Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

Cewek Berhijab asal Indonesia Jadi Tentara Amerika

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 634
  • comment 0 komentar

Loading

Sebelumnya ada personel marinir dan Brimob desersi, lalu bergabung menjadi tentara Rusia. Kali ini giliran seorang cewek cantik asal Tangerang, Indonesia menjadi tentara Amerika Serikat. Cuma, hijaber ini menjadi tentara Paman Sam lewat prosedur.

Di sebuah bandara, di antara suara roda koper dan pelukan yang dipaksa kuat agar tidak runtuh, lahirlah satu adegan kecil yang berubah jadi epos nasional. Seorang perempuan muda berhijab berdiri tegak, matanya basah tapi punggungnya lurus, seolah sedang pamit bukan hanya pada ibu kandungnya, tapi pada satu bab hidup yang akan diganti dengan disiplin, barak, dan seragam loreng bertuliskan “US Army”.

Namanya Kezia Syifa, 20 tahun, asal Tangerang, warga negara Indonesia (WNI) yang sejak 2023 menetap di Maryland bersama keluarga. Internet lalu bergetar. Timeline berguncang. Grup WhatsApp keluarga mendadak berubah jadi sidang darurat PBB versi emak-emak dan om-om sok ahli.

Syifa viral bukan karena sensasi murahan, melainkan karena satu hal yang sering diperdebatkan tapi jarang dibuktikan, hijab tetap melekat di kepala, bahkan ketika dunia mengira ia harus dilepas demi “standar”.

Pada 2025, Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard, satuan militer negara bagian Amerika Serikat. Ia diterima sebagai MOS 92A, Automated Logistical Specialist. Ini bukan pasukan tempur, bukan pembawa senjata di garis depan, melainkan jantung senyap yang memastikan semuanya berjalan, stok tercatat, gudang tertata, distribusi rapi, peralatan tidak hilang entah ke mana. Dalam bahasa sederhana, tanpa logistik, tentara cuma barisan orang bingung berseragam.

Di tengah hiruk-pikuk itu, Safitri, sang ibu, maju menjelaskan dengan nada yang lebih tenang daripada komentar warganet. Putrinya mendaftar secara resmi, lewat jalur legal, dengan status permanent resident atau green card. Tidak ada penyusupan. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada drama konspirasi. Video perpisahan yang ia unggah hanyalah dokumentasi keluarga, bukan pancingan viral. Tapi seperti biasa, publik lebih suka spekulasi ketimbang verifikasi.

Lebih membuat cerita ini meledak bukan hanya seragam, melainkan hijab yang tetap dikenakan saat bertugas. Militer AS mengizinkan Syifa berhijab sesuai kebijakan inklusif bagi anggota dengan keyakinan tertentu. Sebuah ironi yang terasa hidup. Institusi militer asing memberi ruang bagi identitas religius. Sementara di negeri sendiri hijab kerap dijadikan bahan debat tanpa akhir. Di titik ini, cerita Syifa berubah dari kabar viral menjadi tamparan simbolik yang halus tapi nyaring.

Tentu saja, pro dan kontra bermunculan. Ada yang bangga, melihat Syifa sebagai simbol keberanian hijaber muda menembus sistem global. Ada pula yang gelisah, mempertanyakan status kewarganegaraan dan loyalitas. Secara hukum, pemerintah Indonesia menegaskan, kasus seperti ini harus dilihat dari status resmi dan pilihan hukum yang diambil, termasuk potensi konsekuensi terhadap kewarganegaraan. Fakta ini penting, dan tidak boleh ditenggelamkan oleh emosi atau patriotisme instan berbasis komentar.

Saat ini, Syifa masih berada dalam tahap pelatihan dan pengembangan diri. Profil detail seperti riwayat pendidikan atau latar belakang organisasi belum dipublikasikan luas. Yang tersedia di ruang publik hanyalah data dasar. Ia perempuan, 20 tahun, asal Tangerang, domisili Maryland sejak 2023, bergabung pada 2025, MOS 92A, logistik, bukan tempur, berhijab, dan didukung keluarga. Data yang sederhana, tapi daya getarnya luar biasa.

Di balik semua debat, ada satu pesan epik yang sering luput, hijaber tidak harus mengecilkan mimpi agar diterima dunia. Identitas tidak harus ditanggalkan demi kesempatan. Kezia Syifa berdiri sebagai bukti hidup, disiplin, iman, dan profesionalisme bisa berjalan seiring. Ia tidak mengangkat senjata, tapi mengangkat standar. Di situlah kisah ini menjadi lebih dari sekadar viral, ia menjelma jadi inspirasi yang diam-diam menguatkan banyak kepala yang juga berbalut hijab.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

    Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nilla Djuwita Faried A. Moeloek, Sp. M (K) meminta para petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Tidak hanya terfokus pada upaya kuratif tetapi juga menggalakkan upaya promotif dan preventif. Petugas kesehatan di NTT punya tanggung jawab untuk tingkatkan sumberdaya manusia masyarakat NTT. “Masyarakat […]

  • PLN dan TNI AD Bangun SMP Negeri Oepoli di Batas RI-Timor Leste

    PLN dan TNI AD Bangun SMP Negeri Oepoli di Batas RI-Timor Leste

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Nimbrot Sivi, Ketua Komite SMP Negeri 1 Oepoli, mewakili masyarakat dan orang tua siswa yang sekian lama mendambakan bangunan sekolah permanen akhirnya ada titik terang.   Kupang | Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menunjukkan komitmen […]

  • Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

    Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan bully ‘perundungan’ yang terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. “Saya sudah arahkan untuk lidik,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pada Kamis, 2 September 2021. Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 […]

  • Pemerintah NTT Dorong Produk SMK Masuk & Memenuhi Kebutuhan Pasar

    Pemerintah NTT Dorong Produk SMK Masuk & Memenuhi Kebutuhan Pasar

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menghadirkan kegiatan Gebyar SMK bertempat di Alun-alun I.H. Doko yang dilaksanakan mulai tanggal 7—10 Mei 2019. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2019. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat turut hadir membuka kegiatan Gebyar SMK tersebut pada […]

  • Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Jadi Dubes Kanada

    Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Jadi Dubes Kanada

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia Kalake, S.H., MDC bakal mengakhiri masa jabatannya pada 5 September 2024. Ia dilantik oleh Mendagri, Tito Karnavian pada 5 September 2023 di Jakarta. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini pun menjadi Penjabat Gubernur NTT menggantikan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Adreanus Nae Soi, yang […]

  • Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Asal usul dan kenyataan uang senilai 300 triliun rupiah yang menyeret nama Harvey Moeis sebagai sosok utama di balik skenario skandal korupsi ini masih menuai pro kontra.   Jakarta | Belakangan ini publik tanah air digemparkan oleh kasus korupsi dengan kerugian negara yang terbilang sangat fantastis. Bukan main-main, kerugian itu ditaksir mencapai Rp300 triliun. Jangankan […]

expand_less