Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Catatan Akhir Pekan Firli Bahuri, Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

Catatan Akhir Pekan Firli Bahuri, Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 28 Des 2021
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membuat beberapa catatan ringan akhir pekan sekedar mengingatkan tentang posisi KPK sebagai penegak hukum. Menurutnya, bahwa lembaga KPK dibuat untuk mencari jalan keluar bagi maraknya korupsi di masa lalu, sehingga diperlukan terobosan dalam transisi menuju masa depan bebas korupsi.

“Untuk itu, KPK dibuat sebagai lembaga independen dan profesional,” tekan Ketua KPK H. Firli Bahuri dalam rilisnya yang diterima redaksi pada Selasa pagi, 28 Desember 2021.

Firli mengatakan bahwa sejak awal, menyadari begitu banyak harapan, namun tidak bisa bertindak sesuai opini publik saja selain menggunakannya sebagai masukan dan koreksi.

“Kami akan bertindak sesuai fakta hukum dan sesuai prosedur due process of law. Maka untuk itu, kami mohon maaf jika sebagian keinginan kawan-kawan untuk memproses si A atau si B tidak bisa dilakukan dengan Simsalabim lalu ditangkap,” ungkap Firli sembari memohon bantuan dan pengawasan publik baik melalui lembaga resmi seperti DPR maupun ikhtiar masyarakat melalui media dan lembaga swadaya.

KPK, imbuh Firli, pasti mau mendengar dan meneliti setiap informasi yang masuk, tapi kami tidak akan terlibat dalam permainan opini dan persaingan politik. “Karena sudah jelas bahwa sesuai  UU 19/2019 tentang KPK disebut bahwa KPK merupakan lembaga negara dalam rumpun eksekutif yang dalam tugas dan wewenangnya bersifat independen tidak terpengaruh kepada kekuasaan mana pun,” jelasnya seraya mempertegas bahwa KPK akan terus bekerja agar terciptanya sistem pemberantasan korupsi yang ideal dengan sekurang-kurangnya melalui 3 (tiga) tahapan.

Pertama, urai Firli, adalah regulasi yang jelas. Kedua adalah institusi yang terbuka, sehingga tidak ada lagi ruang gelap untuk melakukan korupsi, karena sesungguhnya transparansi merupakan ‘ruh’ demokrasi. Ketiga adalah komitmen seluruh pemimpin K/L untuk menyatakan korupsi adalah musuh bersama. Karenanya pemimpin harus membangun sistem yang  tidak akan pernah ramah dengan korupsi. KPK senantiasa terus mendampingi.

Untuk diketahui, saat ini KPK juga tetap konsisten dan fokus dengan penerapan konsep Trisula. Pada Trisula Pemberantasan Korupsi; pertama ada pendidikan sebagai upaya membangun dan menanamkan nilai, karakter, budaya dan peradaban manusia Indonesia yang antikorupsi. Trisula kedua adalah mengedepankan upaya pencegahan dan monitoring di mana KPK akan fokus bekerja di hulu, melakukan penelaahan dan kajian regulasi yang membuka celah-celah korupsi, dan memastikan berlakunya sistem yang baik.

Dengan sistem yang baik, maka tidak ada peluang dan kesempatan untuk melakukan korupsi. Hal ini sesuai amanat UU KPK bahwa lembaga anti-rasuah masuk ke seluruh instansi demi membentuk regulasi yang antikorupsi. Trisula terakhir adalah penindakan yang tidak sekadar pemidanaan badan, tetapi hal penting adalah pengembalian kerugian negara hingga perampasan aset hasil korupsi demi pemulihan kerugian negara.

Sekali lagi, tegas Firli, pasca-revisi UU KPK kami tambah kuat karena kami bekerja dalam sistem pemerintahan yang baik dalam membangun orkestra pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Presiden. Orkestrasi yang menyentuh semua kamar kekuasaan yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif dan partai politik. Sebab tidak ada pemberantasan korupsi yang bisa dilakoni sendiri. Mungkin mimpi itu pernah ada pada sebagian kalangan, tapi itu utopia.

“Kita sering menciptakan pahlawan dalam sistem pemberantasan korupsi, padahal sistem itu memerlukan integrator. KPK harus menjadi integrator pemberantasan korupsi dengan mengedepankan fungsi pencegahan, koordinasi, supervisi, monitoring, penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan melaksanakan putusan hakim serta pengadilan yang telah memperoleh putusan hukum tetap secara berhasil guna dan berdaya guna. Inilah tugas KPK, hanya kebersamaan dan kesadaran yang bisa membuatnya sukses. Melibatkan diri dalam permainan opini dan kepentingan politik akan menyebabkan lembaga ini tidak berdaya. Untuk terus menjadi lembaga yang mapan dan berdaya dalam pemberantasan korupsi, independensi lembaga dan setiap personal di KPK harus terjaga. Penguatan kualitas sumber daya manusia KPK juga akan terus dipastikan melalui keberadaan Dewan Pengawas sesuai UU No. 19 Tahun 2019,” urai Firli.

Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, tandas Firli, transparansi adalah ‘ruh’ demokrasi dan kunci menerangkan jalan penyelenggaraan negara yang bebas korupsi. Termasuk di KPK, saluran opini sebagai masukan korektif, informatif dan pelaporan sudah tersedia. Masyarakat berhak menggunakan seluruh saluran tersebut untuk menjaga KPK dari kekeliruan dan menjaga negara dari korupsi.

“KPK di bawah kepemimpinan saya dan seluruh pimpinan sampai akhir periode kerja kami, akan bekerja sesuai rencana kerja lembaga dan amanah undang-undang. Doakan KPK ke depan bisa semakin profesional dan independen dalam menjalankan fungsi-fungsi membangun orkestra pemberantasan korupsi bagi keseluruhan sistem dan kelembagaan negara sehingga tercipta budaya antikorupsi,” tutup Firli.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Live Score’ Seleksi Calon Taruna Kumham Dapat Dipantau Masyarakat

    ‘Live Score’ Seleksi Calon Taruna Kumham Dapat Dipantau Masyarakat

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Seleksi Calon Taruna (Catar) Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memasuki tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD). Sebanyak 19.390 peserta SKD mengikuti tes dengan sistem computer assisted test (CAT), hasil kerja sama Kemenkumham dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini merupakan tes berbasis komputer sehingga […]

  • PLN Bangun Transmisi di Nusa Tenggara, 79% Kandungan Dalam Negeri

    PLN Bangun Transmisi di Nusa Tenggara, 79% Kandungan Dalam Negeri

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Sistem transmisi baik itu saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dan juga gardu induk (GI) merupakan sarana infrastruktur ketenagalistrikan yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pusat  beban/ demand pelanggan. PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara memiliki tugas untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tersebar dari provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Bantu Sesama, Bersama Bank NTT Donor Plasma Darah dan Raih Suvenir

    Bantu Sesama, Bersama Bank NTT Donor Plasma Darah dan Raih Suvenir

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, OJK Perwakilan NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menghelat aksi kemanusiaan berupa donor plasma darah pada Jumat, 26 Februari 2021 yang menurut rencana bakal dilangsungkan di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W J Lalamentik, Kota Kupang. […]

  • Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola 3 (tiga) candi yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Boko memberlakukan pembatasan kunjungan pengunjung selama 14 hari, yakni pada 16—29 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Direktur Utama PT. TWC Edy Setijono menjelaskan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, […]

  • Kupang Tuan Rumah FFI, Prilly & Bryan Pakai Busana Padu Padan Tenun

    Kupang Tuan Rumah FFI, Prilly & Bryan Pakai Busana Padu Padan Tenun

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih sebagai tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI) Goes To Campus yang didatangi kali ini, Prilly Latuconsina dan Bryan Domani pada Kamis, 1 Agustus 2024. Sebagai ketua pelaksana Festival Film Indonesia (FFI) 2024, Prilly Latuconsina dan Duta FFI 2024, Bryan Domani telah menunjukkan dukungan luar biasa […]

  • Berbusana Adat; Para Guru Rayakan Pesta Pelindung St Yohanes Bosco

    Berbusana Adat; Para Guru Rayakan Pesta Pelindung St Yohanes Bosco

    • calendar_month Kam, 31 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Pesta Pelindung St Yohanes Bosco yang diperingati setiap tanggal 31 Januari diperingati oleh guru-guru dengan cara sederhana dan unik; para guru di lingkup Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur mengenakan busana adat dalam aktifitas belajar mengajar. Mengenakan busana adat masing-masing, para guru tampak elegan dan menawan, seperti […]

expand_less