Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Seumpama, maling atau perampok menjarah rumah Anda, lalu menggebuki Anda sang pemilik rumah. Tapi, kemudian orang malah menyalahkan Anda lantaran tidak memasang alarm. Lalu, Anda pun dipersalahkan lantaran selama ini sering update status di medsos tentang makanan, baju baru yang Anda beli, atau jam tangan yang keren. Katakanlah secara ekstrem Anda termasuk kalangan yang suka ‘flexing’ begitu.

Bagaimana? Apakah si maling atau perampok yang telah menjarah rumah serta menggebuki Anda itu – demi analisa yang berimbang – lalu bisa diringankan kesalahannya? Bahwa Anda digebuki dan rumah Anda dijarah itu adalah “wajar” sebagai konsekuensi sosial yang mesti Anda tanggung? Sekali pun Anda termasuk ‘Flexing’?

Itulah kira-kira gambaran sederhana tentang penyesatan logika terhadap situasi pengeroyokan Ade Armando baru-baru ini. Oleh sementara kalangan dibilang bahwa itu cuma “konsekuensi sosial” dari ulah “kekerasan narasi” Ade Armando di ruang publik. Katanya inilah dasar dari “analisa yang berimbang”. Duh!

Padahal, justru persis di situlah cacat logika, atau sesat berpikirnya.

Ade Armando, katakanlah bernarasi tentang apa yang ia anggap perlu untuk ditanggapi dalam wacana ruang publik. Maka apa pun yang dikatakan Ade Armando di ruang publik itu seharusnya dijawab dengan narasi tandingan (counter-narrative) yang juga argumentatif (logis) sifatnya.

Dengan begitu, terbangunlah suatu wacana (diskursus) publik yang sehat. Sehat artinya ya mencerdaskan, menambah pengetahuan, atau membuka wawasan (horizon pemikiran). Tapi, kalau kemudian malah memelintir isu pokok argumentasi dengan labelisasi sebagai “penista ini-itu” maka dialektika progresifnya pun hancur berantakan. Padahal Ade Armando sama sekali tidak (bermaksud) menista ini maupun itu.

Ini semacam Strawman Fallacy? Sesat logika dengan mengubah argumen lawan menjadi argumen baru (bisa dengan labelisasi tertentu) untuk kemudian diserang. Padahal argumen itu sama sekali tidak dikatakan atau dimaksudkannya. Sampai akhirnya ia jadi seperti “orang-orangan sawah” sebagai pengganti lawan bicara untuk diserang terus menerus.

Lagi pula, term “kekerasan narasi” itu pun mesti jelas dulu apa maknanya? Apakah soal kerasnya argumentasi Ade Armando? Artinya argumentasinya itu solid. Atau kah ia kasar dalam berbicara?

Apakah ia telah “menyinggung perasaan”? Argumentasi mana yang dianggap “menyinggung perasaan”? Menyinggung perasaannya siapa? Dan kenapa tersinggung? Atau kah – jangan-jangan – cuma lantaran argumentasinya tak mampu direspons maka jadi sakit hati? Baper?

Sehingga katanya – demi analisa yang berimbang – maka “bisa dimengertilah” kalau sekarang ia dianiaya oleh mereka yang selama ini jadi “korban kekerasan narasi”-nya Ade Armando. Waduh… ini pembenaran sepihak yang – maaf – ngawur. Labelisasi terhadap Ade Armando soal “penista ini-itu” pun bukankah hanya sepihak? Dan dengan semena-mena juga bukan?

Perlu diingat, bahwa di sini kita tidak (belum) bicara soal benar-salahnya narasi siapa. Karena justru dalam keberanian serta kemampuan berargumentasi dalam ruang publik (artinya bernarasi, artinya otak-atik-otak bukan saling-betot-otot) dalam wacana publik yang sehat maka kebenaran itu bakal semakin terkuak.

Narasi dijawab dengan narasi-tandingan yang lebih cerdas, bukan dibalas dengan persekusi-sadis yang lebih cadas!

Akhirnya, sekarang kita bisa mengerti jika Evelyn Beatrice Hall penulis biografi filsuf/sastrawan Voltaire dalam menggambarkan keyakinan Voltaire, menulis frasa:

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.” (Saya tidak sependapat denganmu, namun akan kubela mati-matian hak kamu untuk mengatakannya).

Bukankah itu esensi demokrasi? Politik narasi, bukan politik persekusi!

Rabu, 13 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lonjakan Pemudik 65%, Kapolri Imbau Warga Atur Waktu Mudik

    Lonjakan Pemudik 65%, Kapolri Imbau Warga Atur Waktu Mudik

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Banten, Garda Indonesia | Polri memprediksi adanya lonjakan pemudik pada tahun 2024 dibandingkan momen sebelumnya. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), setidaknya ada peningkatan 65% masyarakat yang mudik dibandingkan 2023. Menilik kondisi tersebut, maka Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat yang akan mudik bisa mengatur waktu perjalanan. Hal itu menjadi cara agar […]

  • QRIS Bank NTT di Kampung Adat Bena

    QRIS Bank NTT di Kampung Adat Bena

    • calendar_month Sen, 9 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Kesempatan berharga dapat mengunjungi salah satu dari empat kampung adat di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur; tuntasnya impian ini berkat  dari Bank NTT guna meliput kunjungan kerja pemegang saham pengendali (PSP), Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho pada 13—15 April 2022. Ya, impian agar dapat langsung […]

  • Hari Anak Nasional 2024, Srikandi PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan

    Hari Anak Nasional 2024, Srikandi PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | Menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2024, Srikandi PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengunjungi dan menyalurkan bantuan pangan dan pendidikan kepada anak-anak yang tergabung dalam Yayasan Peduli Anak di Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Srikandi PLN UIP Nusra hadir bercengkerama dengan pengasuh dan anak-anak Yayasan Peduli Anak sekaligus […]

  • Wisatawan Timor Leste Sambut Gembira Festival Wonderful Indonesia di Belu

    Wisatawan Timor Leste Sambut Gembira Festival Wonderful Indonesia di Belu

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wisatawan asal Timor Leste yang melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara TImur sangat antusias dan gembira saat menghadiri penutupan Festival Wonderful Indonesia (FWI) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani, saat penutupan […]

  • “Gender Equilibrium“ dalam Kiprah Politik Nasional

    “Gender Equilibrium“ dalam Kiprah Politik Nasional

    • calendar_month Kam, 2 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Siaran Pers Nomor: B-127/Set/Rokum/MP 01/08/2018 Kemen PPPA RI Malang,gardaindonesia.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise,Kamis/2 Agustus 2018, menghadiri Muktamar ke-XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kota Malang—Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang dan memberikan speech dalam kuliah umum bertajuk “Peran Perempuan dalam Kiprah Politik Nasional”. Menteri PPPA, Yohana Yembise mengatakan perempuan dan anak menjadi […]

  • Warga Kupang Mengeluh, Pandawa Ganjar Bantu Air Bersih

    Warga Kupang Mengeluh, Pandawa Ganjar Bantu Air Bersih

    • calendar_month Ming, 19 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kesulitan air bersih mulai dirasakan warga di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, ketersediaan air di desa mereka mulai mengering, hal tersebut sontak dikeluhkan oleh sejumlah warga setempat. Melihat kondisi tersebut, Pandawa Ganjar menginisiasi penyediaan air bersih dengan menyediakan 5.000 liter air bersih untuk digunakan warga. Selain itu, […]

expand_less