Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Pentingnya Jadi Ayah Hebat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 12 Jan 2020
  • visibility 182
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Derry Fahrizal Ulum

Pemberian pola asuh dan hubungan dalam rumah tangga memberikan pengaruh bagi perkembangan anak, yang pelaksanaannya dipengaruhi oleh konteks. Sebagai orang pertama yang berinteraksi dengan anak dalam keluarga, orang tua atau pengasuh memainkan peran penting dalam perkembangan anak, terutama selama masa kanak-kanak hingga usia pra-sekolah.

Banyak penelitian secara global menyatakan bahwa gaya pengasuhan dalam keluarga memiliki peran penting dalam berbagai fase perkembangan anak. Berbagai faktor telah mempengaruhi fungsi pengasuhan, yakni sistem makro (mengacu pada nilai-nilai budaya, tradisi, dan hukum) serta sistem mikro (mengacu pada hubungan dan interaksi antara orang tua/pengasuh dengan anak-anak mereka).

Indonesia adalah negara yang memperjuangkan nilai-nilai yang kuat seperti rasa kekeluargaan dan rasa memiliki yang kuat terhadap keluarga–bahkan tidak jarang keluarga di sini tidak hanya terdiri dari keluarga inti (ayah, ibu, anak), namun juga keluarga besar (ayah, ibu, anak, ditambah dengan anggota keluarga lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, dan sebagainya) yang tinggal di satu rumah atau berdekatan, serta saling turut terlibat dalam suatu keputusan anggota keluarga.

Orang Indonesia juga cenderung menghargai kebijaksanaan, moral, dan norma masyarakat. Studi terbatas dari Bank Dunia pada tahun 2015 yang meninjau Program Pendidikan Pengasuhan di Indonesia menyarankan bahwa praktik pengasuhan saat ini perlu mengurangi – bahkan menghilangkan – praktik hukuman fisik oleh orang tua atau pengasuh untuk melindungi kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Memahami sikap, pengetahuan, pemahaman, dan praktik pengasuhan saat ini sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan serta pendorong dan hambatan agar dapat mempromosikan praktik yang baik demi peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Di Aceh misalnya, penelitian tahun 2018 yang dilakukan oleh Amani, Savitri, dan Bintari yang berjudul Pelibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak di Aceh menunjukkan bahwa banyak pengasuhan sebagian besar dilakukan oleh para ibu dengan dukungan terbatas dari ayah, karena anggapan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab ibu.

Situasi ini tentunya menjadi tantangan bagi banyak perempuan yang hidup dalam rumah tangga miskin karena kebanyakan dari mereka terlibat dalam mencari nafkah untuk memperoleh uang tambahan di samping melakukan urusan rumah tangga rutin. Dengan beban ini, para ibu mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pengetahuan baru tentang pengasuhan anak dan mereka bergantung pada tradisi lokal tentang cara merawat bayi mereka.

Misalnya, banyak ibu di Aceh yang tidak mengerti atau memiliki pemahaman yang salah tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang baru lahir. Temuan dari suatu penelitian dari UNICEF menceritakan bahwa seorang ibu di Lhok Nga, Aceh mengatakan bahwa ia biasa memberikan pisang dan madu kepada bayinya yang berusia 3 bulan. Bagi banyak ibu di sini, ketika bayi menangis setelah disusui, ibu menganggapnya sebagai rasa lapar dan berpikir bahwa ia membutuhkan lebih banyak asupan dibandingkan hanya sekadar ASI.

Data tahun 2016 dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa hanya 23,5% bayi baru lahir di Aceh yang menerima pemberian ASI ekslusif selama enam bulan. Keterlibatan ayah dalam hal ini menjadi signifikan dan karena itu perlu disadari pentingnya menemukan saluran yang tepat untuk membuat ayah sadar akan perannya untuk mendukung para ibu dalam mengasuh anak-anak mereka.

Ayah seringkali kurang terwakili dalam intervensi atau program tentang pengasuhan, padahal mereka adalah target penting untuk dilibatkan. Dalam sebuah temuan jurnal, melaporkan bahwa ayah berkeyakinan intervensi atau program pengasuhan diperuntukkan bagi ibu, dan bahwa yang harus hadir utamanya adalah ibu.

Selain itu, kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan minat dalam intervensi pengasuhan menjadi alasan lainnya. Sehingga, diperlukan penggunaan pesan yang secara khusus memang menargetkan ayah, misalnya ‘Program Menjadi Ayah Hebat’.

Hambatan lain dalam penelitian tersebut juga membahas keyakinan ayah mengenai peran gender tentang pengasuhan dan orang tua. Ayah menganggap dirinya sebagai orang tua yang ‘melindungi’ dan ‘maskulin’ (sebagai penyedia kebutuhan keluarga dan penjaga kedisiplinan anak) dibandingkan peran ibu yang berbeda (misalnya: urusan-urusan domestik). Dengan demikian, ayah yang memiliki anggapan tersebut cenderung memiliki penolakan untuk terlibat dalam intervensi.

Intervensi pengasuhan bertujuan untuk mengubah sikap dan keyakinan serta praktik pengasuhan sehingga ada kemungkinan bahwa intervensi mengubah keyakinan maskulin menjadi penting agar ibu dan ayah berbagi peran. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa ayah yang memiliki keyakinan norma-norma maskulin menunjukkan praktik pengasuhan yang kurang positif, dan mengasuh dengan lebih keras, dan ini adalah perilaku yang perlu diubah melalui intervensi. Studi ini juga menemukan bahwa ayah yang menganut kepercayaan maskulin meminimalkan dirinya untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Dengan demikian, ayah dengan kepercayaan yang lebih maskulin mungkin mendapat manfaat paling besar dari program pengasuhan jika mereka pada akhirnya mau terlibat dalam intervensi, dan pesan mengenai pentingnya keterlibatan ayah mungkin sangat penting bagi ayah.

Program-program dan penelitian di masa depan perlu bertujuan untuk menargetkan ayah yang menganut kepercayaan maskulin dalam mengasuh anak, dan mengeksplorasi penggunaan strategi khusus untuk melunturkan keyakinan ini.

Mari menjadi ayah hebat yang ikut aktif mengasuh anak secara positif! (*)

(*/Penulis merupakan pegiat anak)
Editor (+rony banase) Foto oleh titikdua.net

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marak Jual Beli Surat Negatif Covid-19, Polri Pantau RS dan Lab Nakal

    Marak Jual Beli Surat Negatif Covid-19, Polri Pantau RS dan Lab Nakal

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Satgas Covid-19 mengeluarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama Ramadan 1442 Hijriyah. Suat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Pengetatan dilakukan dari mulai H-14 peniadaan mudik periode […]

  • Kapolres Belu Pastikan Penahanan Akulina Dahu Ditangguhkan

    Kapolres Belu Pastikan Penahanan Akulina Dahu Ditangguhkan

    • calendar_month Jum, 8 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kapolres Belu, AKP Khairul Saleh berjanji bahwa hari ini tersangka Akulina Dahu (AD) yang ditahan Polres Belu atas kasus dugaan pidana pelanggaran Pemilu dalam hajatan Pilkada Belu, segera dilakukan penangguhan. Demikian dikatakan Khairul Saleh di hadapan massa aksi Aliansi Peduli Kemanusiaan yang merupakan gabungan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Forum […]

  • Legalisasi Arak Bali, Upaya Pemprov Bali Jadikan Arak Sebagai ‘Welcome Drink’

    Legalisasi Arak Bali, Upaya Pemprov Bali Jadikan Arak Sebagai ‘Welcome Drink’

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau distilasi khas Bali disahkan oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., bertempat di Jaya Sabha yang merupakan kediaman resmi Gubernur Bali, pada Rabu, 5 Februari 2020. Upaya ini untuk mem-branding arak yang merupakan minuman […]

  • Ayo ‘Vote’ Nadia Riwu Kaho Miss Indonesia NTT 2020 !

    Ayo ‘Vote’ Nadia Riwu Kaho Miss Indonesia NTT 2020 !

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Medio Desember 2019 melalui surat dari RCTI, salah satu anak kebanggaan Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil lolos seleksi pemilihan Miss Indonesia 2020, Nadia Riwu Kaho, anak kedua dari empat bersaudara, buah hati dari Uly Riwu Kaho dan Roska Riwu Kaho. Kini, pemilik nama lengkap Tengah Araminta Nadia Riwu Kaho yang […]

  • Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    Presiden Lantik Dua Menteri & Satu Kepala Lembaga Masa Bakti 2019—2024

    • calendar_month Rab, 28 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik dua menteri Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode 2019—2024 serta satu kepala lembaga pemerintah non-kementerian pada Rabu, 28 April 2021 di Istana Negara. Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para menteri yang dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang […]

  • Tips Kesehatan Jiwa Menghadapi Situasi Dampak Pandemi Covid-19

    Tips Kesehatan Jiwa Menghadapi Situasi Dampak Pandemi Covid-19

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Di tengah Pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk menjaga, tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Untuk memelihara kesehatan mental saat kondisi Pandemi Covid-19 terjadi, beberapa tips dapat dipraktikkan oleh masyarakat. Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ menyampaikan tips tersebut saat melakukan konferensi pers di Media […]

expand_less