Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Dies Natalis XVIII FKM Undana, Stunting jadi Perhatian Utama

Dies Natalis XVIII FKM Undana, Stunting jadi Perhatian Utama

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tingginya akan stunting di Nusa Tenggara Timur menjadi perhatian banyak pihak, terutama pemerintahan dan tidak ketinggalan juga pihak kampus sebagai kaum akademisi. Stunting menjadi isu utama yang mendapatkan perhatian penuh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang pada perayaan Dies Natalis XVIII.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-XVIII FKM Undana Kupang, Indra Yohanes Kiling, Ph.D, yang ditemui media Garda Indonesia pada Kamis, 8 Agustus 2019,disela-sela kegiatan yang berlangsung di gedung perkuliahan FKM Undana.

Indra menjelaskan bahwa FKM Undana berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat NTT terutama pada masalah stunting.

“Anak-anak yang tubuhnya lebih pendek, itu yang jadi fokus kita”, jelas Indra.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini stunting di NTT pada level darurat sehingga memerlukan perhatian penuh, termasuk dari FKM yang basic-nya pada kesehatan masyarakat.

Terkait rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam menyongsong Dies Natalis FKM pada 14 Agustus 2019 nanti, Indra menyebutkan bahwa pihaknya akan mengadakan seminar berkaitan dengan stunting.

Dirinya menjelaskan bahwa akan hadir pada kegiatan tersebut Ketua tim Pergerakan PKK Provinsi NTT, Perwakilan dari Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan, LSM terkait seperti Plan International untuk bersama-sama membahas tentang masalah stunting di NTT, serta mencari solusi bersama terkait tindakan yang harus dilakukan.

“Kita akan membahas tentang stunting, fenomena yang sedang terjadi, posisi stunting di NTT serta membahas langkah-langkah yang harus dilakukan bersama”, tegasnya.

Lanjutnya, seminar tersebut akan melibatkan mahasiswa dari FKM sendiri, dari Fakultas Kedokteran Undana, serta dari beberapa STIKES yang ada di Kota Kupang.

“Kita sudah keluarkan undangan, kita berharap ada respon baik dan kita bisa bekerja sama dengan baik untuk mengurangi angka stunting di NTT “, ujarnya.

Selain kegiatan seminar tersebut, pihak FKM juga akan melakukan penelitian terkait stunting juga akan dilakukan pengabdian masyarakat pada tanggal 19 Agustus 2019 bertempat di Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

“Pengabdian masyarakat tersebut tentunya hanya bersifat even ya, tapi kita para dosen akan melakukan penelitian juga terkait stunting “, jelas Dosen Prodi Psikologi itu.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Bidang Penalaran dan Keilmuan BEM FKM Undana, David Ndapa Hambur mengatakan bahwa dari ormawa sendiri akan menjalankan penyuluhan kepada masyarakat yang akan dilakukan dalam pengabdian masyarakat tersebut.

Dirinya menyebutkan bahwa masalah stunting adalah masalah serius yang efeknya berkepanjangan dan berdampak terhadap pertumbuhan anak-anak bangsa. Karena kemajuan suatu bangsa tergantung pada generasi penerusnya.

“Untuk mengatasi stunting harus dilakukan dari masa remaja, sehingga kedepan ketika sudah berkeluarga dan punya anak gizinya bisa terpenuhi”, jelas David.

Lanjutnya, stunting juga sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak-anak, sehingga keluarga perlu dibekali pemahan tentang pemenuhan gizi dengan makanan-makanan lokal yang diolah untuk pemenuhan gizi.

Selain itu, terkait ilmu yang dipelajari, dirinya menjelaskan bahwa mahasiswa FKM sudah dibekali dengan pengetahuan tentang pengolahan makanan-makanan lokal yang dapat memperbaiki gizi anak-anak di NTT.

Kita sudah belajar tentang pengolahan makanan lokal untuk pemenuhan gizi”, kelas mahasiswa semester V itu.

Dirinya menjelaskan bahwa kedepan ormawa akan mengusahakan untuk melakukan kegiatan penyuluhan sekaligus pelatihan tentang pengolahan makanan-makanan lokal daerah.

Untuk memeriahkan Dies Natalis XVIII FKM, ada beberapa jenis kegiatan seperti pertandingan tenis meja yang diikuti mahasiswa, dosen dan juga pegawai, ada juga lomba vlog yang akan ditampilkan pada tanggal 14 Agustus mendatang.

Selain itu pada Kamis, 8 Agustus 2019 berlangsung lomba tarian modern yang diikuti oleh 11 tim dengan peserta dosen, mahasiswa serta pegawai dilingkup FKM. Sementara untuk pengumuman juara akan dilakukan pada puncak Dies Natalis nanti.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anjing Itu Teman Bukan Makanan

    Anjing Itu Teman Bukan Makanan

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Loading

    Tradisi mengonsumsi daging anjing di wilayah Indonesia Timur berbeda dengan tradisi masyarakat Bali, Bendesa Adat didorong mengeluarkan dan menerapkan peraturan (pararem) untuk menutup kegiatan perdagangan daging anjing.   Kupang | Tradisi menyantap olahan daging anjing kerap dilakukan oleh masyarakat di Indonesia Timur seperti Manado dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Khusus di NTT, olahan daging anjing […]

  • Timor Leste Pinta PB Perbakin Kerja Sama Perkuat Atlet Petembak

    Timor Leste Pinta PB Perbakin Kerja Sama Perkuat Atlet Petembak

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), menerima tawaran kerja sama dengan East Timor Shooting Federation  dari Timor Leste dalam rangka memperkuat atlet petembak mereka. Penandatanganan kerja sama (MoU) antara kedua pihak dilangsungkan pada Sabtu, 24 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB di gedung Lapangan Tembak Senayan. Ketua Umum […]

  • Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    • calendar_month Sel, 15 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Kelor atau Marungga dengan nama latin Moringa oleifera; akhir ini menjadi perbincangan dan mendapat porsi dengan perhatian ekstra dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal rutin dikonsumsi dan menjadi tren pangan lokal. Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sejak awal telah berkomitmen dan konsisten menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan […]

  • Senat Undana Pilih Rektor Baru Periode 2025—2029, Pengganti Maxs Sanam

    Senat Undana Pilih Rektor Baru Periode 2025—2029, Pengganti Maxs Sanam

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada Selasa siang, 2 Desember 2025 pukul 13:00 Wita hingga 14:46 WITA menghelat rapat senat tertutup memilih rektor baru periode 2025—2029. Perhelatan pemilihan Rektor Undana kesepuluh yang dihelat di Aula Rektorat Undana lantai tiga ini guna memilih Rektor Undana ke10 pengganti Maxs Sanam. Sejumlah 61 Senat Undana dan […]

  • Pecut Inovasi 424 SDM, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Menulis Level SD—S2

    Pecut Inovasi 424 SDM, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Menulis Level SD—S2

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan kemampuan menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan dan memecut sumber daya manusia (SDM) serta menggali keahlian berinovasi dari 424 personil Biro Umum Setda Provinsi NTT, maka dihelat lomba menulis artikel level pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi (S1 dan […]

  • Polri Mengawasi 17 Ribu Pasar

    Polri Mengawasi 17 Ribu Pasar

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, Garda Indonesia | Polri akan terus mengawasi harga dan ketersediaan minyak goreng dari mulai tingkat produsen hingga konsumen. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa, setiap hari pihaknya mengawasi distribusi minyak goreng terutama jenis curah, ke lebih dari 17 ribu pasar tradisional. Hasilnya, sebanyak 10 ribu pasar secara rutin mendapatkan distribusi minyak goreng curah. […]

expand_less