Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Seumpama, maling atau perampok menjarah rumah Anda, lalu menggebuki Anda sang pemilik rumah. Tapi, kemudian orang malah menyalahkan Anda lantaran tidak memasang alarm. Lalu, Anda pun dipersalahkan lantaran selama ini sering update status di medsos tentang makanan, baju baru yang Anda beli, atau jam tangan yang keren. Katakanlah secara ekstrem Anda termasuk kalangan yang suka ‘flexing’ begitu.

Bagaimana? Apakah si maling atau perampok yang telah menjarah rumah serta menggebuki Anda itu – demi analisa yang berimbang – lalu bisa diringankan kesalahannya? Bahwa Anda digebuki dan rumah Anda dijarah itu adalah “wajar” sebagai konsekuensi sosial yang mesti Anda tanggung? Sekali pun Anda termasuk ‘Flexing’?

Itulah kira-kira gambaran sederhana tentang penyesatan logika terhadap situasi pengeroyokan Ade Armando baru-baru ini. Oleh sementara kalangan dibilang bahwa itu cuma “konsekuensi sosial” dari ulah “kekerasan narasi” Ade Armando di ruang publik. Katanya inilah dasar dari “analisa yang berimbang”. Duh!

Padahal, justru persis di situlah cacat logika, atau sesat berpikirnya.

Ade Armando, katakanlah bernarasi tentang apa yang ia anggap perlu untuk ditanggapi dalam wacana ruang publik. Maka apa pun yang dikatakan Ade Armando di ruang publik itu seharusnya dijawab dengan narasi tandingan (counter-narrative) yang juga argumentatif (logis) sifatnya.

Dengan begitu, terbangunlah suatu wacana (diskursus) publik yang sehat. Sehat artinya ya mencerdaskan, menambah pengetahuan, atau membuka wawasan (horizon pemikiran). Tapi, kalau kemudian malah memelintir isu pokok argumentasi dengan labelisasi sebagai “penista ini-itu” maka dialektika progresifnya pun hancur berantakan. Padahal Ade Armando sama sekali tidak (bermaksud) menista ini maupun itu.

Ini semacam Strawman Fallacy? Sesat logika dengan mengubah argumen lawan menjadi argumen baru (bisa dengan labelisasi tertentu) untuk kemudian diserang. Padahal argumen itu sama sekali tidak dikatakan atau dimaksudkannya. Sampai akhirnya ia jadi seperti “orang-orangan sawah” sebagai pengganti lawan bicara untuk diserang terus menerus.

Lagi pula, term “kekerasan narasi” itu pun mesti jelas dulu apa maknanya? Apakah soal kerasnya argumentasi Ade Armando? Artinya argumentasinya itu solid. Atau kah ia kasar dalam berbicara?

Apakah ia telah “menyinggung perasaan”? Argumentasi mana yang dianggap “menyinggung perasaan”? Menyinggung perasaannya siapa? Dan kenapa tersinggung? Atau kah – jangan-jangan – cuma lantaran argumentasinya tak mampu direspons maka jadi sakit hati? Baper?

Sehingga katanya – demi analisa yang berimbang – maka “bisa dimengertilah” kalau sekarang ia dianiaya oleh mereka yang selama ini jadi “korban kekerasan narasi”-nya Ade Armando. Waduh… ini pembenaran sepihak yang – maaf – ngawur. Labelisasi terhadap Ade Armando soal “penista ini-itu” pun bukankah hanya sepihak? Dan dengan semena-mena juga bukan?

Perlu diingat, bahwa di sini kita tidak (belum) bicara soal benar-salahnya narasi siapa. Karena justru dalam keberanian serta kemampuan berargumentasi dalam ruang publik (artinya bernarasi, artinya otak-atik-otak bukan saling-betot-otot) dalam wacana publik yang sehat maka kebenaran itu bakal semakin terkuak.

Narasi dijawab dengan narasi-tandingan yang lebih cerdas, bukan dibalas dengan persekusi-sadis yang lebih cadas!

Akhirnya, sekarang kita bisa mengerti jika Evelyn Beatrice Hall penulis biografi filsuf/sastrawan Voltaire dalam menggambarkan keyakinan Voltaire, menulis frasa:

I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.” (Saya tidak sependapat denganmu, namun akan kubela mati-matian hak kamu untuk mengatakannya).

Bukankah itu esensi demokrasi? Politik narasi, bukan politik persekusi!

Rabu, 13 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS NTT : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2018 Tumbuh 5,14%

    BPS NTT : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2018 Tumbuh 5,14%

    • calendar_month Sen, 5 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id | Kepala Badan Pusat Statistik(BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia,S.E., M.Si., saat preskon bersama wartawan media cetak, elektronik dan online (Senin,5 November 2018) di Ruang Teleconfrence BPS, menyampaikan Laju Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) tumbuh sebesar 5,14% (lebih tinggi 0,14%) dibanding year on year triwulan III 2017 hanya sebesar 5,00%. Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 5,17% […]

  • Pencetak Baliho Kampanye Hitam Diduga Orang Dekat Jane Suryanto

    Pencetak Baliho Kampanye Hitam Diduga Orang Dekat Jane Suryanto

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Kuasa Hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA), Ali Antonius, S.H., resmi melaporkan oknum berinisial ADD ke Bawaslu NTT. Laporan tersebut dilayangkan lantaran ADD diduga kuat merupakan pelaku kampanye hitam atau black campaign terhadap SIAGA. Kampanye hitam tersebut melalui baliho yang […]

  • Percepat Penanganan Pasca gempa M7,2, BNPB Kerahkan Sumber Daya

    Percepat Penanganan Pasca gempa M7,2, BNPB Kerahkan Sumber Daya

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sumber daya, baik personel dan bantuan logistik, untuk percepatan penanganan pasca gempa bumi M 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Baca juga:  http://gardaindonesia.id/2019/07/17/enam-orang-meninggal-dunia-pasca-gempa-bumi-di-halmahera-selatan/ Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, menyampaikan pada Kamis pagi, 18 Juli 2018, Kepala BNPB Doni Monardo menuju ke Ternate […]

  • 39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    39 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Tanah Air Periode Januari—25 Juni 2020

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berdasarkan data SiskoTKLN yang terintegrasi dengan Simkim dari 1 Januari hingga 25 Juni 2020, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air mencapai 39.005. Gugus Tugas Nasional menerapkan protokol kepulangan sehingga penularan Covid-19 dari imported case dapat diminimalkan. Menghadapi kepulangan para PMI, Gugus Tugas Nasional bekerja sama dengan Badan […]

  • Penjual Bakso di Makassar Didenda 10 Miliar, Minta Perlindungan Presiden

    Penjual Bakso di Makassar Didenda 10 Miliar, Minta Perlindungan Presiden

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia |  Dalmasius Panggalo (57) warga Jalan Kelapa, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, meminta perlindungan hukum dan keadilan kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo usai divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Selain minta perlindungan ke Presiden RI, Dalmasius juga meminta perlindungan kepada Menkopolhukam RI, Mahfud MD; Menkumham RI, Yasonna Hamonangan; Ketua […]

  • Didemo, Konsolidasi Kader Partai Demokrat NTT Tetap Berjalan

    Didemo, Konsolidasi Kader Partai Demokrat NTT Tetap Berjalan

    • calendar_month Sab, 5 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat konsolidasi kader periode 2021—2026 pada Sabtu, 5 Februari 2022, pukul 10.00 WITA—selesai di Grand Mutiara. Konsolidasi kader di bawah kepemimpinan Leo Lelo tersebut dihadiri seluruh pengurus baru dan seluruh dewan pimpinan cabang (DPC) se-NTT. Tampak hadir Wakil Ketua Umum […]

expand_less