Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Berantas Judi, Pemda Belu Gelar Rapat Tindak Lanjut Perintah Gubernur NTT

Berantas Judi, Pemda Belu Gelar Rapat Tindak Lanjut Perintah Gubernur NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2020
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Sebagai upaya menindaklanjuti perintah Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam kunjungan kerjanya di Belu beberapa waktu lalu untuk memberantas judi, Pemkab Belu menggelar pertemuan bersama Kapolres Belu, Dandim Belu/1605, Kajari Belu, Satgas Yonif 744, tokoh agama (pastor, suster, pendeta), dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Belu di Ruang Rapat Bupati pada Jumat, 28 Februari 2020 siang.

Agenda pembahasan yang disampaikan Bupati Belu Wilibrodus Lay dalam pertemuan itu, selain perjudian yang menjadi sorotan utama VBL, juga dampaknya bagi kehidupan masyarakat luas; Masalah virus ASF yang menyerang ternak babi; Curah hujan yang tidak menentu; dan Air bersih.

“Pak Gubernur minta dua hal menyangkut judi dan anak putus sekolah. Terkait judi dalam rapat bersama gubernur, judi di Kabupaten Belu sangat marak. Di Belu juga angka anak tidak bersekolah sangat tinggi,” kata Bupati.

Willy Lay menuturkan, perlu ada kesepakatan untuk membentuk satuan petugas (satgas) agar perjudian di Kabupaten Belu bisa diberantas secara lebih baik. “Kita tidak bisa mencabut (perjudian,red) sampai ke akar- akarnya, karena ini menyangkut peradaban manusia,” alas Bupati Belu lagi.

Willy Lay meminta kerja sama semua pihak untuk memberantas judi di Belu secara bersama. Bahkan menurutnya, ada yang sudah menjadikan judi ini sebagai mata pencarian hingga mengakibatkan dampak ikutan, seperti anak tidak bersekolah dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Judi yang merajalela di Belu ini BG (Bola Guling) dan Sabung ayam,” ulasnya menambahkan.

Kapolres Belu Cliffry S Lapian mengatakan, dari pihak kepolisian akan komitmen dan konsisten dalam memberantas perjudian ini. Cliffry mengusulkan, untuk memberantas judi, perlu mengubah terlebih dahulu mindset-nya masyarakat bahwa judi bukan budaya.

“Saya masih di tempat lain, saya sudah mendengar ada judi di Belu. Ada yang mengatasnamakan budaya (kalau mau berjudi,red). Kita beri dulu pemahaman kepada masyarakat. Tapi kalau judi sudah disepakati bersama sebagai budaya, maka kita akan lakukan penyesuaian. Jika ada kearifan lokal akan disesuaikan,” urainya.

Tampak Tokoh agama (pastor, suster, pendeta), dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Belu di Ruang Rapat Bupati pada Jumat, 28 Februari 2020 siang 

Kajari Belu, Alfons Loe Mau mengutarakan, kalau berbicara tentang masalah judi, sudah ada sejak manusia ada. Karena itu, harus dibahas lantaran dampaknya banyak seperti anak tidak sekolah dan KDRT. Yang namanya budaya itu, lanjut Loe Mau, sebenarnya satu kebiasaan baik. Tetapi, kalau kebiasaan yang buruk itu bukan budaya.

“Yang makin marak di sini sabung ayam dan terjadwal yang melibatkan banyak orang; Bola guling; Kupon putih. Kami sepakat untuk kita sama- sama berantas. Kita satukan komitmen untuk berantas judi. Karena itu, kami mohon dukungan dari berbagai stakeholder dalam upaya berantas judi,” sebutnya.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan menegaskan bahwa judi itu dilarang. Semua komponen harus sepakat untuk tidak boleh ada. “Yang bisa tangkap itu polres. Paling tidak berikan instruksi ke bawah untuk judi dalam bentuk apa pun tidak boleh ada. Nomor handphone (hp) harus dikasih ke masyarakat. Tolong (dilaporkan) kalau ada orang judi . Jaringan itu yang dibentuk menjadi tim, termasuk camat dan kepala desa. Orang Belu itu harus ditindak! Kalau dikasih arahan saja, mereka tidak takut,” beber Ose Luan.

JT Ose Luan pun berujar tentang apa bedanya judi dan curi. Menurutnya, keduanya sama- sama jahat. “Dan kalau camat mana yang masyarakatnya judi, kita periksa dan copot. Kalau ada judi, kasih informasi lewat SMS, WA dan Inbox (messenger), ” pintanya.

Di akhir pertemuan itu, forum bersepakat untuk dibentuk segera satuan petugas (satgas) pemberantasan judi. Selain itu, kesempatan diberikan kepada Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Kajari, Dandim, Danion Satgas Yonif 744 untuk menyebutkan nomor telepon dan disimpan oleh semua peserta yang hadir. Dengan harapan, jika ada tindakan perjudian segera dilaporkan, terutama kepada pihak kepolisian. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teroris Penyerang Mabes Polri Simpatisan ISIS, Kapolri Ungkap Isi Map Kuning

    Teroris Penyerang Mabes Polri Simpatisan ISIS, Kapolri Ungkap Isi Map Kuning

    • calendar_month Kam, 1 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA. “Bernama ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognation, sesuai,” urai Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu, 31 Maret 2021. Baca juga : […]

  • Pilkada di Tengah Pandemi, Menko Mahfud: Jaga Situasi Tetap Kondusif

    Pilkada di Tengah Pandemi, Menko Mahfud: Jaga Situasi Tetap Kondusif

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD meminta penyelenggara Pilkada Serentak, peserta pilkada, Pemerintah Daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar situasi tetap berlangsung kondusif hingga di tanggal pelaksanaan pada 9 Desember 2020. “Dua belas hari ke depan kita jangan sampai lengah, kita jaga betul agar situasi tetap kondusif. Masa tenang […]

  • Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    • calendar_month Sel, 15 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Kelor atau Marungga dengan nama latin Moringa oleifera; akhir ini menjadi perbincangan dan mendapat porsi dengan perhatian ekstra dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal rutin dikonsumsi dan menjadi tren pangan lokal. Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sejak awal telah berkomitmen dan konsisten menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan […]

  • Kalimantan Utara Komitmen Hapus Kekerasan Perempuan & Anak

    Kalimantan Utara Komitmen Hapus Kekerasan Perempuan & Anak

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kalimantan Utara, gardaindonesia.id – “Kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtP/A), serta pelecehan seksual terhadap anak akhir-akhir ini memiliki modus dan karakteristik yang semakin tidak berperikemanusiaan. Kejadian yang disebut “darurat” kekerasan oleh Kepala Negara kita ini dapat menimpa siapa saja termasuk keluarga kita.” Ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise pada saat membuka pelatihan Pengarusutamaan […]

  • Langkah Visioner Eky Gonang Inisiasi Export Center NTT

    Langkah Visioner Eky Gonang Inisiasi Export Center NTT

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Membangun jembatan ekspor dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke dunia. NTT memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga kerajinan tangan khas daerah. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana produk-produk unggulan ini bisa menjangkau pasar global secara lebih luas dan berkelanjutan. Eky Gonang, seorang dokter, pengusaha, dan inovator, kini mengambil langkah […]

  • Upah Minimum Provinsi NTT Tahun 2025 Naik 6,5% dari Tahun 2024

    Upah Minimum Provinsi NTT Tahun 2025 Naik 6,5% dari Tahun 2024

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto menegaskan kepada perusahaan dan usaha-usaha sosial yang telah memberikan upah lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi NTT, dilarang mengurangi atau menurunkan upah tersebut.   Kupang | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan upah minimum provinsi atau UMP tahun 2025. Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, […]

expand_less