM10 pada pukul 07.00—10.00 WIB berada pada kisaran 182—201 ugram/m3 atau dalam level tidak sehat.

Bandara Riau tertutup asap akibat karhutla

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, pada Minggu, 15 September 2019.

Setelah terbang menggunakan helikopter TNI AU selama 25 menit dari Lanud Pekanbaru, rombongan mendarat di Lapangan Bola Desa Kerumutan, Pelalawan, Riau untuk meninjau karhutla di dekat pompa minyak Pertamina di Blok Eka Kuning.

Sepanjang perjalanan, kendaraan rombongan melintasi jalan terjal berupa tanah di antara belantara perkebunan kelapa sawit. Sebelum tiba di Blok Eka Kuning, rombongan disambut dengan bekas lahan dan hutan yang terbakar, bahkan masih teramati adanya asap dari kebakaran tersebut.

Sesampainya di titik lokasi pemadaman, Panglima TNI segera mengambil komando untuk menggerakkan pasukan dan melakukan analisa dan evaluasi (anev) terkait kendala dan kebutuhan pemadaman yang dilakukan melalui darat. Panglima TNI mendapat laporan bahwa perlu adanya alat berat untuk membuka dan memperluas parit. Selain itu pompa air berikut selangnya juga harus ditambah sehingga dapat menjangkau titik api.

Kepala BNPB, Panglima TNI dan Kapolri saat meninjau dan memberikan arahan terkait penanganan karhutla di Riau

“Kita akan kirim ekskavator untuk memperlebar parit. Kemudian juga pompa air beserta selangnya,” kata Panglima Hadi.

Kemudian sebagai alat pantau siaga karhutla, TNI juga akan mengirimkan drone yang akan terbang selama 24 jam siang dan malam. Hal itu penting karena menurut Hadi terdapat perbedaan data pada saat dan sesudah matahari terbenam.

“Drone ini akan diterbangkan 24 jam penuh untuk memantau. Api ini harus terus diamati karena siang dan malam beda. Kadang api padam saat siang, lalu malamnya menyala lagi,” kata Hadi.

Kapolri Jendetal Tito Karnavian mengaku heran setelah melihat sendiri karhutla yang ada di Provinsi Riau dari helikopter. Pasalnya dari sekian ribu hektar luas lahan yang terbakar tidak satupun yang mencakup lahan perkebunan sawit dan tanaman industri lainnya. Tito menganggap bahwa hal itu sekaligus menunjukkan masalah karhutla ini murni karena ulah manusia dan pelakunya adalah oknum yang sama.

“Apa yang sudah kami lihat dari helikopter bersama panglima TNI dan Kepala BNPB, lahan yang sudah jadi perkebunan, baik sawit maupun tanaman industri lainnya, kok tidak ada yang terbakar. Misal pun ada paling hanya sedikit dan di pinggir. Ini menunjukkan adanya praktek ‘land clearing’ dengan mudah dan murah memanfaatkan musim kemarau,” ungkap Tito.

Fokus dalam upaya pemberantasan karhutla, Tito akan memberi ‘reward and punishment’ bagi anggotanya. Tito meminta agar pasukan satgas karhutla dapat lebih kompak dan menjaga solidaritas sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Polda beserta jajarannya akan kami berikan ‘reward and punishment’,” kata Tito.

Melihat permasalahan yang ada, Kepala BNPB kembali menekankan upaya pencegahan untuk kedepannya melalui pendekatan kesejahteraan masyarakat dengan pertanian produktif. Selain itu perilaku masyarakat harus diubah sejak dini.

Doni mencontohkan bahwa ada beberapa jenis tanaman produktif yang bisa menjadi alternatif untuk menumbuhkan perekonomian warga seperti; kopi liberica, lidah buaya, cabai dan sebagainya.

“Ini masalah cara pikir manusia. Harus diubah. Mulailah dengan menanam tanaman produktif seperti cabai, kopi liberica, lidah buaya atau bisa juga pisang,” kata Doni. (*)

Sumber berita (*/Siaran Pers BNPB–Agus Wibowo)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rotasi Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati Kenal Akrab Media

    Rotasi Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati Kenal Akrab Media

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rotasi kepemimpinan pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengubah tampuk jabatan dari Donny Heatubun ke Rotasi Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati. Donny Heatubun sendiri masuk masa purna tugas dan telah menunaikan jabatan selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT periode Januari—Desember 2023. Sementara, sebelumnya, Agus […]

  • Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba. Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat […]

  • BERBALUT PAHIKUNG SUMBA, Ayodhia Melintasi Catwalk Istana Berbatik

    BERBALUT PAHIKUNG SUMBA, Ayodhia Melintasi Catwalk Istana Berbatik

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Minggu, 1 Oktober 2023, bertempat di Istana Merdeka Jakarta, dihelat acara Istana Berbatik untuk memperingati Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar melalui acara ini dapat menumbuhkan juga meningkatkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap batik. “Melalui Istana Berbatik malam ini yang […]

  • Ferdinand Marcos Bagi Jokowi Dibanding PDI Perjuangan

    Ferdinand Marcos Bagi Jokowi Dibanding PDI Perjuangan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jhon Sitorus Jagat maya dan nyata Indonesia cukup heboh tanpa kehadiran Jokowi di ulang tahun PDI Perjuangan, partai yang melahirkan dan membesarkan namanya dari tidak dikenal siapa-siapa hingga jadi RI 1. Bayangkan, di hari yang sama kala PDI Perjuangan menyanyikan Mars PDIP yang syahdu dan bikin merinding itu, Jokowi malah tertawa dengan anak […]

  • Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Panen ini melibatkan 27 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Lala Matan. Lahan tanam 3 hektare untuk kacang tanah, para petani berhasil memanen 5 ton pada tahap pertama dengan omzet Rp70 juta.   Lembata | Kelompok Tani Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, binaan PLN UIP Nusra (Unit Induk Pembangunan Nusa […]

  • Ubah Lahan Kering Jadi Produktif, LP2M Undana Bantu Petani di Kupang Barat

    Ubah Lahan Kering Jadi Produktif, LP2M Undana Bantu Petani di Kupang Barat

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 85 persen lahan kering berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masih digarap secara sub sistim atau tradisional dan hanya mengandalkan curah hujan minimal yang berkisar sekitar 4—5 bulan dalam setahun, menjadi tantangan bagi para petani. Kondisi ini, harus dikelola secara profesional oleh petani, agar dapat memaksimalkan potensi yang […]

expand_less