Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Aplikasi B’Pung Petani Bank NTT Bisa Atasi Inflasi dan Krisis Pangan

Aplikasi B’Pung Petani Bank NTT Bisa Atasi Inflasi dan Krisis Pangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Para pakar memprediksikan, konflik politik di Eropa Timur berakibat serius pada kelangkaan bahan-bahan pangan tertentu di dunia. Gandum salah satunya. Bahkan akan mengarah ke lainnya. Oleh karena itu menyikapi krisis pangan tersebut, pemerintah berpikir keras guna memproteksi masyarakat dari ancaman paceklik. Tak terkecuali Pemerintah Provinsi NTT.

Provinsi yang dikenal sebagai daerah yang memiliki lahan kering terbanyak dan curah hujan yang rendah, yakni empat bulan, menyebabkan pemerintah harus sigap memetakan potensi unggulan setiap daerah. Bank NTT pun hadir, menyodorkan sebuah solusi.

Untuk diketahui, Bank NTT sebagai support system, dalam waktu yang singkat mendesain aplikasi B’Pung Petani menjawab permintaan Gubernur NTT, masyarakat NTT harus lolos dari ancaman silent tsunami yang ditengarai sebagai pembunuh dalam keheningan. Dan, ini juga merupakan bagian dari kerja keras serta kerja cerdas.

“Untuk itulah kami bekerja sama dengan dinas pertanian dan ketahanan pangan NTT kami desain aplikasi B’Pung Petani, dengan nama berbasis lokal. Karena dengan kemandirian tersebut, kita boleh yakin bahwa daerah yang sulit sukar dan melewati berbagai krisis, telah memiliki kemampuan bahkan menjadi topangan fundamental ekonomi NTT,” demikian Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho di sebuah kesempatan.

Bank NTT sangat bersemangat mensosialisasikan aplikasi ini. Berawal dari sosialisasi kepada para camat, kepala desa serta penyuluh di seluruh Kabupaten Lembata, awal September kemarin, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada komponen yang sama di Pantai Ina Burak, Flores Timur dalam rangkaian kunjungan kerja gubernur ke sana. Kini sejumlah kabupaten di Flores sudah mendapat sosialisasi aplikasi ini, baik itu secara offline maupun online.

Tak hanya itu, Bank NTT telah menyediakan buku panduan kepada seluruh PPL untuk diimplementasikan dengan baik. Jika dalam penyelenggara ada kendala maka tim bersama antara Bank NTT dan Dinas Pertanian NTT akan mencarikan solusinya melalui PIC.

Aplikasi ini pun bisa menjawab persoalan-persoalan yang ada, seperti krisis pangan dan inflasi. Karena validitas data ini by name by adress baik komoditi, luas lahan dan lahan garapan.

Jangan ditanya megenai manfaat aplikasi tersebut bagi off taker karena mereka dengan mudahnya mengakses informasi mengenai kepastian produksi; pasar; distribusi; penyediaan sarana produksi pertanian seperti bibit, pupuk, nutrisi, herbisida dan pestisida.

Sedangkan bagi Petani, Peternak, dan Wirausaha, aplikasi ini memberikan manfaat untuk peningkatan kualitas produksi mulai benih, pupuk, pestisida, herbisida, dan lain-lain; juga kepastian pasar; terapan teknologi dan kelebihan produksi dimanfaatkan untuk industri lainnya. Serta dapat meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) serta kesejahteraan petani; memperluas akses pasar; dan memotong jalur distribusi

Peningkatan ini karena produksi bahan pangan yang dihasilkan secara kualitas dan kuantitas, serta memiliki mutu yang baik dan terseleksi dengan baik. Sementara ada juga peningkatan PDRB. Kestabilan ekonomi di Provinsi NTT membantu Pemerintah Daerah dalam membuat kebijakan daerah atau perencanaan, serta memberikan informasi yang menggambarkan kinerja perekonomian daerah.

Bagi masyarakat atau konsumen, melalui aplikasi ini terjadi stabilitas harga; hasil produksi pertanian yang berkualitas dan sehat dikonsumsi. Hasil produksi yang bervariatif dan beragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau konsumen. Dan, lapangan kerja yang baru akan tercipta.

Untuk para pihak terkait atau stakeholder, aplikasi B’Pung Petani memberikan manfaat semua pihak akan mendapatkan data-data yang valid terkait pelaku usaha, jenis usaha dan produksi yang dihasilkan. Data informasi aktivitas pertanian; Bertumbuhnya industri baru, dan penentuan kebijakan pemberian modal bagi petani/peternak/wirausaha

Ada pula manfaat lain bagi Penyuluh Pertanian yakni mereka bisa mendata kelompok tani; mendata kebutuhan sarana produksi; mendampingi kelompok tani hingga panen; melaporkan hasil panen kelompok tani melalui aplikasi B’Pung Petani. Dan, mengkonsolidasi serta melaporkan data pemasaran produk pangan. Sehingga dengan aplikasi ini terjadi keseimbangan permintaan dan bahan pangan.

Jelas bahwa ke depan permintaan pasar terhadap bahan pangan selalu dapat dipenuhi dengan mengandalkan potensi daerah Provinsi NTT. Juga Inflasi akan tetap terjaga, karena adanya keseimbangan antara supply dan demand.

“Jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan berkurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi di antaranya pendapatan/penghasilan masyarakat; distribusi pendapatan masyarakat; selera konsumen terhadap barang; jumlah penduduk; harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut; prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang; serta adanya barang pengganti (substitusi); juga kegunaan akan suatu barang,” sebut Dirut Alex.

Untuk menyukseskan penerapan sistem berbasis aplikasi B’Pung Petani ini, Bank NTT tidak one man show. Melainkan berkolaborsi dengan mitra terkait, seperti bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi, tenaga Kerja dan Transmigrasi tingkat provinsi, kabupaten serta kota.

“Dengan data yang valid itu pada akhirnya dapat memacu dan memicu produktivitas yang juga pada manfaat ekonomisnya mendekatkan masyarakat untuk memiliki daya beli yang kuat. Pemerintah pun bisa mengakses informasi-informasi  bagaimana mengendalikan inflasi, karena sudah terpeta daerah mana yang over produksi dan mana yang defisit,” tutup Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temu Donald Trump, Menko Luhut Ucap Terima Kasih dari Presiden Jokowi

    Temu Donald Trump, Menko Luhut Ucap Terima Kasih dari Presiden Jokowi

    • calendar_month Rab, 18 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Washington DC, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai utusan khusus Presiden Jokowi bersama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Muhammad Lutfi diterima oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di White House Washington DC pada Selasa, 17 November 2020. Dalam pertemuan itu Presiden AS didampingi oleh Penasihatnya […]

  • Ide Lepas Layanan di Pulau Semau dari Herman Man

    Ide Lepas Layanan di Pulau Semau dari Herman Man

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | “Persoalan pemindahan Pulau Semau ke Kota Kupang merupakan persoalan substansi,” jelas Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man, saat dijumpai di kediamannya pada Kamis siang, 31 Desember 2020. Minggu lalu, sekitar 9 (sembilan) tokoh masyarakat Semau yang membawa aspirasi agar Pulau Semau masuk dalam Pemerintah Kota Kupang. Sebagai penerima pemindahan, […]

  • Sejarah Bulan Maria, Beda antara Mei dan Oktober

    Sejarah Bulan Maria, Beda antara Mei dan Oktober

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Setiap tahun, Gereja Katolik mendedikasikan dua bulan untuk berdoa bersama Bunda Maria, yang disebut sebagai Bulan Maria. Selama bulan Mei dan Oktober, umat Gereja Katolik mengisinya dengan kegiatan-kegiatan doa Maria, misalnya dengan Doa Rosario, Novena Maria, dan Perarakan Maria. Namun, pernahkah kita sadar, bahwa ada perbedaan antara kedua bulan ini. Bulan Maria pada bulan Mei […]

  • Kekerabatan Pemuda & Warga RT 05 Oeba Meriahkan HUT ke-79 RI

    Kekerabatan Pemuda & Warga RT 05 Oeba Meriahkan HUT ke-79 RI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Ragam perlombaan tradisional diinisiasi dan dipentaskan oleh para pemuda Jalan Nangka Gang Tanjakan, RT 05 RW 02 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT) pada Minggu, 18 Agustus 2024. Lomba dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dihelat secara sederhana, namun meriah. Deretan anak-anak usia 4—11 […]

  • Motivasi Ala Danrem 161/WS Kepada Peserta Cata PK TNI AD Yang Gagal

    Motivasi Ala Danrem 161/WS Kepada Peserta Cata PK TNI AD Yang Gagal

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kegagalan kalian saat ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi dari sinilah kalian dapat mengevaluasi diri dan merenungkan apa saja yang harus diperbaiki kedepan”, ujar Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S. Sos saat memberikan pengarahan kepada peserta tes Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2019 yang gagal pemeriksaan uji […]

  • Pariwisata Indonesia Sangat Rentan Terhadap Bencana

    Pariwisata Indonesia Sangat Rentan Terhadap Bencana

    • calendar_month Rab, 16 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Perkembangan pariwisata di Indonesia luar biasa pesat. Data World Travel and Tourism Council (WTTC) melaporkan bahwa Top-30 Travel and Tourism Countries Power Ranking yang didasarkan pada pertumbuhan absolut pada periode tahun 2011 dan 2017 untuk empat indikator perjalanan dan pariwisata utama menunjukkan Indonesia berada pada nomor 9 sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata […]

expand_less