Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dokter Tifa Ungkap Gibran Ngantukan Lebih Baik Dibanding Ptosis

Dokter Tifa Ungkap Gibran Ngantukan Lebih Baik Dibanding Ptosis

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 72
  • comment 0 komentar

Loading

Dokter Tifa membandingkan istilah ngantukan dengan istilah medis ptosis yang sebelumnya sempat diungkapkan dokter Tompi dan ramai dibahas publik.

 

Jakarta | Dokter sekaligus pakar neuroscience behavior dan epidemiolog, dr Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa melontarkan pernyataan kontroversial terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menanggapi materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyebut mata Gibran tampak ngantukan. Tulis dr Tifa dalam pernyataan di akun X @DokterTifa, Kamis 8 Januari 2026.

Dokter Tifa membandingkan istilah ngantukan dengan istilah medis ptosis yang sebelumnya sempat diungkapkan dokter Tompi dan ramai dibahas publik. Menurutnya, penyebutan ngantukan jauh lebih ringan dibandingkan label ptosis yang memiliki implikasi medis serius.

Dokter Tifa menegaskan bahwa dalam pendekatan Evidence Based Medicine, ptosis tidak hanya soal kelopak mata turun. Ia menyebut ptosis dalam sejumlah riset ilmiah berkaitan dengan gangguan mental seperti depresi, bipolar, skizofrenia, hingga penggunaan psikotropika atau narkoba.

Dokter Tifa mengklaim riset tersebut melibatkan lebih dari 4.000 subjek sehingga dianggap valid dan sulit dibantah. Ia kemudian mempertanyakan mana label yang lebih dapat diterima oleh Gibran, disebut ngantukan oleh komika atau ptosis oleh kalangan medis.

Di tengah polemik tersebut, dokter Tifa juga mempromosikan buku terbarunya berjudul GIBRAN’S BLACK BRAIN. Buku itu diklaim membedah perilaku dan pola pikir pemimpin melalui pendekatan neuroscience behavior, epidemiologi perilaku, dan neuropolitik.

Pernyataan dokter Tifa memicu reaksi publik karena memadukan isu kesehatan, politik, dan kritik personal terhadap pejabat negara.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Gibran Rakabuming Raka maupun Pandji Pragiwaksono terkait pernyataan tersebut.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waktu Indonesia Bercanda (WIB)

    Waktu Indonesia Bercanda (WIB)

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Bercanda dapat menjadi pencair suasana kaku dalam pertemuan seperti yang dilakukan Deswanto Marbun – Head Of SubNational Program SIAP SIAGA wilayah Jatim, Bali, NTB, NTT dalam perhelatan, “Refleksi 2024 dan Prioritasasi 2025 Bersama Mitra” pada Kamis, 3 Oktober 2024 di Aloft Marriott Bonvoy Hotel Jakarta Wahid Hasyim. Simak video reels Refleksi […]

  • Cahaya Listrik di Kebun Buah Naga, Atensi dan Peduli PLN bagi Petani TTU

    Cahaya Listrik di Kebun Buah Naga, Atensi dan Peduli PLN bagi Petani TTU

    • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | PLN terus mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN UIW NTT memberikan bantuan 460 lampu, instalasi air dan pemasangan listrik baru senilai Rp.130 juta guna meningkatkan produktivitas Petani Buah Naga di Desa Nunmafo, Kecamatan […]

  • Lagi, Kemenkumham Raih 2 BKN Award Tahun 2022

    Lagi, Kemenkumham Raih 2 BKN Award Tahun 2022

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil mendapatkan penghargaan dalam BKN Award tahun 2022. Penghargaan diraih dalam 2 (dua) kategori penilaian untuk kementerian tipe besar. Kemenkumham meraih posisi pertama pada kategori Penilaian Kompetensi, kemudian posisi lainnya yang berhasil diraih yakni pada kategori Penerapan Pemanfaatan Data – Sistem Informasi dan CAT. Sekretaris Jenderal […]

  • Pemkot Kupang Bentuk Satgas Covid-19 Tingkat Kelurahan

    Pemkot Kupang Bentuk Satgas Covid-19 Tingkat Kelurahan

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengharapkan agar Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk di setiap Kelurahan dapat berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kota Kupang. Permintaan Wali Kota Kupang tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi terkait Percepatan Penanganan Covid-19 […]

  • Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. […]

  • Antara Tanggung Jawab & Previlese Anggota Dewan: Kasus Pemukulan Warga

    Antara Tanggung Jawab & Previlese Anggota Dewan: Kasus Pemukulan Warga

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Heboh lantaran beredar video seorang pria bak atlet MMA menggebuki seorang warga (perempuan) di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Pria itu ternyata seorang anggota DPRD di Palembang bernama H.M. Syukri Zen, SIP., kader dari Partai Gerindra. Media pun ramai lantaran warganet mempermasalahkan. Kita juga diminta untuk menanggapinya. Begini, Kasus ini terlalu […]

expand_less