Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Enam rumah warga di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilempari batu hingga hancur berantakan oleh massa sesama warga Desa Bakustulama pada Kamis, 2 Januari 2020 siang.

Pantauan media ini di TKP, kelompok massa dari Dusun Asora dan Dusun Kimbana A mendatangi enam rumah di Dusun Kimbana B dengan membawa berbagai senjata tajam seperti pedang dan tombak. Setibanya mereka di TKP, kelompok massa itu langsung melempari rumah- rumah itu secara bergilir. Akibatnya, rumah milik Frandus Hale, Lukas Kaisadu (2 rumah), Eli Mali, Sili Mali (2 rumah) mengalami kerusakan berat pada bagian jendela dan pintu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran saat massa menyerang, pemilik rumahnya telah menghindar dan menyelamatkan diri sehingga tidak ada perlawanan sama sekali.

Anggota Polsek Tasifeto Barat dipimpin langsung oleh Kapolsek Hadi Syamsul Bahri dibantu Babinsa Desa Bakustulama, Serda Armindo Do Santus yang saat itu hadir di TKP berhasil meredakan situasi dan membubarkan amukan massa tersebut.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Garda Indonesia, bahwa penyerangan itu dipicu oleh kesalahpahaman antar kedua kelompok anak muda di Kimbana A, pada 31 Desember 2019 malam.

Malam akhir tahun itu, Irsan dan Imus (anak dari Frandus Hale) dipukul oleh Alfred dan Robert di Dusun Kimbana A. Merasa tidak puas, Irsan bersama adik kandung dari bapaknya Lukas Kaisadu mencari dan memukul Robert hingga sekarat di Bundaran Tugu Seroja Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat. Robert pun langsung dibawa keluarga ke Rumah Sakit Marianum Halilulik guna mendapatkan perawatan.

Wartawan media ini pun sempat dibentak dan diancam oleh salah satu anggota massa atas nama Ignasius Bau di depan Kantor Camat Tasifeto Barat. “Kau datang ini buat apa? Kau wartawan pulang! Macam- macam saya potong kau dengan parang,” ancamnya mendekat ke arah wartawan dengan pedang di tangan.

Kapolsek Hadi Syamsul Bahri yang dimintai komentar terkait kronologis kejadian di sekitar TKP pada Kamis siang, belum bisa memberikan keterangan. Menurutnya, pihak kepolisian masih perlu penyelidikan intensif. “Sabar ya, kita masih perlu selidiki”, tanggapnya. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+ rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timor Leste Impor Ayam DOC; Balai Karantina Pertanian Kupang Legalkan

    Timor Leste Impor Ayam DOC; Balai Karantina Pertanian Kupang Legalkan

    • calendar_month Jum, 21 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sejak merebaknya Avian Influenza (penyakit influenza unggas) dari tahun 2003–2012; Timor Leste melarang pengiriman produk unggas dari Indonesia. Setelah beberapa tahun berjalan, melalui analisis resiko yang dilakukan oleh Pihak Timor Leste ke beberapa lokasi perusahaan penghasil bibit ayam hingga ke Kementerian Pertanian di Indonesia; Pihak Timor Leste menyatakan bahwa Indonesia telah aman […]

  • Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    • calendar_month Jum, 18 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna  menikmati program pengobatan gratis yang akan diluncurkan pemerintah pada Agustus 2021, setiap masyarakat Kabupaten Belu, (Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kenal Lahir (SKL). Demikian, persyaratan ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, […]

  • Penjual Bakso di Makassar Didenda 10 Miliar, Minta Perlindungan Presiden

    Penjual Bakso di Makassar Didenda 10 Miliar, Minta Perlindungan Presiden

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia |  Dalmasius Panggalo (57) warga Jalan Kelapa, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, meminta perlindungan hukum dan keadilan kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo usai divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Selain minta perlindungan ke Presiden RI, Dalmasius juga meminta perlindungan kepada Menkopolhukam RI, Mahfud MD; Menkumham RI, Yasonna Hamonangan; Ketua […]

  • Wali Kota Jefri Pantau Harga Pasar Jelang Ramadan 1441 H

    Wali Kota Jefri Pantau Harga Pasar Jelang Ramadan 1441 H

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pandemik Covid 19 yang masih berlanjut berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar. Untuk memastikan stabilitas harga pasar, Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. memutuskan untuk turun langsung ke pasar. Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, S.E., Direktur PD […]

  • “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menyikapi polemik mengenai Kejaksaan RI sebagai “Lembaga yang Superbody” adalah anggapan yang sangat keliru, terlalu berlebihan, tanpa data dukung dan dimensi yuridis yang terukur. Beberapa profesor dari perguruan tinggi serta penggiat anti korupsi menyayangkan pernyataan atau statement tersebut, bahkan dianggap sebagai upaya bentuk perlawanan koruptor atau currptor fight back kepada Institusi Kejaksaan. Ungkapan […]

  • Ada Apa di Balik Pengunduran Diri Ketua IGI Flores Timur?

    Ada Apa di Balik Pengunduran Diri Ketua IGI Flores Timur?

    • calendar_month Jum, 19 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Helmy Tukan Sedikit bicara banyak berbuat. Itulah sepenggal kalimat inspiratif yang selalu memotivasi saya selama ini dalam menjalankan tugas dan panggilan saya sebagai guru dan pendidik. Kalimat yang begitu sederhana apa adanya yang lahir dari sosok Guru Super sahabat saya, Bapak Frans Berek. Sosok Guru Muda berbakat penuh kreatifitas asal Pulau Timor ini […]

expand_less