Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ahok vs Anies Soal Interpelasi: Ternyata Memang Beda Kelas!

Ahok vs Anies Soal Interpelasi: Ternyata Memang Beda Kelas!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
  • visibility 170
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Prinsipnya, kalau tidak ada yang ditutup-tutupi kenapa mesti takut ketika ditanya secara resmi (interpelasi) oleh parlemen? Tatkala Ahok “digerecoki” oleh DPRD DKI Jakarta (periode 2014–2019) lantaran usulan proyek-proyek mereka ditolak oleh Pemprov, maka mereka pun mengancam Ahok dengan akan menginterpelasi (meminta keterangan dari eksekutif).

Kejadiannya di tahun 2015, kekisruhan antara legislatif dengan pihak eksekutif terkait juga program e-budgeting yang diinisiasi Ahok.

Lalu apa jawaban Ahok waktu itu?

“Ayo dong anggota DPRD interpelasi, kenapa jadi takut interpelasi ya? Supaya kalau ada interpelasi kan hak Anda bertanya (terlaksana), kami eksekutif pun akan punya hak untuk menjawab. Sehingga, semua akan melihat yang sebenarnya, enggak usah ngomong ngalor ngidul gitu loh. Itu interpelasi sudah saya tunggu-tunggu loh.”

Ini menunjukkan bahwa dalam bekerja, administrasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini sangat transparan. Tak ada yang mesti ditutup-tutupi. Maka ia pun tak takut untuk buka-bukaan soal anggaran.

Versus gaya Anies saat inisiatif interpelasi ini diajukan oleh 2 fraksi (PDIP dan PSI) dengan total 33 anggota parlemen yang sudah menandatanganinya. Apa yang dilakukan Anies?

Anies malah mengundang 7 fraksi lainnya untuk bersantap di kediaman resminya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis 26 Agustus 2021 malam. Tujuannya untuk menggalang koalisi agar ketujuh fraksi itu menolak interpelasi.

Ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di benak kita.

Pertanyaan pertama, kenapa mesti menolak interpelasi? Apakah Anies tidak bisa (tidak mampu) untuk memberi keterangan resmi yang sebenar-benarnya dan seterang-terangnya kepada parlemen soal Formula-E? Ada apa?

Dan pertanyaan lanjutannya adalah, kenapa ketujuh fraksi itu kok mau datang ke kediaman resmi Gubernur? Bukankah dengan demikian para wakil rakyat itu malahan telah merendahkan harkat martabat lembaga legislatif?

Bukankah  legislatif dan eksekutif itu punya kedudukan politik yang setara? Bukankah legislatif itu justru punya fungsi pengawasan (kontrol) terhadap kerja administrasi pemerintahan (eksekutif)? Tapi kenapa sekarang malah bertandang malam-malam ke kediaman resmi kepala daerah untuk diberi makan?

Sekarang kita jadi teringat kembali soal program e-budgeting Ahok yang waktu itu juga jadi biang keributan dengan DPRD-nya.

Bukankah e-budgeting ini program yang bagus dalam rangka transparansi, keterbukaan. Dan juga bisa mempermudah kerja administrasi pemerintahan dalam mengelola anggaran (APBD) dengan terukur dan bersih.

Tapi sewaktu Anies Baswedan menduduki Balai Kota, ia malah menolak program ini dan katanya mau mengganti dengan apa yang dinamakannya smart-budgeting. Lalu sekarang sampai dimana itu program smart-budgeting?

Apakah sedemikian smart-nya program anggaran Anies ini sehingga para wakil-rakyat dan masyarakat luas sampai tidak tahu apa-apa alias gelap gulita dengan pengelolaan anggaran daerahnya?

Ribut-ribut di tahun 2015 antara parlemen dengan pemprov yang sampai mencuatkan wacana interpelasi terhadap Ahok itu pun akhirnya pupus dengan sendirinya. Justru DPRD-nya waktu itu yang keok, akhirnya mingkem. Rupanya takut sendiri untuk buka-bukaan dalam sesi interpelasi nantinya. Loh!

Lalu kabarnya setelah batal menginterpelasi, mereka malah mau mengajukan hak-angket, alias pemakzulan (impeachement). Tapi toh itu pun akhirnya pupus juga. Loh lagi!

Kembali ke soal Anies.

Rupanya sekarang ini Anies gemetaran dengan rencana interpelasi soal Formula-E ini. Mengapa ya? Apakah memang Anies ini beda kelas dengan Ahok? Beda kelas dalam soal transparansi dan kejujuran pengelolaan anggaran.

Sehingga kita pun bertanya pula kepada parpol Gerindra, Golkar, NasDem, Demokrat, PKS, PAN, PKB dan PPP, apakah ada hal yang kalian takutkan dengan keterangan yang mesti (bakal) dipaparkan oleh Gubernur saat sesi interpelasi?

Jadi yang gemetaran dengan interpelasi ini sebetulnya siapa? Apakah Anies? Apakah ketujuh fraksi itu? Atau keduanya?

Minggu, 29 Agustus 2021

Penulis merupakan pemerhati ekonomi-politik

Foto utama (*/istimewa/sidang parlemen)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (Ketum IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail menyambut baik rencana pembangunan rumah tahanan (rutan) khusus bagi justice collaborator. Rencana yang semula diajukan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo ini sebelumnya telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Namun, hingga kini […]

  • Sayur Lezat Berbahan Batang Pisang, Jukut Ares Resep dari Bali

    Sayur Lezat Berbahan Batang Pisang, Jukut Ares Resep dari Bali

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Loading

    Selama liburan di Pulau Dewata Bali, makanan khas apa saja yang sudah Anda coba? Ikan Mak Beng, lawar Bali, klepon Bali. Ada satu rekomendasi makanan yang patut Anda coba. Makanan ini jarang dijual di warung maupun restoran. Kecuali usaha kecil yang menjajakan pakai order atau di kampung halaman. Jukut Ares Jukut ares merupakan sayuran dari […]

  • PLN Hasilkan Listrik Hijau 394 GWh dari ‘Cofiring’ 33 PLTU

    PLN Hasilkan Listrik Hijau 394 GWh dari ‘Cofiring’ 33 PLTU

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia |  PT PLN (Persero) berhasil menerapkan penggunaan biomassa untuk menggantikan batu bara atau cofiring sebagai bahan bakar di 33 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan total energi hijau yang dihasilkan mencapai 394 gigawatt hour (GWh). Program ini adalah bagian dari transformasi green yang dilakukan PLN melalui utilisasi PLTU yang sudah ada untuk […]

  • Gelombang Laut Adang Komisioner Selayar Saat Monitor Rekap Suara Pilkada

    Gelombang Laut Adang Komisioner Selayar Saat Monitor Rekap Suara Pilkada

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kepulauan Selayar, Garda Indonesia | Logistik kotak suara dari 5 (lima) wilayah kecamatan kepulauan, tiba di gudang logistik, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin siang, 14 Desember 2020, bertepatan dengan berakhirnya rapat pleno terbuka perhitungan suara hasil Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati tingkat PPK. Kegiatan rapat pleno […]

  • Respons Cepat Masalah Kelistrikan, Wagub Nae Soi Apresiasi PLN UIW NTT

    Respons Cepat Masalah Kelistrikan, Wagub Nae Soi Apresiasi PLN UIW NTT

    • calendar_month Rab, 10 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Josef Nae Soi (JNS) saat menerima audiensi Kepala PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, pada Rabu, 10 Februari 2021; menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respons cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan […]

  • Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

    Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Tasikmalaya | Upaya PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia dalam mengembangkan ekosistem biomassa yang berbasis ekonomi kerakyatan sukses memberdayakan masyarakat dan memperoleh dukungan Pemerintah. Usai sukses di Cilacap dan Gunung Kidul, PLN juga menerapkan program serupa di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis, 26 September 2024. Penjabat Bupati Tasikmalaya, Yedi Rahmat optimistis program yang […]

expand_less