Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Dinas PPPA NTT Inisiasi Pelatihan Ayah ASI, Menuju Pola Asuh Cegah Stunting

Dinas PPPA NTT Inisiasi Pelatihan Ayah ASI, Menuju Pola Asuh Cegah Stunting

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan peran Laki-laki Baru melalui pola asuh setara gender demi peningkatan ketahanan keluarga dalam upaya percepatan penanggulangan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menginisiasi Pelatihan Ayah ASI yang diikuti oleh 56 orang secara tatap muka maupun daring dengan metode zoom.

Pelatihan Ayah ASI berangkat dari sebuah inisiatif yang percaya bahwa Air Susu Ibu (ASI) terlalu penting untuk hanya diurus oleh ibu-ibu dan bahwa laki-laki perlu terlibat dalam proses menyusui agar keberhasilannya bisa mencapai 100% dalam masa pemberian ASI Eksklusif bagi bayi sejak berumur 0 hingga 6 bulan. Ayah ASI menggunakan pendekatan teman sebaya untuk menyampaikan informasi agar lebih mudah diterima oleh sesama pria.

Dibuka oleh Kadis PPPA Provinsi NTT, drg. drg. Iien Adriany M.Kes. Pelatihan yang dihelat dihelat pada Kamis—Sabtu, 27—29 Mei 2021 di Hotel Neo Aston Kupang, menghadirkan Idzma Mahayattika, M.Pd. selaku Co Founder Ayah ASI Indonesia, Deputi Bidang Pemenuhan  Hak Anak dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Ir. Agustina Erni, M.Sc. Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH. Dosen Fakultas Kedokteran Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi. dan Direktur Perkumpulan Pendidikan Penguatan Perempuan dan Masyarakat/PEKA-PM, Delmysar Maka Ndolu, S.TH.

Para peserta Pelatihan Ayah ASI sedang berinteraksi satu sama lain

Peserta Pelatihan Ayah ASI disuguhkan materi tentang Ketahanan Keluarga untuk Pemenuhan Hak Anak dalam Upaya Percepatan Penanggulangan Stunting, Intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Peningkatan Kualitas ASI Eksklusif, Relasi Setara Gender dalam Pola Asuh Percepatan Penurunan Stunting, dan terpenting tentang Hambatan Ayah dan Keuntungan Menyusui, Permasalahan Umum Menyusui, dan Menyusui pada Situasi Bencana.

Selain itu, peserta Pelatihan Ayah ASI diajak oleh Idzma Mahayattika untuk berdiskusi, menelisik, dan memahami bersama siapa yang berperan penting dalam proses keberhasilan menyusui, dan kapan sebenarnya menyusui dapat dilakukan serta mengenali apa saja yang meningkatkan dan menghambat refleks oksitosin (refleks pengaliran atau pelepasan ASI (let down reflex) setelah diproduksi oleh sumber pembuat ASI, red).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi NTT melalui Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH. pada Jumat, 28 Mei 2021, mengatakan peserta pelatihan Ayah ASI dilakukan untuk meningkatkan peran laki-laki di dalam pengasuhan anak yang setara gender yang dapat memberikan dampak percepatan penurunan stunting, maka kegiatan pelatihan dinamakan Ayah ASI.

Kelompok Pelatihan Ayah ASI sedang memaparkan hasil diskusi

Mengapa Ayah ASI, imbuh dr Essy (sapaan akrabnya, red), karena penyebab stunting ada 2 (dua) faktor yakni asupan gizi kurang dan penyakit. “Nah, asupan yang sangat bagus yang disiapkan Tuhan adalah ASI. Kita ingin agar bapak-bapak berperan dalam peningkatan kualitas ASI Eksklusif. Kita menyadari pemerintah tak bisa bekerja sendiri, maka konsep pentahelix dipakai untuk melibatkan peran laki-laki yang setara gender,” urainya.

Kriteria peserta Ayah ASI, terang dr Essy, adalah laki-laki yang sedang menyiapkan  diri untuk menikah, telah menikah dan memiliki minimal 2 (dua) balita, ada ibu hamil di dalam keluarga. “Konsep kolaborasi terlihat dari para peserta yang berasal dari media, unsur lembaga agama, perguruan tinggi, karang taruna, organisasi perangkat daerah, dan Dinas PPPA Kota Kupang,” ungkapnya.

Ke depan, tandas dr. Essy, diharapkan para peserta Pelatihan Ayah ASI dapat menjadi Duta ASI. “Mereka dapat mendukung istri guna meningkatkan pemenuhan kecukupan gizi bayi dan mereka dapat menjadi penggerak untuk meningkatkan peran laki-laki yang dapat dimulai dari para Ayah ASI ini dan kami dari DP3A akan berupaya mengadvokasi Opa ASI pada level pimpinan daerah sehingga mereka dapat menjadi penggerak,” pungkasnya.

Penulis, editor dan foto pendukung  (+roni banase)

Foto utama (*/istimewa/DPPPA NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jadi 112, Positif 1.790 Orang

    Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jadi 112, Positif 1.790 Orang

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia terus bertambah mencapai 112 orang, sedangkan kasus positif menjadi 1.790 orang sementara meninggal 170 orang hingga Kamis, 2 April 2020 pukul 12.00 WIB. Dibanding sehari sebelumnya, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak sembilan orang dari 103 pasien, sedangkan kasus […]

  • Liburan Mewah 8 Wisatawan di Labuan Bajo Nyaris Jadi Mimpi Buruk

    Liburan Mewah 8 Wisatawan di Labuan Bajo Nyaris Jadi Mimpi Buruk

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Mereka berangkat dari Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 WITA dengan tujuan menikmati keindahan Pulau Komodo, namun baru beberapa jam berlayar, bencana datang tanpa peringatan.   Labuan Bajo | Sebanyak 8 (delapan) orang wisatawan mancanegara yang sedang asyik menikmati liburan mewah di Labuan Bajo nyaris berubah menjadi sebuah mimpi buruk yang tak bisa mereka lupakan sepanjang […]

  • Sesat Pikir ‘Slippery-Slope’ Cegah Kekerasan Seksual, Bukan Legalisasi Seks Bebas!

    Sesat Pikir ‘Slippery-Slope’ Cegah Kekerasan Seksual, Bukan Legalisasi Seks Bebas!

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ini soal sesat pikir ala Mardani Ali Sera (PKS) yang bilang bahwa Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021) berisi ‘pelegalan’ kebebasan seks. Ini jelas ngawur! Lereng yang licin, atau ‘Slippery Slope’ memang bikin orang gampang terpeleset. Begitu pula dalam logika, ada yang dikenal dengan sesat logika ala ‘slippery-slope’, lereng yang licin. Karenanya […]

  • NTT Menatap Dunia via Tour de EnTeTe 2025

    NTT Menatap Dunia via Tour de EnTeTe 2025

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Tour de EnTeTe menghadirkan 10 etape dengan panorama dan tantangan berbeda. Start dimulai dari Kota Kupang, berlanjut ke Timor Tengah Utara, lalu menyusuri perbatasan Indonesia–Timor Leste hingga finis di Atambua, Belu.   Kupang | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap mencatat sejarah baru lewat Tour de EnTeTe 2025, event balap sepeda internasional dengan lintasan terpanjang […]

  • Ketua Korcab VII DJA II Dukung Penurunan Stunting NTT

    Ketua Korcab VII DJA II Dukung Penurunan Stunting NTT

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Angka prevalensi stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertinggi di Indonesia yaitu 37,8 persen. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan perbaikan akses pangan bergizi di provinsi yang memiliki 21 kabupaten dan 1 kota ini dengan pola pemberdayaan BumDes dan mengonsumsi pangan lokal. Guna mendukung program […]

  • Bamsoet Tak Bisa Tolak Desakan Daerah Agar Golkar Dikelola Sesuai AD/ART

    Bamsoet Tak Bisa Tolak Desakan Daerah Agar Golkar Dikelola Sesuai AD/ART

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI yang juga Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo menegaskan maju atau tidak dirinya sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas), sangat tergantung dorongan para pemilik suara di daerah. Dirinya mengaku saat ini dukungan dari DPD I dan DPD II Partai Golkar sangat […]

expand_less