Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Mengapa di Ujung Kekuasaannya, Jokowi Masih Sangat Populer?

Mengapa di Ujung Kekuasaannya, Jokowi Masih Sangat Populer?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 18 Agu 2023
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Denny JA

Isu perubahan yang diusung koalisi Capres Anies Baswedan saat ini tidak terlalu bergema. Ini ikut menyumbang elektabilitas Anies yang masih kalah selisih dua digit ( di atas 10 persen) dibandingkan elektabilitas Ganjar Pranowo, terlebih lagi Prabowo Subianto.

Tapi mengapa isu perubahan tidak bergema? Jawabnya adalah hukum besi politik. Isu perubahan hanya bergema jika  presiden yang berkuasa tidak populer. Akibatnya publik luas ingin suasana yang baru, berbeda, perubahan.

Sebaliknya, jika presiden yang berkuasa sangat populer, publik ingin kondisi itu justru berlanjut. Yang menyentuh mayoritas pemilih bukan isu perubahan, tapi justru isu untuk tetap bertahan. Continue. Lanjut!

Di ujung kekuasaannya, Jokowi masih sangat populer. Menjelang proklamasi 17 Agustus, approval rating, yang puas atas kinerja Jokowi selaku presiden masih sangat tinggi di angka 80 persen. Itu hasil survei LSI Denny JA yang baru saja selesai, beberapa hari lalu.

Jika survei itu diurut ke belakang, di bulan Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, hingga Agustus 2023, tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi dalam survei LSI Denny JA, berkisar antara 79—82 persen. Itu tingkat kepuasan yang teramat tinggi.

Bagi mereka yang menyadari data ini, tak akan mengusung isu perubahan. Yang harusnya diusung justru “Jokowi Effect,” efek kedekatan dengan Jokowi, efek melanjutkan program penting Jokowi.

Apa yang menyebabkan Jokowi masih sangat populer di ujung kekuasaannya? Itu gabungan antara kinerja dan personalitas Jokowi sendiri. Akan halnya kinerja Jokowi, programnya soal Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Hilirisasi, IKN, Infrastruktur, dan sebagainya, termasuk pro dan kontra, perlu dibahas tersendiri.

Di sini, dibahas satu sisi saja: personalitas Jokowi yang hadir di ruang publik. Penampilan Jokowi yang rendah hati, akrab dengan rakyat, menyapa (reaching out), ikut memberi kontribusi.

Minggu siang di akhir Juli 2023, saya mendapatkan teks di japri WA. Itu teks dari ajudan Presiden. Ia mengabarkan bahwa Presiden ingin bertemu. Saya datang ke Istana Merdeka, di hari Minggu. Suasana sepi di sana. Tapi protokol istana tetap terasa. Dari pintu khusus, dengan mobil golf saya di antar ke tempat Jokowi.

Di ujung meja panjang, duduk rileks saja Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Rendah hatinya Jokowi sudah terasa dari kalimat pertama yang ia ucapkan. “Maaf, saya mengganggu hari libur Mas Denny. Tadi saya minta cek, apakah hari ini Mas Denny tidak di luar kota.”

Saya pun menjawab, “oh sama sekali tidak mengganggu, pak. Dipanggil presiden adalah sebuah kehormatan.”

Itu hari minggu. Jokowi rileks saja tidak berpakaian resmi.

Kami mengobrol santai saja. Terasa sikapnya yang santun, halus, dan cerdas secara emosional. Jokowi lebih banyak bertanya. Sesekali ia mencatat percakapan.

Kami berdiskusi berdua saja, sekitar 45 menit. Dalam percakapan itu saya sempat berkata, “Ketika nanti selesai tugas di tahun 2024, usia Pak Jokowi masih tergolong sangat muda, 63 tahun. Dan Pak Jokowi masih sangat populer.”

Di Indonesia, bahkan di dunia, sangat, sangat dan sangat jarang, di ujung kekuasaannya, seorang presiden mendapatkan tingkat kepuasan (approval rating) hingga 80 persen.

Approval rating itu bahasa riset yang standar dalam survei opini publik.

Approval rating menunjukkan persentase responden pada jajak pendapat yang menyetujui orang atau program tertentu. Setuju atau tidak setuju, dalam survei di Indonesia bahasanya acap kali diganti dengan puas atau tidak puas.

Peringkat persetujuan untuk presiden di Amerika Serikat pertama kali dilakukan oleh George Gallup pada tahun 1937. Gallup adalah seorang jajak pendapat terkenal Amerika Serikat, yang mendirikan Gallup Organization pada tahun 1935. Ia dianggap sebagai bapak polling opini publik modern.

Peringkat persetujuan tertinggi untuk seorang presiden pada akhir masa jabatannya adalah 90% untuk Franklin D. Roosevelt pada tahun 1945. Roosevelt presiden selama Perang Dunia II dan peringkat persetujuannya melonjak setelah kemenangan sekutu.

Peringkat persetujuan terendah untuk seorang presiden di Amerika Serikat pada akhir masa jabatannya adalah 22% untuk Harry Truman pada tahun 1952. Truman adalah presiden selama perang Korea dan peringkat persetujuannya menurun seiring perang berlarut-larut.

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi peringkat persetujuan presiden, termasuk keadaan ekonomi, peristiwa kebijakan luar negeri, dan personalitas presiden. Misalnya, presiden cenderung memiliki peringkat persetujuan yang lebih tinggi saat perekonomian berjalan baik dan peringkat persetujuan lebih rendah saat perekonomian berjalan buruk.

Tradisi di Indonesia, umumnya presiden berakhir buruk di ujung kekuasaannya. Bung Karno jatuh. Pak Harto jatuh. Laporan Presiden Habibie ditolak MPR. Gus Dur juga jatuh. Megawati tidak dipilih kembali sebagai presiden, dikalahkan oleh SBY. Dan SBY pun di ujung kekuasaannya menurun tingkat popularitasnya, yang berimbas jatuhnya perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu 2014.

Jokowi keluar dari tradisi presiden Indonesia. Ia justru sangat populer di ujung kekuasaannya.

Dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2023 di gedung MPR/DPR/DPD, Jokowi menyatakan: “Saya tahu ada yang mengatakan Saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol. Ya nda apa, sebagai pribadi saya menerima saja.”

“Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia,” ujarnya.”

Sampai berakhir tugasnya, semoga Jokowi tetap rendah hati, tak terganggu dikritik, tetap bersahaja, dan populer. Ini agar kita memulai tradisi yang berbeda. Presiden di Indonesia jangan justru jatuh di ujung kekuasaannya.

Kita justru  harus menjauh dari apa yang dikatakan dalam puisi Kahlil Gibran. “Celakalah sebuah negeri, yang membunyikan trompet dan bertepuk tangan menyambut pemimpin baru. Namun melepas pemimpin itu dengan cemooh dan cacian di ujung kekuasaannya.”

Masih sangat populernya Jokowi di ujung kekuasaan adalah tradisi yang baik untuk dilanjutkan oleh Presiden Indonesia berikutnya.(*)

Kamis, 17 Agustus 2023

*/Denny JA memiliki nama lengkap Denny Januar Ali, dikenal sebagai Denny JA adalah seorang penulis Indonesia. Denny JA dinobatkan oleh majalah TIME pada tahun 2015 sebagai salah satu dari 30 orang paling berpengaruh di internet.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi : Sebuah Ujian Kepemimpinan Publik

    Pandemi : Sebuah Ujian Kepemimpinan Publik

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Hari-hari ini, ruang publik kita sedang disesaki oleh tukar-tanggap opini yang tak berujung seputar acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dilakukan Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat (VBL). Kegiatan pemerintahan tersebut, bertempat di Otan Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang tanggal 27 Agustus 2021. Berbekal sebuah video yang mempertontonkan aksi panggung […]

  • BNNP NTT & Komunitas Zumba Aerotech Edukasi Bahaya Narkoba

    BNNP NTT & Komunitas Zumba Aerotech Edukasi Bahaya Narkoba

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Cara unik dan kreatif dilakukan oleh Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng Komunitas Zumba Aerotech memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu/12/1/2019 pukul 06.00—09.00 WITA. Cara unik dilaksanakan dengan melakukan zumba bersama dengan para penikmat arena car free […]

  • Ditjen Hubud Awasi Penggunaan  Pesawat Boeing 737-8 Max

    Ditjen Hubud Awasi Penggunaan Pesawat Boeing 737-8 Max

    • calendar_month Sen, 11 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyampaikan duka yang mendalam atas musibah jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nirobi pada Minggu/10 Maret 2019. Terkait musibah jatuhnya pesawat berjenis Boeing 737-8 Max yang terbang dari Bandara Bole di Addis Ababa, Ditjen Hubud akan terus melakukan pengawasan terhadap maskapai yang masih mengoperasikan […]

  • Ody Kalake Beber Geografi Iklim NTT di World Water Forum

    Ody Kalake Beber Geografi Iklim NTT di World Water Forum

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri dari 609 pulau (data Pemprov NTT, baca https://www.pemprov-ntt.com/tentang) dengan populasi 5,7 juta orang. NTT masuk dalam kategori iklim semi-arid di mana rata-rata musim hujan hanya selama 3 hingga 4 bulan per tahun. Rata-rata curah hujan adalah 1.523 mm/tahun yang mana Kabupaten Lembata menjadi daerah dengan curah hujan […]

  • Lebaran 2022, Presiden Jokowi Imbau  Hindari Puncak Arus Mudik

    Lebaran 2022, Presiden Jokowi Imbau Hindari Puncak Arus Mudik

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah melakukan survei dengan hasil bahwa ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik pada tahun 2022. Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan pada tanggal 28—30 April […]

  • Kaesang—Putra Bungsu Presiden Jokowi, ‘Jualan Pisang’ di Kupang

    Kaesang—Putra Bungsu Presiden Jokowi, ‘Jualan Pisang’ di Kupang

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Putra dari Presiden Jokowi jualan pisang di Kupang? Kedengaran aneh ya? Ya itulah kondisi nyata yang dilakukan oleh Kaesang Pangareb, Putra bungsu dari Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo ini rela berjualan pisang di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun, bukan buah pisang yang dijual oleh Putra Bungsu Presiden […]

expand_less