Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh  Dr. Jerry Massie M.A., Ph.D

Partai-partai di DPR tak bertaji dan kehilangan roh membela rakyat. Periode ini menjadi terburuk dalam sejarah.

Desakan mencetak uang Rp.600 triliun akan berakibat fatal. Ini program tanpa kajian komprehensif. Mereka seakan lupa saat pencetakan uang pada 1998 lalu, berdampaknya inflasi cukup tinggi yakni 70%, Dolar AS Tembus Rp.17.000.

Biaya krisis kala itu yang ditanggung oleh pemerintah mencapai 70% dari produk domestik bruto.

Kendati usulan DPR ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Bank Indonesia. Namun DPR tak bergeming. Saat ini, DPR tak memikirkan sebuah risiko cause and effect (sebab akibat) jika percetakan uang ini dilakukan.

Saya tak mengerti akan pola pikir pimpinan DPR di periode ini. Memang punya kekuatan pemerintah lewat parlement power (kekuatan parlemen) mereka unggul jauh, tapi jangan remehkan people power (kekuatan rakyat) lebih besar 270 juta berbanding 575 kursi. Apalagi oposisi hanya PKS saja akan sulit membendung langkah ini. Buktinya revisi UU Minerba No 4 Tahun 2009, dan Perppu No 1 Tahun 2020 untuk tangani pandemi Covid-19 diterima dan disahkan DPR atau resmi jadi UU.

Pada intinya hukum di negeri ini telah diamputasi. Jika terjadi korupsi dana Covid-19 maka tak ada hukuman perdata dan pidana.

Ada kebijakan rasional dan irasional.

Menurut saya cetak uang bisa saja dilakukan BI tapi economic impact (dampak ekonomi) serta economic condition (kondisi ekonomi) bisa berbahaya. Jelas ini akan menambah likuiditas perbankan serta membantu pembiayaan defisit fiskal bukan hal yang tepat.

Lebih baik moneter policy (kebijakan moneter) yang kerap dilakukan misalkan menurunkan giro wajib minimum (GWM), selain itu langkah brilian jika membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu dilibatkan. Perlu juga memahami UU No 7 Tahun 2011. Pertanyaan saya kenapa DPR ngotot mendorong BI cetak uang sebanyak itu? Apakah DPR punya solusi atau bicara tanpa kajian yang komprehensif.

Menurut ahli ekonomi Indonesia Rizal Ramli, “Jangan sampai Indonesia mengulangi kesalahan seperti itu. Di Amerika Latin dan Zimbabwe, banyak sekali negara yang bisa cetak uang, namun akibatnya ekonomi mereka hancur.”

Memang urusan mencetak uang merupakan domain Bank Indonesa (BI) Sesuai Undang-Undang No. 7 Tahun 2011, pencetakan Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia, dengan menunjuk badan usaha milik negara, yaitu Perum Peruri, sebagai pelaksana Pencetakan Rupiah. Pencetakan uang Rupiah Tahun Emisi 2016 dilakukan seluruhnya oleh Perum Peruri.

Dalam proses pencetakan ini melibatkan Perum Peruri. Sesuai aturan pencetakan uang ini diserahkan kembali ke Bank Indonesia, bahan uang pada proses ini, dilaksanakan pula verifikasi/penghitungan ulang oleh Bank Indonesia.

Peruri pun mencetak sesuai perhitungan BI jadi tak main cetak uang kertas. Saya pikir ini akan ada pemain yang memainkan perannya bak sinetron. Ada sang sutradara. Ini rawan penggelapan hingga korupsi

Saran saya, wahai DPR tinggalkan niatmu, para orang-orang yang dipilih rakyat. Jangan anda berselingkuh dengan birokrat atau eksekutif atau berkorporasi hanya untuk memenuhi keinginan anda. (*)

Penulis merupakan pengamat politik dan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lulusan Termuda Undana, Caterina Lay: “Motivasi Diri adalah Senjata Utama”

    Lulusan Termuda Undana, Caterina Lay: “Motivasi Diri adalah Senjata Utama”

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Undana (Universitas Nusa Cendana) Kupang melaksanakan wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana periode kedua tahun 2019. Bertempat di Aula Rektor Lama Undana Kupang, pada Jumat 28 Juni 2019. Hadir pada acara wisuda itu, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph.D., Para Wakil Rektor, hadir pula […]

  • Larantuka Festival, Ajang Amal bagi Penyintas Erupsi Lewotobi

    Larantuka Festival, Ajang Amal bagi Penyintas Erupsi Lewotobi

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka Festival merupakan festival mandiri komunitas Bergiat Untuk Nusa (BERGUNA) yang dijalankan dengan berkolaborasi bersama beberapa komunitas lain dan Pemda Flores Timur.   Larantuka | Komunitas BERGUNA Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat Larantuka Festival di pelataran talud kawasan perlindungan terumbu karang pada Kamis—Sabtu, 14—16 November 2024. Perhelatan ini berjalan guna mengangkat peran […]

  • Jabatan Pj Wali Kota Kupang Selesai, Fahrensy Funay Diganti Linus Lusi

    Jabatan Pj Wali Kota Kupang Selesai, Fahrensy Funay Diganti Linus Lusi

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Penjabat Wali Kota Kupang periode 2023—2024, Fahrensy Funay bakal mengakhiri masa jabatannya pada Kamis, 22 Agustus 2024. Ia dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018—2023, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Selasa, 22 Agustus 2023 di aula El Tari Kupang. Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Fahrensy Funay menghadiri penutupan sidang III tahun 2023/2024 […]

  • Garuda Indonesia Siap Beli 50—75 Pesawat Boeing

    Garuda Indonesia Siap Beli 50—75 Pesawat Boeing

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Loading

    Fokus utama dari investasi ini juga diarahkan ke Citilink sebagai anak usaha yang terus tumbuh di segmen penerbangan berbiaya rendah.   Jakarta | Garuda Indonesia sementara mempertimbangkan pembelian 50–75 unit pesawat Boeing sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang. Rencana ini mencakup tipe Boeing 737 dan 787, dengan sebagian pendanaan berasal dari fasilitas pembiayaan senilai […]

  • Bupati Belu Akui CMS Bank NTT Permudah Kelola Keuangan Daerah

    Bupati Belu Akui CMS Bank NTT Permudah Kelola Keuangan Daerah

    • calendar_month Sel, 20 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Sebanyak 69 Kepala Desa di Belu mengikuti bimbingan teknis Aplikasi CMS (Cash Management System) di aula kantor CU Kasih Sejahtera Atambua, Sabtu 16 September 2022. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM. Turut hadir, pimpinan Bank NTT, Tim Teknis BPKAD Kabupaten Belu, Tim Kerja TP2D Kabupaten Belu, Para […]

  • Bank NTT Kerja Sama dengan Pegadaian : Tabungan Flobamora ‘Cashback Emas’

    Bank NTT Kerja Sama dengan Pegadaian : Tabungan Flobamora ‘Cashback Emas’

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT dan Pegadaian melakukan penandatanganan kerja sama dalam program ‘Cashback Tabungan Emas 24 karat’ yang berlaku untuk Produk Tabungan Flobamora. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan pada Jumat, 11 Oktober 2019 pukul 15.00 WITA—selesai di Hotel On The Rock Kupang. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilaksanakan oleh Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander […]

expand_less