Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Upaya Kementerian PPPA Lindungi Hak Pekerja Perempuan

Upaya Kementerian PPPA Lindungi Hak Pekerja Perempuan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 28 Okt 2019
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini perempuan bekerja hampir di semua bidang pembangunan. Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Rafael Walangitan mengatakan hak perempuan pekerja harus diperhatikan.

Pekerja perempuan memerlukan pemeliharaan dan perlindungan kesehatan yang baik, khususnya terkait kesehatan reproduksinya.

“Apabila perempuan pekerja tidak diberi perlindungan yang utuh, rentan mengalami masalah salah satunya masalah kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 60% masalah pada pekerja adalah kesehatan termasuk pada perempuan. Bisa dibayangkan nasib generasi yang lahir dari perempuan pekerja yang mengalami gangguan kesehatan, tumbuh kembangnya tidak maksimal,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan Kemen PPPA, Rafael Walangitan dalam Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin, 28 Oktober 2019.

Rafael menjelaskan perempuan pekerja rentan mengalami kekerasan dalam lingkungan kerja baik dari sesama pekerja maupun perusahaan. Kondisi khusus yang dialami perempuan seperti haid, kehamilan, melahirkan dan menyusui sering kali dianggap sebagai hambatan bagi perusahaan.

“Masih banyak perusahaan yang belum paham tentang hak-hak pekerja perempuan utamanya terkait kesehatan dan fungsi reproduksi. Misalnya perempuan pekerja tidak mendapatkan kesempatan untuk cuti haid dan melahirkan, ataupun tidak tersedianya ruang laktasi. Padahal, tingkat partisipasi angkatan kerja di Indonesia tahun 2019 terbesar dari kelompok perempuan, mencapai 83,60 persen (*/Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2019),” ujar Rafael.

Terkait hal ini, Kemen PPPA telah melakukan berbagai upaya melindungi hak pekerja perempuan dan kekerasan berbasis gender di tempat kerja. Rafael menerangkan, Kemen PPPA telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Kerja yang Responsif Gender dan Peduli Anak di Tempat Kerja, membuat Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP) sejak Tahun 2017 bersama 7 Kementerian/ Lembaga, serta membentuk Model Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di 5 kawasan industri. RP3 bertujuan guna meningkatkan perlindungan bagi perempuan pekerja dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di kawasan industri.

“3 (tiga) rumah pekerja perempuan telah terealisasi yaitu di Cakung (Jakarta Timur), Karawang (Jawa Barat), dan Kota Bintan (Kepulauan Riau), menyusul di Kota Cilegon (Banten) dan Kab. Pasuruan (Jawa Timur). Ke depan Kemen PPPA akan bangun tidak hanya di kawasan industri tapi juga di kawasan pariwisata, perkebunan, maritim atau sektor kelautan dan perikanan dan sektor pertanian. Harapannya, RP3 ini tidak sekadar dibentuk tapi jadi satu faktor deterens atau pencegahan tindak pelecehan dan kekerasan pada pekerja perempuan,” tambah Rafael. (*)

Sumber (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

    Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Sikap dingin Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake atau yang akrab disapa Ody Kalake yang mana tidak kunjung menandatangani persetujuan kerja sama kelompok usaha bank (KUB) antara Bank NTT dengan Bank DKI memantik desakan dari pengamat hukum bisnis perbankan, Petrus E. Jemadu, SH.,Mhum. “Kita minta Pak Ody sebagai Penjabat Gubernur NTT, selamatkan bank NTT. Karena […]

  • Pernyataan Sikap DPP IMO-Indonesia, Terkait Surat Dewan Pers No.371/DP/K/VII/2018

    Pernyataan Sikap DPP IMO-Indonesia, Terkait Surat Dewan Pers No.371/DP/K/VII/2018

    • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id – Sudah selayaknya Dewan Pers dapat mengayomi keberadaan IMO-Indonesia selaku organisasi Badan Usaha, bukan sebaliknya melakukan diskriminasi terhadap organisasi yang baru muncul, seperti cuplikan yang tertulis dalam surat Dewan Pers No. 371/DP/K/VII/2018 Tanggal 26 Juli 2018, pada alenia 11, yang tertulis “Dewan Pers sama sekali tak mengenal orang yang melakukan aksi tersebut, termasuk […]

  • Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

    Anggaran Kemen PPPA Minim, Menteri Yohana:’Kerja Maksimal!’

    • calendar_month Rab, 9 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Komisi VIII DPR RI mengapresiaasi kinerja dan capaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) selama tahun 2018 mencapai 91%. Dalam rapat evaluasi pelaksanaan program /kegiatan dan anggaran tahun 2018 (Selasa,8/1/2019); berbagai isu terkini seputar perempuan dan anak juga disoroti anggota Komisi VIII DPR RI yang hadir, seperti perdagangan orang, kekerasan […]

  • Tujuh Kebiasaan Kecil Yang Membuat Pernikahan Lebih Bahagia

    Tujuh Kebiasaan Kecil Yang Membuat Pernikahan Lebih Bahagia

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Loading

    Konflik rumah tangga jarang berasal dari masalah besar. Justru hal-hal kecil yang terabaikan setiap hari yang perlahan mengikis kedekatan emosional. Psikolog hubungan John Gottman menemukan bahwa lebih dari separuh pernikahan runtuh bukan karena perselingkuhan atau pertengkaran hebat, tetapi karena hilangnya “kebiasaan kecil” yang menjaga kehangatan. Temuan ini mengejutkan banyak orang karena ternyata kebahagiaan pernikahan bukan […]

  • Bung Karno, Ende & Katolik

    Bung Karno, Ende & Katolik

    • calendar_month Sen, 6 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Respati Wasesa Dalam tubuhnya mengalir darah Jawa dan Bali. Sejak kecil ia mengenal tradisi mistik kejawen dari kakek dan neneknya di Tulungagung, Jawa Timur. Ibunya mengajarkan Hinduisme dan Budhaisme. Bapaknya penganut teosofi. Mentor politik sekaligus mertuanya di Surabaya, Haji Oemar Tjokroaminoto, adalah pemimpin Serikat Islam yang tuntas dalam soal Islamisme. Bagaimana kedekatan Sukarno […]

  • Gempa M5,3 Dirasakan Kuat di Kota Mataram dan Lombok

    Gempa M5,3 Dirasakan Kuat di Kota Mataram dan Lombok

    • calendar_month Kam, 6 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, gardaindonesia.id | BMKG melaporkan telah terjadi gempabumi dengan magnitudo 5,7 yang setelah dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,3 pada hari ini Kamis,6/12/2018 pukul 08.02 WIB. Pusat gempa di darat pada 23 km Barat Laut Mataram pada kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyampaikan bahwa Posko […]

expand_less