Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Water is the driving force of all nature.” — Leonardo Da Vinci.

Bertepatan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2021 kita semua diajak untuk merenung sejenak tentang betapa esensialnya air bagi kehidupan 7,7 miliar umat manusia sedunia. Hari Air sedunia ini diperingati sejak 1993 lalu.

Namun, kita juga mesti waspada, ada sinyalemen tentang krisis air global! Data UN Water dari PBB menunjukkan bahwa saat ini 1 dari 3 orang hidup tanpa bisa memenuhi pasokan air minum dengan aman.

Bahkan sudah diprediksi, pada tahun 2050 nanti, bakal ada sekitar 5,7 miliar orang tinggal di daerah yang kekurangan air sedikitnya selama satu bulan dalam setahun. Ini peringatan yang wajib diantisipasi oleh semua pemerintahan di dunia.

Pertumbuhan jumlah penduduk (populasi) yang semakin padat di mana-mana. Kebutuhan sandang, pangan dan papan memaksa industri dan pertanian untuk  bekerja lebih keras (lebih efektif dan lebih efisien) lagi dalam skala yang semakin besar. Dan upaya itu semua (industri dan pertanian) butuh pasokan air.

Singkat cerita, semangat pembangunan yang berkelanjutan itu senantiasa butuh pasokan air (bersih) yang cukup dan juga berkelanjutan.

Bahkan PBB pun percaya bahwa ketersediaan air (bersih) dan sanitasi  yang cukup merupakan prasyarat dari pengentasan kemiskinan, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, serta — tentu saja– pelestarian lingkungan hidup.

Bayangkan saja, untuk hal yang sederhana, dalam kegiatan seputar MCK (mandi-cuci-kakus), tanpa air apa jadinya?

Sementara itu, di Jakarta terjadi situasi ketimpangan sosial yang ironis serta menyayat hati. Juga menyangkut soal air. Apa soalnya?

“Warga miskin di Jakarta harus membayar air bersih 10 kali lipat lebih mahal daripada air bersih di hotel bintang 5,” begitu kata Anthony Winza, dari Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta barusan.

Misalnya di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, di mana warga miskin yang belum mendapatkan akses PAM harus membayar Rp.125.000 per meter kubik untuk membeli air bersih dari penjual keliling. Sementara, tarif PDAM untuk hotel bintang 5 saja hanya sebesar Rp.12.500 per meter kubik.

Warga miskin Jakarta ini terpojok oleh kondisi sosialnya dan tidak punya pilihan, sehingga mereka terpaksalah membayar air hampir 10 kali lipat lebih mahal daripada penikmat hotel bintang 5 itu

Ini tanggung jawab siapa? Ya, siapa lagi kalau bukan Pemprov DKI Jakarta. Ia adalah eksekutif yang diberi kepercayaan untuk mengurus hajat hidup warga Jakarta.

Sayangnya, saat ini Pemprov DKI yang hanya menganggarkan instalasi air bersih sebesar Rp.200-an miliar per tahun. Bandingkan dengan dana Formula-E yang hampir seribu miliar dan sedang raib tak berbekas sampai sekarang!

Yang mana peruntukkannya yang lebih esensial bagi warga Jakarta? Air bersih, atau cerita kosong tentang balapan mobil listrik Formula-E? Apakah kasus Formula-E ini bakal jadi warisan utang dari Anies Baswedan kepada penggantinya nanti? Walahuallam.

Menurut pandangan Anthony Winza, sebetulnya Pemprov DKI Jakarta butuh dana sekitar Rp.28 triliun kalau mau membangun instalasi air bersih yang bisa memenuhi kebutuhan segenap warga Jakarta.

Jadi, hitungan sederhananya, kalau anggaran air bersih cuma Rp.200-an miliar per tahun, maka butuh 100 tahun agar segenap warga Jakarta bisa menikmati air bersih.

Berdasarkan data dari PAM Jaya, hingga kini baru sekitar 60% keluarga Jakarta yang punya akses saluran air bersih langsung. Dan baru pada tahun 2023 cakupan air bersih ini bisa mencapai 82%.

Maka, jika isu soal air bersih ini memang dianggap penting dan jauh lebih esensial bagi kehidupan warga, maka seyogianyalah Gubernur DKI Anies Baswedan memprioritaskannya. Dan parlemen Jakarta mestinya dengan keras memperingatinya terus menerus.

Percayalah, pengadaan air bersih bagi warga itu jauh lebih menyegarkan dan masuk akal, ketimbang cuma mendengar cerita kosong soal balapan mobil listrik yang — de facto –– sudah “menghabiskan” dana hampir setriliun!

Selasa, 23 Maret 2021

Penulis merupakan Direktur Kajian Ekonomi, Kebijakan Publik & SDA Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB)

Foto utama oleh jakarta.go.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | KRM, Rektor Universitas Lampung (UNILA) periode 2020—2024, HY Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung, MB Ketua Senat Universitas Lampung, BS Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung, ML Dosen 6, HF Dekan fakultas Teknik Universitas Lampung, AT Ajudan KRM, dan AD Swasta; terciduk operasi tangkap tangan (OTT) dari Komisi […]

  • Ranperda Inisiatif Disabilitas Dibahas DPRD Belu & Kanwil Kemenkumham NTT

    Ranperda Inisiatif Disabilitas Dibahas DPRD Belu & Kanwil Kemenkumham NTT

    • calendar_month Sab, 14 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banperda) DPRD Belu berkonsultasi dengan Camat dan masyarakat Tasifeto Barat berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif Kabupaten Belu Tahun 2020 tentang Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (PD) di Aula Kantor Camat Tasifeto Barat – Kimbana, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, […]

  • Gubernur Viktor Laiskodat Berkenan Jadi Dosen UPG 45 NTT

    Gubernur Viktor Laiskodat Berkenan Jadi Dosen UPG 45 NTT

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kabar Luar Biasa dari Rektor UPG 1945 NTT, David Selan,S.H.,M.M., menyampaikan tentang rencana Gubernur 1 NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk menjadi Dosen UPG 45. Pernyataan tersebut disampaikan kepada media ini, Kamis/13 September 2018 pukul 11.11 wita usai menerima Mahasiswa KKN berjumlah 59 orang Periode Juli-Agustus 2018. “Beliau menyatakan secara resmi; kami senang […]

  • Kristiana Muki Dorong Tenun TTU Masuk Mulok & Tercatat di Kemenkumham

    Kristiana Muki Dorong Tenun TTU Masuk Mulok & Tercatat di Kemenkumham

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. mendorong agar kain tenun asal Timor Tengah Utara (T.T.U), lebih ditonjolkan dan diangkat sebagai kekayaan luar biasa. “Jangan sampai besok sampai ke depannya ada yang mengklaim tenun T.T.U,” ucapnya kepada Garda Indonesia dalam sesi wawancara eksklusif pada akhir Juni […]

  • 4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

    4 Air Terjun Tertinggi di NTT Jadi Incaran Wisatawan, Ada Air Terjun Pangkadari

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Selain terlihat kece dan unik, air terjun yang ada di Provinsi NTT ini terbilang tinggi. Maka pada kesempatan ini kita akan bahas beberapa air terjun tertinggi yang terletak di Kabupaten Manggarai.   Manggarai | Ada hal yang tidak kita ketahui bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu provinsi di timur Indonesia yang memiliki ragam […]

  • Waspada! Badai Tropis Riley Terjang NTB & NTT

    Waspada! Badai Tropis Riley Terjang NTB & NTT

    • calendar_month Jum, 25 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id | Siklon tropis Riley atau badai tropis yang terbentuk pada 24 Januari 2019 dini hari di Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa merupakan badai tropis berupa gugusan awan yang memutar berbentuk seperti spiral yang mengitari pusat tekanan rendah. Akibat langsung dari Badai Tropis mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia dan menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi yang […]

expand_less