Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Anies Salahnya Apa ?

Anies Salahnya Apa ?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Saya heran masih banyak orang yang menghujat Gubernur DKI Jakarta terkait banjir. Apa salahnya dia ? Wong faktanya dia tidak berbuat apa-apa untuk mencegah dan mengelola air melimpah yang menggeruduk Jakarta. Bagaimana bisa kita menyalahkan orang bodoh yang sedang berpura-pura jadi Gubernur?

Dari awal kita telah menyadari dia adalah pilihan yang salah buat Jakarta. Jadi apa yang kita harapkan dari orang yang salah? Ini realita yang harus dihadapi oleh warga Jakarta karena melakukan kebodohan yang telah memilih pemimpin yang salah. Sampai kita berbusa-busa kita menghujat tidak akan membuat dia berubah menjadi orang pintar sekualitas Ahok.

Minta Presiden atau Mendagri memecat dia ? Juga tidak memungkinkan. Karena UU Kepala Daerah yang ada, tidak semudah itu melengserkan seorang Gubernur, sebodoh apapun Gubernur itu. Kecuali dia tertangkap korupsi, menggunakan narkoba atau jelas-jelas terbukti dia melawan ideologi Pancasila. Dus artinya banjir setinggi Monas sekali pun dia akan tetap aman, tidak tersentuh.

Apakah petisi atau class action akan punya dampak untuk melengserkan dia ? Hampir tidak ada manfaatnya. Karena para anggota DPRD DKI Jakarta kecuali PSI, sudah kenyang dijejeli uang haram. Bagaimana mungkin kita mengharapkan anggota bDPRD DKI Jakarta sekualitas itu mau mengerti kehendak rakyat untuk melakukan impeachment terhadap Gubernur ?

Satu-satunya jalan adalah Presiden berani mengajukan revisi UU tentang Kepala Daerah kepada DPR RI. Harus ada revisi total tentang sanksi tegas bagi Gubernur apabila terbukti menggergaji kebijakan Presiden. Kalau usulan saya lebih frontal dan tegas: Gubernur jangan lagi dipilih melalui Pilkada Langsung. Karena Gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah, maka usul saya sebaiknya Gubernur langsung diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Hal ini untuk memastikan program Presiden aman dilaksanakan oleh Gubernur seluruhnya.

Tapi saya menyadari, usulan saya pasti akan ditolak mentah-mentah oleh partai- partai politik. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa Pilkada Gubernur, Kabupaten/Walikota adalah panen besar buat partai untuk meraup uang dari sang calon. Disamping itu ada kepentingan partai politik juga untuk menciptakan “bargaining” politik di tingkat provinsi atau Kabupaten/Kota. Tapi kalau Presiden mempunyai kemampuan untuk menyakinkan pimpinan partai politik, bukan tidak mungkin usulan ini dapat dilaksanakan. Meskipun jujur saya tidak yakin, Jokowi bisa melakukan hal ini.

Kembali ke bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya. Harapan kita adalah evakuasi korban dan recovery bencana yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional, TNI, Polri dan relawan lainnya. Untuk tindakan pasca bencana banjir ini, selain segera merampungkan waduk di Ciawi dan Sukamahi, harus dilakukan normalisasi sungai-sungai di Jakarta.

Saya berharap hal ini langsung ditangani Pemerintah Pusat cq Kementerian PUPR. Jangan lagi kita percaya omongan Gubernur bodoh yang hanya bisa main menata kata tanpa kerja. Program naturalisasi sungai usulan Gubernur yang sok bisa ini sudah terbukti tidak ada konsep implementasinya. Jadi saran saya harus ada Peraturan Presiden (Perpres) tentang kedaruratan penanganan banjir untuk DKI Jakarta yang dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat cq Kementerian PUPR.

Lalu apa kerja sang Gubernur jomblo itu? Biarkan saja dia sibuk main anggaran dan korupsi bersama kroni-kroninya. Kita berharap suatu waktu dia suatu ketika kena tangkap KPK. Kalau KPK melempem terpaksa kita harus bersabar menunggu sampai tahun 2022. Apa boleh buat ?

Azab buat Jakarta saat ini harusnya juga menjadi pelajaran bagi kita, kaum waras akal. Kita harus lebih “die-hard” lagi memenangkan jagoan kita. Kita tidak boleh lagi terlena dan hanya main hura-hura di tataran kelas menengah atas. Kita harus turun ke bawah memberi penyadaran kepada saudara-saudara kita di level grass root yaitu kelompok marginal perkotaan. Kita harus selamatkan saudara-saudara kita agar tidak lagi menjadi korban jualan agama.

Pada saat Pilkada DKI Jakarta pada November 2024 nanti, harus kita ingat bencana besar banjir pada awal tahun ini. Jangan sampai kita memilih orang yang salah lagi seperti saat ini. Jangan lagi kita kembali terperosok memilih orang yang hanya mampu bermain kata tapi tidak punya etika.

Kalau ditanya lagi, Anies salahnya apa ?
Tidak salah apa-apa. Kita harus membebaskan orang pekok dari tanggung jawab dan beban pekerjaan yang tidak akan mampu dia lakukan !!! (*)

(*/Penulis merupakan pegiat media sosial)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Effendi Simbolon Minta Maaf ke TNI, Ketum IMO-Indonesia Apresiasi

    Effendi Simbolon Minta Maaf ke TNI, Ketum IMO-Indonesia Apresiasi

    • calendar_month Rab, 14 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Effendi Simbolon akhirnya minta maaf usai pernyataannya yang diduga menyinggung institusi TNI menuai kecaman berbagai pihak. “Sekali lagi saya mohon maaf, saya tunjukkan ini kepada seluruh prajurit, baik yang bertugas maupun yang sudah purna, dan para pihak yang mungkin tidak nyaman dengan perkataan saya. Dan […]

  • Suami Aniaya Istri Hingga Tewas, Ditangkap Usai Sembunyi di Hutan

    Suami Aniaya Istri Hingga Tewas, Ditangkap Usai Sembunyi di Hutan

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Loading

    Usai melakukan perbuatan tersebut, Jon Tefa melarikan diri selama 4 (empat) hari ke dalam hutan Nunkolo. Korban segera dilarikan ke rumah sakit, sementara tim identifikasi Satreskrim Polres TTS melakukan olah TKP.   SoE | Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS) berhasil mengamankan Jon Tefa, terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan nyawa istrinya melayang, Erni Linome […]

  • Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

    Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Benar-benar maut sindiran Prabowo di hadapan Menkeu Purbawa soal pegawai pajak yang nakal. Beberapa hari kemudian delapan pegawai pajak yang notabene anak buah Purbaya kena OTT KPK. Mari kita marah. Jangan ditahan. Negara ini terlalu sering meminta kita sabar, sementara kesabarannya sendiri sudah lama bangkrut. Saya ini rakyat jelata yang taat. […]

  • Serikat Pekerja PLN Gugat RUPTL 2025—2034, Terdapat Kesalahan Fundamental

    Serikat Pekerja PLN Gugat RUPTL 2025—2034, Terdapat Kesalahan Fundamental

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Loading

    Prof. Kamarullah juga menyoroti kelemahan prosedural dalam penyusunan RUPTL. Pemerintah masih menggunakan dasar hukum yang sudah kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki kekuatan mengikat.   Jakarta | Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025—2034 sebagai tulang punggung energi nasional terancam batal pasca-pengajuan gugatan serius oleh Serikat Pekerja PLN (SP PLN). Dokumen krusial ini mendadak jadi sorotan […]

  • Prajurit Yonmarhanlan VII Raih Juara Pertama Menembak

    Prajurit Yonmarhanlan VII Raih Juara Pertama Menembak

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Batalyon Marinir pertahanan pangkalan (Yonmarhanlan) VII Kupang berhasil menjuarai lomba menembak senapan laras panjang dalam rangka HUT ke 71 Korps Paskhas TNI AU tahun 2018 di Lapangan Tembak Elang Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/10/18). Komandan Yonmarhanlan VII Kupang Letkol Marinir Septino Lasamahu, S.E., M.Tr, Hanla (Jumat/19/10/18), berharap agar prestasi yang […]

  • Tunda ‘Lockdown’ RT 11 Fatululi, Wakil Wali Kota Kupang Minta Perketat Prokes

    Tunda ‘Lockdown’ RT 11 Fatululi, Wakil Wali Kota Kupang Minta Perketat Prokes

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kelurahan Fatululi di Kecamatan Oebobo memiliki fungsi dan peran strategis dalam pembangunan di Kota Kupang. Selain sebagai pusat permukiman dengan jumlah warga mencapai 17 ribu jiwa lebih, Fatululi juga merupakan pusat perekonomian yang memiliki pasar, toko dan usaha-usaha yang mempengaruhi perputaran ekonomi di Kota Kupang. Kelurahan Fatululi juga berfungsi sebagai […]

expand_less