Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Dampak Corona di NTT, Pelabuhan Ditutup & Frekuensi Penerbangan Dikurangi

Dampak Corona di NTT, Pelabuhan Ditutup & Frekuensi Penerbangan Dikurangi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris Bidang Pengendalian Pintu Masuk Keluar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, S.T., M.M. menegaskan, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di bidang perhubungan tidak berubah.

“Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelum-sebelumnya; kalau di bandara belum kita tutup tetapi yang terjadi adalah memang pengurangan frekuensi penerbangan. Itu juga karena maskapai penerbangan (airlines) sendiri yang mengambil kebijakan demikian,” tandas Isyak Nuka kepada pers di Kupang, pada Senin, 20 April 2020.

Dia mengaku, di dalam wilayah NTT umumnya masih dilayani oleh Wings Air dan Nam Air. “Kalau yang keluar masih ada Garuda, Lion Air, Batik Air dan City Link. Namun itu pun sudah banyak yang berkurang frekuensi penerbangannya. Ke depan kita akan meminta kepada pengelola bandara dalam hal ini pihak Angkasa Pura I mengurangi jam operasionalnya; kalau yang biasa dari pagi sampai malam. Maka berkaitan dengan pencegahan Covid-19 ini diminta supaya jam operasional mereka dikurangi sampai pukul 18.00 WITA atau jam 6 sore saja,” jelas mantan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT

Terkait video yang viral di media sosial warga masyarakat yang masih tertahan di Sape Kabupaten Bima Provinsi NTB, lanjut Isyak Nuka, semuanya disebabkan oleh ketidaktahuan mereka saja. “Mungkin 1—2 hari yang menjadi viral di media khususnya di pintu masuk sampai Labuan Bajo dan Lembor – Waingapu masih ada; semua itu lebih banyak dikarenakan ketidaktahuan dari para saudara kita terutama anak-anak mahasiswa,” ucap dia, berargumen.

Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka saat memberikan keterangan pers pada Senin, 20 April 2020 di Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT (Foto oleh Very Guru)

Sejumlah warga masyarakat yang berada di luar NTT, sambung dia, tidak mendapatkan informasi adanya pelarangan pelayaran. “Nah, terhadap mereka ini kita masih memberikan toleransi. Semata-mata alasannya kemanusiaan. Sekali lagi saya tekankan karena ketidaktahuan mereka terhadap informasi adanya penutupan,” tandas dia sembari menambahkan dari waktu ke waktu disosialisasikan terutama kepada rekan kerja perhubungan baik Kadis Perhubungan di NTB, di Bali, dan di Jawa Timur.

Kebijakan yang diambil Pemprov NTT, kata Isyak Nuka, sesungguhnya hanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT. “Kita di NTT mengambil kebijakan ini dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 secara lebih meluas dengan melarang penumpang untuk tidak melakukan perjalanan atau bepergian,” ujarnya seraya melanjutkan, “Hal ini saya pikir sudah sejalan dengan imbauan dan larangan pemerintah untuk melakukan social distancing.”

Dia berharap kebijakan yang diambil Pemprov NTT ini dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat NTT. “Sekali lagi semata mata untuk itu. Untuk diketahui oleh rekan-rekan media, virus ini belum ada obatnya. Karena itu, langkah antisipatif kita satu-satunya adalah memutus mata rantai. Memutus mata rantai menurut pemahaman kami adalah meniadakan sama sekali transportasi,” ungkap Kadis Perhubungan Provinsi NTT.

Ini karena selama masih ada pergerakan manusia dalam jumlah yang banyak seperti itu maka angkanya akan terus meningkat. “Beri kita ruang. Penutupan atau pelarangan semata- mata untuk memberi ruang kepada kita; yang karena keterbatasan sarana prasarana, tenaga, terutama tenaga kesehatan, para relawan kita agar juga mempersiapkan tempat-tempat karantina terpusat, mempersiapkan peralatan mereka, mempersiapkan mereka melatih tenaga-tenaga kesehatan kita. Untuk itu, kita mohon pengertian dari sanak saudara kita. Kita berdoa supaya bencana ini segera selesai sehingga tidak perlu kita tutup sampai tanggal 30 Mei 2020,” pungkasnya.

Ikut hadir Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama dan Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) ulang tahun ke–57 pada Rabu, 20 Oktober 2021. Bertepatan usia partai di atas setengah abad ini, Dewan Pimpinan Daerah tingkat II Belu, Provinsi NTT bersama segenap kader dan pengurus mengisinya dengan menyelenggarakan tiga jenis kegiatan utama, di antaranya melayani  7.600 dosis vaksinasi Covid–19 bagi masyarakat umum di […]

  • ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

    ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Guna meningkatkan kesadaran berbagai pihak terkait peran perempuan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, menghimpun informasi tentang pemberdayaan perempuan dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang responsif gender, maka ICRAF Indonesia menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPPPA NTT) dan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan […]

  • Pemerintah Siapkan Peta Jalan Pendidikan 2020—2035

    Pemerintah Siapkan Peta Jalan Pendidikan 2020—2035

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perubahan global serta disrupsi teknologi yang berdampak pada seluruh sektor, termasuk pendidikan, menuntut adanya adaptasi atau penyesuaian terhadap sistem pendidikan mulai dari prasekolah, dasar, menengah, vokasi, hingga pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dari perubahan besar yang ada saat ini. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait menggelar […]

  • NTT Darurat TPPO, Presiden: Tak Ada ‘Becking’ Bagi Penjahat

    NTT Darurat TPPO, Presiden: Tak Ada ‘Becking’ Bagi Penjahat

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menghelat rapat terbatas mengenai permasalahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 30 Mei 2023. Pada rapat tersebut, Presiden Jokowi menyatakan akan melakukan restrukturisasi satuan tugas tim TPPO untuk segera mengambil langkah cepat dalam penanganan permasalahan tersebut. “Presiden tadi menyatakan melakukan restrukturisasi […]

  • Ayo Berubah—Menuju Kota Kupang ‘Smart City’

    Ayo Berubah—Menuju Kota Kupang ‘Smart City’

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Memasuki tahun kedua kepemimpinan Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man pada 22 Agustus 2019 mendatang, sejak dilantik pada 22 Agustus 2017 silam, banyak yang telah dilakukan. Berbagai aksi pembangunan terus digenjot untuk mewujudkan Kota Kupang maju dan mandiri. Pada usia yang […]

  • Hari Batik Nasional – Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J Membatik Motif Lokal

    Hari Batik Nasional – Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J Membatik Motif Lokal

    • calendar_month Sel, 2 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Hari Batik Nasional yang diperingati pada setiap tanggal 2 Oktober bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pengakuan terhadap batik […]

expand_less