Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Bupati Andreas Dukung Perlindungan Indikasi Geografis di Ngada

Bupati Andreas Dukung Perlindungan Indikasi Geografis di Ngada

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Loading

Bajawa, Garda Indonesia | Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kemenkumham NTT), Marciana Dominika Jone didampingi Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li, Tim Ahli Indikasi Geografis dan Kepala Rutan Kelas IIB Bajawa, Mustawan beraudiensi dengan Bupati Ngada, Andreas Paru pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Rombongan Kakanwil Kemenkumham NTT, Bupati Ngada, dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bernard Bura berdiskusi dengan Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa, Rikardus Nuga terkait upaya dan kendala MPIG Kopi AFB dalam mempertahankan karakteristik, mutu, dan reputasi Kopi Arabika Flores Bajawa.

Merci Jone sapaan akrab Kakanwil Kemenkumham NTT mengungkapkan terdapat beberapa permasalahan dalam keberlangsungan produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Bajawa antara lain menurunnya produksi saat harga Kopi terus meningkat, lemahnya pengawasan yang mengakibatkan masuknya oknum tengkulak yang membeli kopi dari petani dan mengolah di luar SOP yang telah ditetapkan, serta beredarnya produk olahan kopi yang tidak tertera dalam Dokumen Deskripsi IG, namun menggunakan logo IG Kopi Arabika Flores Bajawa.

Hal-hal tersebut, tekan Merci Jone, dapat menyebabkan turunnya reputasi dari Kopi Arabika Flores Bajawa dan sertifikasi indikasi geografis dari Kopi Arabika Flores Bajawa terancam dicabut. “Kami berterima kasih atas terbentuknya Perda Kabupaten Ngada nomor 8 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan kekayaan intelektual. Kami berharap Perda ini menjadi payung hukum dalam keberlangsungan produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Bajawa,” ujarnya.

Merci Jone menekankan bahwa Kabupaten Ngada memiliki banyak potensi Indikasi Geografis yang belum didaftar seperti Alpukat Bajawa dan Terung Belanda yang dapat tumbuh baik di pegunungan/dataran tinggi, namun produksinya terus menurun dari tahun ke tahun. Reputasi dari kedua produk sudah cukup terkenal hingga level nasional sehingga diharapkan adanya program budidaya yang baik agar produk tersebut dapat didaftar sebagai Indikasi Geografis asal Kabupaten Ngada

Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yakni bambu yang belum mendapat perhatian optimal dalam pengembangan dan pemanfaatannya. “Bambu di Kabupaten Ngada sudah sangat dikenal dan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi sumber bahan baku berbagai produk, tentu hal ini akan diikuti dengan begitu banyak potensi kekayaan intelektual yang bisa didaftar seperti Indikasi Geografis, Paten, Merek dan Desain Industri,” tuturnya.

Ketua MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa, Rikardus Nuga memohon dukungan penuh dari Pemda Ngada melalui OPD terkait dan pihak Kemenkumham dalam menjalankan program pengembangan produk IG oleh MPIG Kopi Arabika Flores Bajawa yang dirasa belum optimal saat ini.

“Kami mengharapkan adanya intervensi pemerintah baik pusat maupun daerah sehingga produk kebanggaan masyarakat Ngada ini dapat terus eksis di kancah internasional,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ngada mengungkapkan bahwa Pemda Ngada telah merencanakan program pengembangan bambu yang terintegrasi dan telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak baik kementerian, lembaga maupun swasta untuk mendukung pemanfaatan bambu dalam menggerakkan perekonomian.

“Dari 12 kecamatan di Ngada, ada 10 kecamatan yang punya potensi bambu. Hampir 100 desa dari 135 desa di Ngada,” ujarnya.

Bupati Ngada pun telah mengarahkan pemerintah desa untuk memanfaatkan semua potensi desa untuk kepentingan rakyat desa. Bahkan, dana desa bisa digunakan untuk pengembangan potensi bambu di desa.(*)

Sumber (*/Humas Kumham NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Sophia Shop’ Hadir di Trans Mart Kupang, Kadis Perindag : Sophia Setara Sake

    ‘Sophia Shop’ Hadir di Trans Mart Kupang, Kadis Perindag : Sophia Setara Sake

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Ada perbedaan signifikan antara sopi, arak, dan spohia (sopi asli Nusa Tenggara Timur) karena telah mengalami referral selama 4 (empat) kali dan tidak mengandung metanol,” jelas Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Muhamad Nasir Abdullah saat peluncuran (launching) Sophia Shop di Trans Mart Kupang pada Jumat, 20 […]

  • Program Inovatif DESTANA di Kupang, Inisiasi CIS Timor & SIAP SIAGA

    Program Inovatif DESTANA di Kupang, Inisiasi CIS Timor & SIAP SIAGA

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program Bilateral Australia-Indonesia SIAP SIAGA bersama Yayasan CIS Timor Indonesia, yang telah mendukung upaya Pemkab Kupang.   Kupang | Sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi dan kompleksitas ancaman bencana, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan pendekatan multi-pemangku kepentingan untuk meningkatkan mitigasi risiko […]

  • Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

    Plh. Bupati & Anggota DPRD Belu Apresiasi FTBM Pimpinan Romo Kris Fallo

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya apresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang dinakhodai oleh Romo Kris Fallo, yang mana nantinya akan mendukung pemerintah sekaligus masyarakat dalam menghidupkan kembali gerakan literasi terutama semangat atau niat membaca masyarakat di kabupaten ini”, ungkap Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi. Baca juga […]

  • Waspada! Badai Tropis Riley Terjang NTB & NTT

    Waspada! Badai Tropis Riley Terjang NTB & NTT

    • calendar_month Jum, 25 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id | Siklon tropis Riley atau badai tropis yang terbentuk pada 24 Januari 2019 dini hari di Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa merupakan badai tropis berupa gugusan awan yang memutar berbentuk seperti spiral yang mengitari pusat tekanan rendah. Akibat langsung dari Badai Tropis mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia dan menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi yang […]

  • Kantor Imigrasi Labuan Bajo Bakal Naik Status Klas II, Pemprov NTT Apresiasi

    Kantor Imigrasi Labuan Bajo Bakal Naik Status Klas II, Pemprov NTT Apresiasi

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat menerima uudiensi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham) di ruang kerjanya pada Rabu, 10 Maret 2021; mengapresiasi  dukungan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar turut berkontribusi dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super […]

  • ‘Festival Lembah Baliem’—Perempuan, Anak & Warisan Pemersatu Bangsa

    ‘Festival Lembah Baliem’—Perempuan, Anak & Warisan Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    Walesi-Papua, Garda Indonesia | Indonesia sangat kaya akan warisan budaya, mulai dari Sabang sampai Merauke terdapat beragam unsur budaya yang menjadi kekuatan dan diferensiasi dari negara lain. Secara umum budaya masyarakat di dunia menempatkan laki-laki pada hierarki teratas sedangkan perempuan menjadi nomor dua. Padahal jelas bahwa peran perempuan berpengaruh terhadap pembentukan karakter bangsa. “Perempuan harus […]

expand_less