Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ganjar Bertemu Yenny Wahid, Akhirnya PSI Benar

Ganjar Bertemu Yenny Wahid, Akhirnya PSI Benar

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
  • visibility 107
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Antoni DH Nugroho

Kepanikan terbaca di kubu PDIP dan Ganjar Pranowo pasca deklarasi koalisi besar Gerindra, Golkar, PAN dan PKB pada Minggu, 13 Agustus 2023. Malam sebelumnya sempat beredar kabar, kalau PKB akan merapat ke kubu Ganjar Pranowo, namun yang terjadi berbalik 180 derajat. Cak Imun hadir dan terlihat mesra dengan 3 Ketum Parpol lain yang sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Malamnya Ganjar terlihat muncul bersama Yenny Wahid di Coganjur. Kabarnya untuk meminta restu Ibu Shinta Wahid. Ganjar dan Yenny sebelumnya diusung sebagai Capres dan Cawapres oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun satu dan lain hal yang tentu terkait dengan tidak berkenannya PDIP jika PSI mendahului deklarasi, maka ratusan billboard dan baliho Ganjar-Yenny akhirnya diturunkan oleh PSI.

Sebenarnya sangat mudah merasionalisasi pilihan PSI. Jika di kubu Prabowo ada Cak Imin dan PKB maka bisa dipastikan kubu NU Moderat dan Gusdurian tidak akan mendukung Prabowo Subianto. Karenanya mendorong Yenny Wahid sebagai Cawapres adalah strategi ideal untuk memperebutkan suara kaum Nahdliyin.

Jika saja PDIP tidak begitu arogannya, mau sedikit saja merendah atau setidaknya mendengar saran dari PSI. Mungkin koalisi besar yang dideklarasikan pagi tadi tidak akan terbentuk. Jika saja kritikan PSI agar PDIP berhenti melabeli Ganjar sebagai Petugas Partai didengarkan oleh PDIP tentu saat itu Ganjar akan dengan luwes melakukan komunikasi politik dengan partai-partai di luar PDIP.

Strategi satu pintu PDIP benar-benar menjerumuskan Ganjar.

Baik Ganjar maupun Yenny punya basis massa yang berbeda. Ganjar tidak punya akar di Jawa Timur, ini bisa diisi oleh Yenny Wahid. Begitupun komunikasi dengan NU bisa sangat cair jika yang memimpin diplomasi itu adalah seorang Yenny Wahid.

Namun apa hendak dikata, nasi sudah jadi bubur. Pertemuan Ganjar dan Yenny malam ini hanyalah sekedar pengobat luka kepanikan PDIP, agak terlambat jika mengajak Yenny menjadi bagian dari Ganjar dan PDIP.

Yenny juga bukan orang yang mudah diikat secara politik, dia mewarisi kebijakan sang Ayah yang lebih memilih mundur dari politik agar pertikaian bisa dihindarkan. Bagi Yenny kemanusiaan jauh lebih penting. Lagian suami Yenny Wahid, Gus Dhohir Farizi sudah lebih dahulu bergabung dengan PSI.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

  • Silvester Wanggur

    Belum terlambat,politik itu sangat dinamis, msh ada posisi wakil yg akan menentukan…bialah mengalir bagikan air….

    Balas14 Agustus 2023 12:17 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh di Balik Rencana Pertemuan Prabowo-Megawati

    Tokoh di Balik Rencana Pertemuan Prabowo-Megawati

    • calendar_month Sen, 7 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 1Komentar

    Loading

    Sebelumnya, putra Presiden Prabowo yakni Ragowo Hediprasetyo atau Didit sudah lebih dahulu datang ke kediaman Megawati.   Jakarta | Kabar terbaru mengenai rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri semakin mendekati kenyataan. Semua ini bisa terlaksana berkat siapa lagi kalau bukan sosok Sufmi Dasco Ahmad selaku Ketua Harian DPP Partai Gerindra. Kabar […]

  • Mengenal Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

    Mengenal Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 256
    • 2Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Kali ini saya mau mengenalkan Menteri Keuangan yang baru. Namanya, Purbaya Yudhi Sadewa. Lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia bukan sekadar manusia biasa, melainkan semacam campuran antara insinyur elektro dan nabi ekonomi. Dari S1 Teknik Elektro ITB, lalu melanjutkan MSc Ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Di kampus […]

  • Undana Teken MoU dengan University Of New England NSW Australia

    Undana Teken MoU dengan University Of New England NSW Australia

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan University Of New England NSW Australia dalam bidang kerjasama supervisi mahasiswa, publikasi, pengembangan proyek baru, dan pertukaran mahasiswa maupun pertukaran dosen. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Undana, Sabtu, 27 April 2019 pukul 15.30 WITA antara Rektor Undana, Prof. […]

  • Reskrim Polsek Tasbar Limpahkan Berkas Kasus Kades Nanaet ke Kejari Belu

    Reskrim Polsek Tasbar Limpahkan Berkas Kasus Kades Nanaet ke Kejari Belu

    • calendar_month Sen, 9 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Polsek Tasifeto Barat, Resor Belu telah melimpahkan berkas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Nanaet, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Kandrianus Taek ke Kejaksaan Negeri Belu oleh Kanit Reskrim, Aiptu. Marselinus Goran, pada Senin, 9 Desember 2019 pukul 15.00 WITA. “Selamat siang, sekadar info bahwa berkas perkara penganiayaan yang […]

  • Sosok Mirip Yesus Curi Perhatian Saat Misa Suci Bersama Paus di GBK

    Sosok Mirip Yesus Curi Perhatian Saat Misa Suci Bersama Paus di GBK

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Ada momen tak terlupakan dalam perayaan Misa Suci bersama Paus Fransiskus di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis 5 September 2024. Di tengah ribuan umat yang hadir, seorang pria berambut gondrong tiba-tiba mencuri perhatian. Berbalut jubah rohaniwan, sosok ini ditampilkan di layar besar, dan langsung disambut sorakan penuh kegembiraan dari umat yang […]

  • Menuju Dewan HAM PBB, Pigai : Saya Tak Butuh Buzzer Untuk Taklukkan Dunia

    Menuju Dewan HAM PBB, Pigai : Saya Tak Butuh Buzzer Untuk Taklukkan Dunia

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Loading

    Pigai berharap Indonesia resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 pada pekan kedua Januari mendatang.   Jakarta | Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan dirinya tidak membutuhkan buzzer atau pendengung untuk menaklukkan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia mencatat kemenangan penting dalam pemungutan suara Asia Pacific Group di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan […]

expand_less