Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Hari Aids Sedunia 2019, Kemen PPPA Ajak Jauhi Virus HIV Bukan Orangnya

Hari Aids Sedunia 2019, Kemen PPPA Ajak Jauhi Virus HIV Bukan Orangnya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 9 Des 2019
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Selain faktor risiko kesehatan yang besar, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga sering menghadapi stigma negatif masyarakat yang keliru dan pemahaman salah lainnya tentang penularan virus HIV terutama pada kelompok anak dengan HIV/AIDS (ADHA).

“Tidak masalah apa pun yang menyebabkan mereka menerima virus itu, tidak boleh dijauhi tapi kita rangkul,” ujar Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ciput Eka Purwianti.

Ciput menambahkan, selama ini, ADHA maupun ODHA menerima stigma yang akhirnya menimbulkan beberapa diskriminasi seperti pembatasan akses terhadap sosial politik, ekonomi bahkan pendidikan. Kemen PPPA memiliki tugas untuk memastikan ADHA tidak menerima diskriminasi dan mendapat perlindungan dari negara, masyarakat dan terutama keluarga.

Dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, Kemen PPPA menggelar sosialisasi bertajuk Kilau Generasi Bebas HIV dan AIDS dengan tema “Masyarakat yang Membuat Perubahan” yang dikemas dalam berbagai kegiatan seperti senam bersama, permainan (games) berhadiah, flash mob serta Power Talk sebagai ruang edukasi dan diskusi bagi masyarakat di sekitar area Car Free Day Sudirman, pada Minggu, 8 Desember 2019.

Senam bersama Hari Aids Sedunia 2019

“Acara ini diselenggarakan, karena banyak anak-anak yang bukan keinginan mereka lantas terinfeksi HIV menerima stigma yang luar biasa berat sehingga mereka di diskriminasi. Bahkan beberapa kasus, ada anak yang tidak boleh sekolah, dikeluarkan dari sekolah, itu yang ingin kita lindungi,” jelas Ciput.

Tahun 2018, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 46.659 (Data Kemenkes) dengan 1320 kasus di antaranya adalah kasus HIV pada anak. Banyaknya jumlah kasus ini perlu mendapat perhatian masyarakat terutama dari segi penghapusan stigma dan diskriminasi.

“Itu yang kita harapkan, masyarakat mengubah cara pandangnya, bahwa ODHA dan ADHA itu bisa diobati, sembuh mungkin tidak karena virusnya menetap seumur hidup dalam tubuh di aliran darahnya, tapi dia bisa diobati dan dia punya harapan hidup yang sama dengan orang yang sehat,” kata Ciput.

Dalam diskusi Power Talk dengan tema yang menghadirkan 4 (empat) narasumber antara lain Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti, Pengurus Yayasan AIDS Indonesia Bernard, Wakil Ketua Gerakan Komite Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS ANNAR) Majelis Ulama Indonesia, Dr. Titik Haryati dan Putri Cherry sebagai salah seorang ODHA, keempatnya sepakat menyebut bahwa pentingnya peran dan perubahan pola pikir masyarakat sebagai salah satu kunci agar ODHA dan ADHA dapat terus hidup.

“Pada intinya sebenarnya adalah stigma dan diskriminasi. Orang takut tes HIV karena takut mendapat stigma, dicemooh (bullying), atau dianggap melanggar norma dan budaya. Intinya, untuk kita yang sudah mendapat edukasi, tugasnya bukan hanya mencegah untuk diri kita sendiri dan keluarga, tetapi juga harus menyebarkan informasi yang tepat sehingga stigma dan diskriminasi itu berhenti,” ujar Bernard, Pengurus Yayasan AIDS Indonesia.

Pernyataan Bernad pun didukung oleh Ciput. “Justru yang membuat mereka kuat dan mau berobat teratur itu adalah dukungan dari lingkungan terkecil mulai dari keluarga, dan masyarakat dan juga sekolah, bagi anak-anak khususnya,” tambah Ciput.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tapak Tilas Kota Kefa, Refleksi Terbentuknya Kab.Timor Tengah Utara

    Tapak Tilas Kota Kefa, Refleksi Terbentuknya Kab.Timor Tengah Utara

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | 22 September 2019, Kefamenanu sebagai ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97. Berbagai kegiatan perayaan dilaksanakan oleh Pemkab TTU seperti Pameran dan Pesta Rakyat di pelataran Kantor Bupati, Tarian Bonet massal, upacara bendera bernuansa budaya dan tapak tilas. Tapak Tilas Kota Kefamenanu diikuti oleh 35 tim […]

  • Indonesia Bertransformasi Menuju Energi Baru Terbarukan

    Indonesia Bertransformasi Menuju Energi Baru Terbarukan

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada KTT COP-26 di Glasgow, Indonesia telah berkomitmen untuk secara bertahap memulai transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan. Namun, transisi energi memerlukan pembiayaan yang sangat besar dan akses terhadap teknologi hijau. Dalam sesi tanya jawab pada pertemuan World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, […]

  • 46% Bangunan Sekolah di Kupang Rusak, Anita Gah Upaya Dorong Dana Pusat

    46% Bangunan Sekolah di Kupang Rusak, Anita Gah Upaya Dorong Dana Pusat

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, Garda Indonesia | Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 2018—2019 sebesar Rp.16.067.911.754,- (16,067 Miliar,[*Data Dirjen Dikti]) yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemda Kabupaten Kupang melalui perjuangan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, untuk membantu membenahi sarpras (sarana dan prasarana) pendidikan di wilayah Kabupaten Kupang, […]

  • Sejumlah 3128 Desa di NTT Sudah Punya Pos Bantuan Hukum

    Sejumlah 3128 Desa di NTT Sudah Punya Pos Bantuan Hukum

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Eman Nara Sura
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Loading

    Posbankum dibentuk atas inisiatif kepala desa atau lurah dengan didampingi dan difasilitasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum). Pembentukannya dilakukan melalui peraturan desa atau keputusan lurah.   Kupang | Dari total 3.442 desa di NTT, 3.128 (90,44 persen) diantaranya sudah memiliki Pos Bantaun Hukum atau Posbankum. Posbankum adalah layanan hukum yang dibentuk di tingkat […]

  • PBB Naik Hingga 1000 Persen Picu Aksi Massa di Sejumlah Daerah

    PBB Naik Hingga 1000 Persen Picu Aksi Massa di Sejumlah Daerah

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sendiri dipungut atas tanah dan bangunan karena adanya keuntungan atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi pemiliknya. Besaran pajak ditentukan dari tarif 0,5 persen dikalikan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).   Jakarta | Gelombang protes besar-besaran terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia. […]

  • Wisata Literasi IGI Flotim & Hasrat Menulis Siswa SMPS St. Antonius Padua

    Wisata Literasi IGI Flotim & Hasrat Menulis Siswa SMPS St. Antonius Padua

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Helmy Tukan, S.Pd. Larantuka, Garda Indonesia | Terik Surya pada sisa hari ini tak sedikitpun melunturkan semangatku bersama teman-teman pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Flores Timur untuk terus menyusuri setiap jalan dan kelokan pada tubuh Tanah Lamaholot ini. Sang Surya begitu angkuh meski ia tahu bahwa senja akan segera hadir untuk menjemputnya pulang, entah […]

expand_less