Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

33 Orang Meninggal dalam Tragedi Wamena, Presiden Ucap Dukacita

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam kejadian di Wamena baru-baru ini. Presiden meminta masyarakat Wamena untuk dapat saling menahan diri pascakejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia.

“Saya ingin mengucapkan duka yang mendalam, belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya korban yang ada di Wamena,” ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 30 September 2019.

Presiden Jokowi saat memberikan keterangan kepada para awak media

Atas kejadian tersebut, Kepala Negara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi terhadap isu-isu tertentu yang sengaja disebarluaskan di media sosial.

“Seluruh masyarakat tetap tenang, menahan diri, dan menghindarkan dari semua provokasi-provokasi dan fitnah-fitnah yang kita lihat di media sosial begitu sangat banyaknya isu-isu yang dikembangkan,” tuturnya.

Presiden menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah disebabkan oleh karena adanya gesekan antaretnis. Menurut laporan yang ia terima, kejadian tersebut memang sengaja dibuat oleh kelompok kriminal bersenjata yang melakukan tindakan yang meresahkan di tengah masyarakat.

“Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas, dari gunung, turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga,” ucapnya.

“Tapi yang ingin perlu saya sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga. Jadi jangan ada yang menggeser-geser ini menjadi kayak sebuah konflik etnis. Bukan!,”kata Presiden.

Presiden sendiri telah memerintahkan Menkopolhukam beserta TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku dari kelompok kriminal bersenjata tersebut. Saat ini, kepolisian telah berhasil mengamankan beberapa tersangka.

“Kepala Suku Lembah Baliem di Wamena juga telah mengajak, mengimbau, untuk seluruh warga untuk tidak mengungsi keluar Wamena. Ini saya kira sebuah imbauan baik dan juga polisi telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran yang ada di Wamena,” ujar Presiden. (*)

Sumber berita (*/Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden–Erlin Suastini)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur NTT: “Sindrom dengan Stigma Miskin Lemahkan Daya Juang”

    Gubernur NTT: “Sindrom dengan Stigma Miskin Lemahkan Daya Juang”

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat-Gubernur NTT mengatakan bahwa kita tidak pernah serius membangun manusia; Gereja dan Pemerintah NTT belum mampu mengeluarkan manusia NTT dari sindrom kemiskinan. “Gereja dan Pemerintah harus sungguh-sungguh bekerja untuk mengangkat rasa optimis diri dari seluruh kita untuk melihat masa depan,” tegas Gubernur Viktor. Pernyataan tersebut disampaikan Viktor Laiskodat dalam pesan Natal […]

  • Ancaman Terorisme Jadi Atensi PLN dan BRIMOB Polda NTT

    Ancaman Terorisme Jadi Atensi PLN dan BRIMOB Polda NTT

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kompol. Dennis Y.N. Leihitu, Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT, menegaskan pentingnya kerja sama antara aparat keamanan dan BUMN strategis seperti PLN.   Kupang | Ancaman terorisme dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja, mengantisipasi hal tersebut PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) bekerja […]

  • INKINDO Dorong Penerbitan Pergub Penyedia Jasa Konsultan Lokal

    INKINDO Dorong Penerbitan Pergub Penyedia Jasa Konsultan Lokal

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) NTT dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang berlangsung pada Rabu,6 Maret 2019 pukul 09.00 WITA—selesai di Neo Aston Hotel Kupang; mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar dapat menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyedia Jasa Konsultan Lokal. Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai tindak lanjut dari Musyawarah IX […]

  • Pemda Belu Terima Beruntun Opini WTP, Bupati : Kami Berusaha Tingkatkan Kinerja

    Pemda Belu Terima Beruntun Opini WTP, Bupati : Kami Berusaha Tingkatkan Kinerja

    • calendar_month Rab, 13 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun anggaran 2020 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di ruang rapat Bupati Belu pada Rabu, 13 Oktober 2021. Penghargaan diserahkan oleh pejabat yang mewakili Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Delfiana […]

  • Presiden Jokowi Akan Panen Garam di Nunkurus, Gubernur VBL Pantau Progres

    Presiden Jokowi Akan Panen Garam di Nunkurus, Gubernur VBL Pantau Progres

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebelum melakukan pertandingan Tinju Eksebisi dengan mantan juara Tinju Dunia, Chris John di GOR Flobamorata pukul 18.00 WITA, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada pukul 13.00 WITA kembali melakukan kunjungan ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu, 7 Juli 2019. Gubernur terus memantau perkembangan […]

  • Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    Penduduk Miskin NTT hingga Maret 2019 sebesar 1,14 Juta Orang

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic need approach) untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Metode ini dipakai oleh BPS sejak tahun 1998 agar hasil […]

expand_less