Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 1 Des 2018
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Loading

Depok, gardaindonesia.id | Menyadari pentingnya peran keluarga dalam memperkuat tumbuh kembang anak dan perlindungan perempuan maka Kementerian PPPA melalui Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Bidang Perlindungan Hak Anak Forum Komunikasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas P3A) menyelenggarakan seminar dan kursus Penguatan Peran Keluarga untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak, Sabtu, 1 Desember 2018 di Kampung Wisata Edukasi Haula, Depok.

Kegiatan ini sebagai kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI), Forkomnas P3A, RumahSiwi Institute, dan Pusat Kajian Kepemudaan (Puskamuda).

Acara dibuka oleh Syaiful, perwakilan Sekjen Forkomnas P3A, yang kemudian dilanjutkan materi “Menjadi Orang Tua Dambaan” oleh Ustadz Ardhy Surya Nugraha, S.E.I (Da’i Muda, Founder DUGEM, Ketua Ikatan Muballigh Motivator Indonesia) dan ‘Konvensi Hak Anak dan Pengasuhan Anak Berbasis Gender’ oleh Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS (Perwakilan Forkomnas, Dosen IPB, Pakar Hak Anak) yang kemudian ditutup makan siang untuk sesi pagi.

Sesi siang dilanjutkan ke dalam 2(dua) kegiatan: workshop pembuatan kurma coklat untuk ibu-ibu setempat oleh Ir. Sri Subiyanti dan tim; dan short course untuk pendampingan ABK oleh Dr. Suharsiwi, M.Pd yg didampingi oleh Derry Fahrizal Ulum dan Firyal Dhiyaul Haqqi sebagai volunteer orang muda.

Peserta sebanyak 50 orang, terdiri dari perwakilan orang tua, pendamping Anak Berkebutuhan Khusus(ABK), guru PAUD/TK/SD inklusif, baik laki-laki maupun perempuan

“Kegiatan ini memberi motivasi dan penguatan bahwa peran keluarga itu penting, rumah kita jangan seperti rumah laba-laba yang rapuh, hidup tanpa Landasan Agama, dan jangan sampai melanggar ketentuan yang ada di konvensi hak anak karena ada hukum yang mengatur,” ujar salah satu peserta kegiatan.

Lain sisi, peserta lain memberikan masukan, “Kegiatan seperti ini sebaiknya secara reguler dilakukan. Diskusi harus terus dilakukan di kampung-kampung antar tetangga, termasuk melibatkan remaja agar keluarga semakin kuat dan kokoh, jauh dari kekerasan”.

Sumber berita (*/Forkomnas P3A)
Editor (*/rony banase )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Santer Raffi Ahmad Jadi Menpora Gantikan Dito Ariotedjo

    Isu Santer Raffi Ahmad Jadi Menpora Gantikan Dito Ariotedjo

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Spekulasi makin menguat karena bertepatan dengan keterangan Istana, Raffi Ahmad memang diketahui sedang berada di luar kota untuk mendampingi sang ibu, Amy Qanita, yang tengah dirawat di rumah sakit.   Jakarta | Selebritas papan atas Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan publik setelah namanya diisukan bakal menempati posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam Kabinet Merah […]

  • PKKMB Institut Pendidikan SoE Bina 401 Mahasiswa Baru

    PKKMB Institut Pendidikan SoE Bina 401 Mahasiswa Baru

    • calendar_month Jum, 30 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    SoE | Institut Pendidikan SoE (IPS), menghelat pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) tahun 2024, bagi 401 orang mahasiswa baru dengan tema “wujudkan mahasiswa berkarakter cerdas dan mandiri untuk menjawab tantangan revolusi industri 5.0”, selama 3 (tiga) hari pada tanggal 29—31 Agustus 2024 bertempat di kampus IPS. Pada saat itu, Rektor IPS Ared J. […]

  • PLN Berhasil Jaga Layanan Listrik Momen Pergantian Tahun Baru 2026

    PLN Berhasil Jaga Layanan Listrik Momen Pergantian Tahun Baru 2026

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    PLN mencatat sebanyak 6.242 gereja prioritas sebagai fokus pengamanan kelistrikan pada perayaan Natal 2025. Selain itu, dalam menyambut malam Tahun Baru 2026, PLN juga mengamankan 879 lokasi prioritas.   Jakarta | PLN kembali sukses menjaga keandalan kelistrikan nasional pada malam pergantian Tahun Baru 2026, melanjutkan keberhasilan saat perayaan Natal 2025. Berbagai titik pusat perayaan terpantau […]

  • 577 ODP & 11 PDP Sembuh, Aýo Putus Mata Rantai Covid-19 di Provinsi NTT

    577 ODP & 11 PDP Sembuh, Aýo Putus Mata Rantai Covid-19 di Provinsi NTT

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Kamis, 16 April 2020 pukul 21.00 WITA jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 779 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 18 orang, Pasien Positif Covid-19 masih 1 Orang. Hingga saat ini sudah ada 35 sampel swab negatif, 1 sampel Positif dan 19 sampel belum ada hasil,” beber Juru Bicara Gugus […]

  • 1 Kasus Positif Covid-19 di Timor Tengah Utara, Mahasiswa Kuliah di Semarang

    1 Kasus Positif Covid-19 di Timor Tengah Utara, Mahasiswa Kuliah di Semarang

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam keterangan pers pada Kamis, 9 Juli 2020 menyampaikan dari hasil pemeriksaan 46 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof.W..Z. Johannes Kupang dan 2 sampel swab diperiksa menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Manggarai Barat, diperoleh […]

  • ‘Best Effort’ Kadin Indonesia untuk Pelaku  UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

    ‘Best Effort’ Kadin Indonesia untuk Pelaku UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Wabah Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan berbagai sendi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Kadin Indonesia mengkaji bahwa 83% pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi terhenti usahanya. Hal tersebut juga berpotensi tumbuhnya 99 juta pengangguran baru. Suatu kondisi yang sangat berbahaya kalau hal ini terjadi. Untuk mencegah hal tersebut dan di […]

expand_less