Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Derry Fahrizal Ulum

Pemberian pola asuh dan hubungan dalam rumah tangga memberikan pengaruh bagi perkembangan anak, yang pelaksanaannya dipengaruhi oleh konteks. Sebagai orang pertama yang berinteraksi dengan anak dalam keluarga, orang tua atau pengasuh memainkan peran penting dalam perkembangan anak, terutama selama masa kanak-kanak hingga usia pra-sekolah.

Banyak penelitian secara global menyatakan bahwa gaya pengasuhan dalam keluarga memiliki peran penting dalam berbagai fase perkembangan anak. Berbagai faktor telah mempengaruhi fungsi pengasuhan, yakni sistem makro (mengacu pada nilai-nilai budaya, tradisi, dan hukum) serta sistem mikro (mengacu pada hubungan dan interaksi antara orang tua/pengasuh dengan anak-anak mereka).

Indonesia adalah negara yang memperjuangkan nilai-nilai yang kuat seperti rasa kekeluargaan dan rasa memiliki yang kuat terhadap keluarga–bahkan tidak jarang keluarga di sini tidak hanya terdiri dari keluarga inti (ayah, ibu, anak), namun juga keluarga besar (ayah, ibu, anak, ditambah dengan anggota keluarga lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, dan sebagainya) yang tinggal di satu rumah atau berdekatan, serta saling turut terlibat dalam suatu keputusan anggota keluarga.

Orang Indonesia juga cenderung menghargai kebijaksanaan, moral, dan norma masyarakat. Studi terbatas dari Bank Dunia pada tahun 2015 yang meninjau Program Pendidikan Pengasuhan di Indonesia menyarankan bahwa praktik pengasuhan saat ini perlu mengurangi – bahkan menghilangkan – praktik hukuman fisik oleh orang tua atau pengasuh untuk melindungi kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Memahami sikap, pengetahuan, pemahaman, dan praktik pengasuhan saat ini sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan serta pendorong dan hambatan agar dapat mempromosikan praktik yang baik demi peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Di Aceh misalnya, penelitian tahun 2018 yang dilakukan oleh Amani, Savitri, dan Bintari yang berjudul Pelibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak di Aceh menunjukkan bahwa banyak pengasuhan sebagian besar dilakukan oleh para ibu dengan dukungan terbatas dari ayah, karena anggapan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab ibu.

Situasi ini tentunya menjadi tantangan bagi banyak perempuan yang hidup dalam rumah tangga miskin karena kebanyakan dari mereka terlibat dalam mencari nafkah untuk memperoleh uang tambahan di samping melakukan urusan rumah tangga rutin. Dengan beban ini, para ibu mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pengetahuan baru tentang pengasuhan anak dan mereka bergantung pada tradisi lokal tentang cara merawat bayi mereka.

Misalnya, banyak ibu di Aceh yang tidak mengerti atau memiliki pemahaman yang salah tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang baru lahir. Temuan dari suatu penelitian dari UNICEF menceritakan bahwa seorang ibu di Lhok Nga, Aceh mengatakan bahwa ia biasa memberikan pisang dan madu kepada bayinya yang berusia 3 bulan. Bagi banyak ibu di sini, ketika bayi menangis setelah disusui, ibu menganggapnya sebagai rasa lapar dan berpikir bahwa ia membutuhkan lebih banyak asupan dibandingkan hanya sekadar ASI.

Data tahun 2016 dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa hanya 23,5% bayi baru lahir di Aceh yang menerima pemberian ASI ekslusif selama enam bulan. Keterlibatan ayah dalam hal ini menjadi signifikan dan karena itu perlu disadari pentingnya menemukan saluran yang tepat untuk membuat ayah sadar akan perannya untuk mendukung para ibu dalam mengasuh anak-anak mereka.

Ayah seringkali kurang terwakili dalam intervensi atau program tentang pengasuhan, padahal mereka adalah target penting untuk dilibatkan. Dalam sebuah temuan jurnal, melaporkan bahwa ayah berkeyakinan intervensi atau program pengasuhan diperuntukkan bagi ibu, dan bahwa yang harus hadir utamanya adalah ibu.

Selain itu, kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan minat dalam intervensi pengasuhan menjadi alasan lainnya. Sehingga, diperlukan penggunaan pesan yang secara khusus memang menargetkan ayah, misalnya ‘Program Menjadi Ayah Hebat’.

Hambatan lain dalam penelitian tersebut juga membahas keyakinan ayah mengenai peran gender tentang pengasuhan dan orang tua. Ayah menganggap dirinya sebagai orang tua yang ‘melindungi’ dan ‘maskulin’ (sebagai penyedia kebutuhan keluarga dan penjaga kedisiplinan anak) dibandingkan peran ibu yang berbeda (misalnya: urusan-urusan domestik). Dengan demikian, ayah yang memiliki anggapan tersebut cenderung memiliki penolakan untuk terlibat dalam intervensi.

Intervensi pengasuhan bertujuan untuk mengubah sikap dan keyakinan serta praktik pengasuhan sehingga ada kemungkinan bahwa intervensi mengubah keyakinan maskulin menjadi penting agar ibu dan ayah berbagi peran. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa ayah yang memiliki keyakinan norma-norma maskulin menunjukkan praktik pengasuhan yang kurang positif, dan mengasuh dengan lebih keras, dan ini adalah perilaku yang perlu diubah melalui intervensi. Studi ini juga menemukan bahwa ayah yang menganut kepercayaan maskulin meminimalkan dirinya untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Dengan demikian, ayah dengan kepercayaan yang lebih maskulin mungkin mendapat manfaat paling besar dari program pengasuhan jika mereka pada akhirnya mau terlibat dalam intervensi, dan pesan mengenai pentingnya keterlibatan ayah mungkin sangat penting bagi ayah.

Program-program dan penelitian di masa depan perlu bertujuan untuk menargetkan ayah yang menganut kepercayaan maskulin dalam mengasuh anak, dan mengeksplorasi penggunaan strategi khusus untuk melunturkan keyakinan ini.

Mari menjadi ayah hebat yang ikut aktif mengasuh anak secara positif! (*)

(*/Penulis merupakan pegiat anak)
Editor (+rony banase) Foto oleh titikdua.net

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terang Listrik PLN Hadirkan Asa di Pulau Semau

    Terang Listrik PLN Hadirkan Asa di Pulau Semau

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kehadiran listrik PLN juga mendukung operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Semau. Kepala Unit PDAM Semau, Bon Nurak, menjelaskan, “Sebelumnya kami pakai mesin diesel. Dengan listrik PLN, distribusi air ke pelanggan lebih lancar.”   Semau | Senyum haru dan tepuk tangan riuh menyambut menyalanya lampu di lima fasilitas umum Desa Huilelot, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, […]

  • Anak Perempuan Usia 7 Tahun di Rote Ndao Provinsi NTT Positif Covid-19

    Anak Perempuan Usia 7 Tahun di Rote Ndao Provinsi NTT Positif Covid-19

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Seorang anak perempuan berusia 7 (tujuh) tahun asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasar hasil pemeriksaan swab PCR tes di Laboratorium Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Demikian penjelasan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Rote Ndao, dr.Widyanto Pangarso Adhy, SpPD; […]

  • PLN Siaga Pasokan Listrik Saat Harlah Pancasila 2022 di Ende

    PLN Siaga Pasokan Listrik Saat Harlah Pancasila 2022 di Ende

    • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menjaga keandalan pasokan listrik di 9 (sembilan) lokasi dan pelaksanaan upacara peringatan hari lahir (Harlah) Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Presiden Jokowi bertindak selaku inspektur upacara Harlah Pancasila pada Rabu, 1 Juni 2022. Guna memastikan […]

  • Desa Ajaobaki di TTS Juara Pertama Festival Desa Binaan Bank NTT 2021

    Desa Ajaobaki di TTS Juara Pertama Festival Desa Binaan Bank NTT 2021

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Dewan Juri Festival Desa Binaan Bank NTT 2021, Dr. James Adam, melalui video rekaman yang diputar di depan tamu undangan HUT Ke-59 Bank NTT pada Sabtu,17 Juli 2021, menyampaikan urutan 3 (tiga) pemenang utama dan 1 (satu) juara favorit beserta keunggulannya. “Festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2021 dilakukan oleh […]

  • Danrem 161/WS Bekali Ribuan Mahasiswa Unwira Wawasan Kebangsaan

    Danrem 161/WS Bekali Ribuan Mahasiswa Unwira Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sebanyak  1.926 calon mahasiswa (cama) Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira) menerima pembekalan tentang wawasan kebangsaan dari Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M. pada Jumat, 16 Agustus 2024 di aula Sta. Maria Immaculata. Di hadapan mahasiswa baru yang sedang melaksanakan masa orientasi, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes menjelaskan […]

  • Andre Garu Ringankan Beban Ratusan Orang Tua Mahasiswa di Bajawa

    Andre Garu Ringankan Beban Ratusan Orang Tua Mahasiswa di Bajawa

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa | Ratusan orang tua mahasiswa penerima beasiswa usulan di Bajawa, Kabupaten Ngada, berkumpul untuk bertemu dengan calon Wakil gubernur NTT nomor urut 3, Adrianus Garu atau Andre Garu. Pertemuan yang berlangsung di aula Gereja MBC pada Sabtu, 28 September 2024, menjadi ajang bagi orang tua untuk menyampaikan rasa terima kasih mereka atas usaha Andre […]

expand_less