Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Seumpama, maling atau perampok menjarah rumah Anda, lalu menggebuki Anda sang pemilik rumah. Tapi, kemudian orang malah menyalahkan Anda lantaran tidak memasang alarm. Lalu, Anda pun dipersalahkan lantaran selama ini sering update status di medsos tentang makanan, baju baru yang Anda beli, atau jam tangan yang keren. Katakanlah secara ekstrem Anda termasuk kalangan yang suka ‘flexing’ begitu.

Bagaimana? Apakah si maling atau perampok yang telah menjarah rumah serta menggebuki Anda itu – demi analisa yang berimbang – lalu bisa diringankan kesalahannya? Bahwa Anda digebuki dan rumah Anda dijarah itu adalah “wajar” sebagai konsekuensi sosial yang mesti Anda tanggung? Sekali pun Anda termasuk ‘Flexing’?

Itulah kira-kira gambaran sederhana tentang penyesatan logika terhadap situasi pengeroyokan Ade Armando baru-baru ini. Oleh sementara kalangan dibilang bahwa itu cuma “konsekuensi sosial” dari ulah “kekerasan narasi” Ade Armando di ruang publik. Katanya inilah dasar dari “analisa yang berimbang”. Duh!

Padahal, justru persis di situlah cacat logika, atau sesat berpikirnya.

Ade Armando, katakanlah bernarasi tentang apa yang ia anggap perlu untuk ditanggapi dalam wacana ruang publik. Maka apa pun yang dikatakan Ade Armando di ruang publik itu seharusnya dijawab dengan narasi tandingan (counter-narrative) yang juga argumentatif (logis) sifatnya.

Dengan begitu, terbangunlah suatu wacana (diskursus) publik yang sehat. Sehat artinya ya mencerdaskan, menambah pengetahuan, atau membuka wawasan (horizon pemikiran). Tapi, kalau kemudian malah memelintir isu pokok argumentasi dengan labelisasi sebagai “penista ini-itu” maka dialektika progresifnya pun hancur berantakan. Padahal Ade Armando sama sekali tidak (bermaksud) menista ini maupun itu.

Ini semacam Strawman Fallacy? Sesat logika dengan mengubah argumen lawan menjadi argumen baru (bisa dengan labelisasi tertentu) untuk kemudian diserang. Padahal argumen itu sama sekali tidak dikatakan atau dimaksudkannya. Sampai akhirnya ia jadi seperti “orang-orangan sawah” sebagai pengganti lawan bicara untuk diserang terus menerus.

Lagi pula, term “kekerasan narasi” itu pun mesti jelas dulu apa maknanya? Apakah soal kerasnya argumentasi Ade Armando? Artinya argumentasinya itu solid. Atau kah ia kasar dalam berbicara?

Apakah ia telah “menyinggung perasaan”? Argumentasi mana yang dianggap “menyinggung perasaan”? Menyinggung perasaannya siapa? Dan kenapa tersinggung? Atau kah – jangan-jangan – cuma lantaran argumentasinya tak mampu direspons maka jadi sakit hati? Baper?

Sehingga katanya – demi analisa yang berimbang – maka “bisa dimengertilah” kalau sekarang ia dianiaya oleh mereka yang selama ini jadi “korban kekerasan narasi”-nya Ade Armando. Waduh… ini pembenaran sepihak yang – maaf – ngawur. Labelisasi terhadap Ade Armando soal “penista ini-itu” pun bukankah hanya sepihak? Dan dengan semena-mena juga bukan?

Perlu diingat, bahwa di sini kita tidak (belum) bicara soal benar-salahnya narasi siapa. Karena justru dalam keberanian serta kemampuan berargumentasi dalam ruang publik (artinya bernarasi, artinya otak-atik-otak bukan saling-betot-otot) dalam wacana publik yang sehat maka kebenaran itu bakal semakin terkuak.

Narasi dijawab dengan narasi-tandingan yang lebih cerdas, bukan dibalas dengan persekusi-sadis yang lebih cadas!

Akhirnya, sekarang kita bisa mengerti jika Evelyn Beatrice Hall penulis biografi filsuf/sastrawan Voltaire dalam menggambarkan keyakinan Voltaire, menulis frasa:

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.” (Saya tidak sependapat denganmu, namun akan kubela mati-matian hak kamu untuk mengatakannya).

Bukankah itu esensi demokrasi? Politik narasi, bukan politik persekusi!

Rabu, 13 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Oeekam dan PLN Gotong Royong Pulihkan Listrik Padam Diterpa Hujan Deras

    Warga Oeekam dan PLN Gotong Royong Pulihkan Listrik Padam Diterpa Hujan Deras

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Loading

    Sepanjang proses pemulihan, terlihat pemandangan menyentuh saat petugas dan masyarakat bahu-membahu mengangkat tiang listrik yang berat melintasi medan sulit, menegakkannya kembali, hingga membersihkan pohon di sekitar jaringan.   SoE | Hujan lebat yang memicu banjir di Kali Maiskolen, Desa Oeekam, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu, 17 Desember 2025, sempat memadamkan asa warga. Terjangan […]

  • Kolaborasi dengan Kalbe, 11 Provinsi Jadi Mitra Ekonomi Kementerian PPPA

    Kolaborasi dengan Kalbe, 11 Provinsi Jadi Mitra Ekonomi Kementerian PPPA

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada momentum peringatan Hari Perempuan Internasional, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) dan PT Kalbe Farma, Tbk. melalui Fatigon meresmikan secara simbolis kolaborasi dalam mendukung “Perempuan Kebanggaan Indonesia, Perempuan Wirausaha” di Kantor Kemen PPPA Jakarta pada Senin, 8 Maret 2021. Kolaborasi yang didukung juga oleh UN Women, UNDP, dan […]

  • PLN UIP Nusra Kebut Realisasi Pengembangan PLTP Ulumbu

    PLN UIP Nusra Kebut Realisasi Pengembangan PLTP Ulumbu

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai menghelat rapat persiapan pengadaan tanah access road STA 0+000 – 7+200 yang diselenggarakan oleh BPN Manggarai selaku ketua panitia pengadaan tanah dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu […]

  • ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    ‘Crazy Rich Medan’ Indra Kenz Bakal Diperiksa Bareskrim Polri

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri akan memeriksa Crazy Rich Medan, Indra Kesuma atau Indra Kenz pekan depan. Indra dilaporkan terkait kasus dugaan investasi bodong binary option melalui aplikasi Binomo. “Mungkin minggu depan (pemeriksaannya),” tutur Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya pada Jumat, 11 Februari 2022. Whisnu memastikan pihaknya akan memeriksa Indra. Namun, kata Whisnu, sejumlah saksi ahli […]

  • NU Kuat Jika Jemaah Kenyang dan Dompet Tebal

    NU Kuat Jika Jemaah Kenyang dan Dompet Tebal

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Loading

    Muzani juga menyamakan kondisi tersebut dengan kekuatan bangsa secara keseluruhan. Menurutnya, Indonesia akan kuat jika rakyatnya sehat, berpikir cerdas, dan memiliki pekerjaan.   Jakarta | Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menegaskan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama menjadi faktor penting bagi kekuatan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, […]

  • Sumbu Apresiasi Kantor Bahasa Provinsi NTT Kepada A A Nafis

    Sumbu Apresiasi Kantor Bahasa Provinsi NTT Kepada A A Nafis

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Kantor Bahasa Provinsi NTT mengapresiasikan hasil karya Haji Ali Akbar Navis (17 November 1924 – 22 Maret 2003; dikenal dengan nama A.A. Navis) seorang sastrawan, kritikus budaya, dan politikus Indonesia asal Sumatra Barat. Ia terkenal karena cerita pendeknya Robohnya Surau Kami (1956). Novelnya yang berjudul “Saraswati” diterbitkan kembali oleh Gramedia Pustaka Utama pada […]

expand_less