Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » ‘Festival Lembah Baliem’—Perempuan, Anak & Warisan Pemersatu Bangsa

‘Festival Lembah Baliem’—Perempuan, Anak & Warisan Pemersatu Bangsa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Loading

Walesi-Papua, Garda Indonesia | Indonesia sangat kaya akan warisan budaya, mulai dari Sabang sampai Merauke terdapat beragam unsur budaya yang menjadi kekuatan dan diferensiasi dari negara lain.

Secara umum budaya masyarakat di dunia menempatkan laki-laki pada hierarki teratas sedangkan perempuan menjadi nomor dua. Padahal jelas bahwa peran perempuan berpengaruh terhadap pembentukan karakter bangsa.

“Perempuan harus menjadi sosok terdepan yang mampu menjaga warisan budaya Indonesia. Jangan sampai keasliannya terpengaruh unsur dan budaya negara lain di era globalisasi. Anak sebagai penentu masa depan bangsa juga harus ditanamkan kecintaannya terhadap warisan budaya Indonesia sejak dini. Perempuan dan anak harus dijaga dan dilibatkan dalam pembangunan termasuk juga pelestarian budaya Indonesia,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat Membuka Festival Lembah Baliem ke-30 Tahun 2019 yang mengusung tema “Warisan Budaya Sebagai Jejak Peradaban” di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu, 7 Agustus 2019.

Menteri Yohana mengatakan eksistensi Kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem yang ke-30 Tahun 2019 menjadi pembuktian kepedulian pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

Menteri PPPA Prof Yohana Yembise dengan balutan pakaian adat Papua

“Saya sangat bangga dapat membuka acara Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) yang ke-30 tahun ini. Melihat keragaman warisan budaya tanah Papua membuat saya semakin bangga menjadi orang asli Papua. Perempuan, anak, dan warisan budaya tidak dapat dipisahkan sebab mereka berperan sebagai unsur pemersatu dan penentu masa depan bangsa,” ujar Menteri Yohana.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Yohana atas kesediaannya untuk hadir pada FBLB ke-30 tahun 2019.

“FBLB merupakan festival seni dan budaya tertua di tanah Papua yang terus hadir untuk melestarikan warisan budaya Papua. Festival ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat Papua di masa lampau khususnya perang suku Papua. Sepanjang masa jabatan saya sebagai Bupati, Menteri Yohana merupakan Menteri pertama yang hadir dan membuka FBLB di Wamena, saya sangat bangga dan berterima kasih kepada beliau yang telah berkenan datang ke Wamena,” ujar Jhon.

Jhon menambahkan selama 30 tahun berlangsung, FBLB telah memberikan banyak dampak positif dalam membentuk pola pikir masyarakat lokal di Jayawijaya untuk semakin mengerti bahwa perang suku sesungguhnya sangat merugikan sosial masyarakat lokal. Perang suku seharusnya dapat dilestarikan dengan cara yang memiliki nilai edukasi salah satunya melalui FBLB ini. Selain itu FBLB juga menjadi sarana melindungi nilai-nilai seni, budaya, dan adat Papua serta mendorong peningkatan sektor pariwisata, pembangunan, dan ekonomi masyarakat lokal.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani menuturkan FBLB yang sudah mencapai tahun ke 30 ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam upaya pelestarian warisan budaya Papua.

“30 tahun berjalan, FBLB tetap eksis berada dalam Top 100 Calendar of Events Wonderful Kementerian Pariwisata. Beberapa faktor pendukungnya ialah sebuah festival harus memiliki nilai budaya dan kreativitas, memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat lokal, dan komitmen pemerintah daerahnya dalam melestarikan budaya lokal,” tambah Riska.

“Saya merasa senang menjadi bagian dari festival ini. Besar harapan agar festival budaya seperti ini akan terus ada setiap tahunnya baik di tanah Papua maupun di daerah lain di Indonesia. Budaya merupakan salah satu identitas sebuah bangsa, oleh karena itu harus terus dilestarikan. Terlepas dari semua itu, saya juga menitipkan perempuan dan anak di tanah Papua kepada bapak Bupati agar hak dan perlindungan bagi mereka dapat terpenuhi dengan baik. Sebab perempuan dan anak merupakan bagian yang tidak boleh terlepaskan dari pembangunan sebagai pemersatu bangsa Indonesia,” tutup Menteri Yohana. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Sawah Tadah Hujan di Manggarai Timur Kekurangan Air

    Petani Sawah Tadah Hujan di Manggarai Timur Kekurangan Air

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Borong, Garda Indonesia | Beberapa hektar tanaman padi di desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam gagal panen. Gradus Amput, petani asal Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kabupaten Manggarai Timur pada Minggu, 8 Januari 2023, mengatakan hujan tidak turun sejak dua minggu kemarin sampai sekarang. Akibatnya, kondisi sawah […]

  • OSIS SMA Negeri 7 Borong Dikukuhkan, Kepsek: Harus Jadi Panutan

    OSIS SMA Negeri 7 Borong Dikukuhkan, Kepsek: Harus Jadi Panutan

    • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Borong, Garda Indonesia | SMA Negeri 7 Borong menghelat pelantikan dan serah terima jabatan pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) periode 2021—2022 ke pengurus baru periode 2022—2023. Pelantikan pengurus OSIS oleh kepala SMA Negeri 7 Borong, Rudolfus Supratman,S.Pd. pada Sabtu, 3 September 2022. Beberapa poin disampaikan Rudolfus Supratman dalam sesi pelantikan pengurus OSIS SMA 7 […]

  • Wagub NTT Josef Nae Soi Peroleh Nama Baru dari Komunitas Tuli Kupang

    Wagub NTT Josef Nae Soi Peroleh Nama Baru dari Komunitas Tuli Kupang

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat ini telah memperoleh sebuah nama baru dari Komunitas Tuli Kupang (KTK); sebuah komunitas yang beranggotakan 50 orang disabilitas yang berdiri sejak tahun 2016. Pemberian nama baru tersebut diberikan oleh KTK saat kegiatan Pelantikan Forum PRB NTT Periode 2018—2020, di Anjungan Pantai Lasiana Kupang. ‘Kacamata’, […]

  • Labuan Bajo Tuan Rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

    Labuan Bajo Tuan Rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) dihelat pada Jumat, 18 Juni 2021 pukul 08.00—11.00 WITA di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan pameran ‘expo’ usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara dalam jaringan ‘daring’ atau ‘online’ dan luar jaringan ‘luring’. Mengusung tema “Kilau Digital […]

  • Telan Dana 50 Triliun, Airport Bali Utara Dibangun Tanpa APBN

    Telan Dana 50 Triliun, Airport Bali Utara Dibangun Tanpa APBN

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Loading

    Proyek ini mencakup pengembangan kawasan aerotropolis dan aerocity yang akan terhubung langsung ke jaringan tol. Ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2025.   Singaraja | Bandara Internasional Bali Utara akan dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp50 triliun, tanpa menggunakan dana pemerintah. Seluruh pembiayaan proyek ini didukung oleh investor asing asal Tiongkok, tanpa melibatkan APBN satu rupiah […]

  • Pulau Sumba Semakin Terang, PLN Listriki 9 Desa dan 9 Dusun

    Pulau Sumba Semakin Terang, PLN Listriki 9 Desa dan 9 Dusun

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan listrik di 9 (sembilan) desa dan 9 (sembilan) dusun di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran listrik PLN di 4 (empat) kabupaten yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya selama 24 jam tersebut menjadi bukti kehadiran Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara […]

expand_less