Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

Jokowi Berdiri di antara Alarm Pengingat dan Rintihan Rakyat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Prihati Utami

Kamu dibesarkan dengan kasih dan sayang ibumu, tapi kenapa kamu justru memilih hasutan orang lain demi melanggengkan kekuasaan? Ibumu sudah berpesan untuk mengendalikan diri, tetap memprioritaskan tujuan pertama dan utama sebab jabatan ada karena sebuah kepercayaan untuk mencapai tujuan tadi.

Apa itu? Motivasi hidup?

Ya, seperti alarm pengingat, bahwa ada amanah yang sedang dikerjakan dan akan terus dipertanggungjawabkan.

Begitu analogi kecil jika melihat tindak-tanduk Presiden Joko Widodo. Sudah banyak yang memprediksikan bahwa dia akan keluar dari PDI Perjuangan. 2 partai bahkan digadang-gadang menjadi tempat singgahnya nanti, selama menikmati masa pengawalan pemerintah Prabowo-Gibran. Dua partai tadi PSI dan Golkar.

PSI persentasenya kecil karena anak bungsunya sudah di sana. Persentase besarnya sih di Golkar, partai yang dipakainya untuk mengusung Gibran menjadi cawapres. Sekilas mengingatkan kehadiran Jokowi ini di Golkar sebagai penerus Soeharto. Kesamaan keduanya makin nampak, diawali dengan praktik politik dinasti.

Ya, begitulah alurnya hingga banyak menjuluki sikon hari ini dengan “Bangkitnya Orba”.

Bilangnya saja “tidak, tidak”, tapi lihat saja bagaimana di lapangan. Mahkamah Konstitusi adalah sumber awal runyamnya demokrasi kita. Selebihnya terlalu panjang untuk diceritakan dan disebutkan buktinya, kamu bisa googling sendiri tentunya.

Mungkin banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah Jokowi itu betulan lupa dengan partai yang selama ini memberikan support sistem besar, bahkan sudah menjadi kendaraannya untuk sampai di puncak tertinggi?

Tidak ada sedikit rasa bersalah, karena telah mengingkari prinsip demokrasi, yang dipegang PDI Perjuangan untuk membangun bangsa dan negara.

Mengapa ada orang sejahat itu?

Jawaban “politik itu dinamis” tidak berlaku di sini, karena ini soal proses panjang yang penuh kematangan pikir untuk menentukan sikap dan arah tujuan perjalanan selanjutnya.

Semua harus dilakukan untuk kemaslahatan negara dan rakyat, bukan keluarga apalagi kelompok elite. Norma ataupun etika bernegara, menjadi hal yang harus ditempatkan di atas peraturan tertulis. Karena di sana ada rasa kemanusiaan dan pantas serta tidak pantasnya tindakan itu dilakukan dengan sewajarnya kita sebagai makhluk sosial.

Tapi, semua sirna dengan satu kenikmatan yang tiada tara menyenangkan, yakni kekuasaan.

Megawati Soekarnoputri mungkin merasa kecewa, karena Jokowi menusuknya dari belakang. Tapi, apa balasan membabi-buta yang dilakukan Mega? Tidak, dia bukan politisi rakus yang kesetanan mengambil tindakan karena itu hal impulsif yang bisa membahayakan tanah airnya, terutama rakyat yang hidup di dalamnya.

Lihat dia masih legowo mempertanggungjawabkan pilihannya untuk mengawal Jokowi, dengan meminta menteri untuk tetap stay demi memberi pagar tindakan Jokowi agar tetap menjadi presiden yang dicintai rakyat seperti sebelum pengkhianatan ini terjadi.

Bukan berarti dia diam melihat hal yang salah, karena dia terus dan masih menyuarakan ketidakadilan dan penenggelaman demokrasi. Dia adalah pejuang demokrasi, tidak akan dia biarkan kedaulatan rakyat itu kembali dirampas pemimpinnya sendiri.

Sudah banyak surat kecil lewat karangan bunga yang dikirimkan berbagai pihak ke kantor DPP PDI-P. Isinya kurang lebih meminta Mega untuk kembali memperjuangkan demokrasi tanah air. Ini doa dan harapan, mari terus berusaha, terus menyuarakan yang memang tidak bisa diterima akal sehat dan hati nurani kita.

Layaknya yang selalu diteriakkan ibunya kader PDIP itu, satyam eva jayate, kebenaran akan berjaya. Bagaimanapun nanti jalannya.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy, Hadir 17 Negara

    NTT Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy, Hadir 17 Negara

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Loading

    Sebelum puncak acara, dihelat Residensi Budaya pada tanggal 3–10 November 2025. Program ini menghadirkan para pelaku budaya dari 17 negara dengan tiga fokus.   Kupang | Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPCS) 2025, sebuah ajang budaya berskala internasional yang mempertemukan Indonesia dengan 16 negara Pasifik serta Timor Leste bakal dihelat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur […]

  • Taman Baca Nain Blon Lalan Dading, Gerakan Literasi di SDK Watupedar

    Taman Baca Nain Blon Lalan Dading, Gerakan Literasi di SDK Watupedar

    • calendar_month Sen, 22 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-Sikka, Garda Indonesia | SDK  (Sekolah Dasar Katolik) Watupedar terletak di Desa Watu Merak, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mempunyai Taman Baca Masyarakat yang dibentuk bersama Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten (FTBM) Sikka, Pengawas Sekolah Komite Sekolah, Pemerintah Desa, dan Camat Doreng. Acara pembentukan berlangsung sederhana di ruang serbaguna SDK […]

  • Detik Proklamasi RI, Tim Sabang Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka

    Detik Proklamasi RI, Tim Sabang Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2020. Indrian Puspita Rahmadhani dari Provinsi Aceh terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Lahir di Bireuen, 10 November 2003, Indrian saat ini menempuh pendidikan di […]

  • Jenazah Frans Lebu Raya Dimakamkan di Pulau Adonara Tanah Kelahirannya

    Jenazah Frans Lebu Raya Dimakamkan di Pulau Adonara Tanah Kelahirannya

    • calendar_month Sel, 21 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Jenazah mantan Gubernur NTT 2 (dua) periode, Alm. Drs. Frans Lebu Raya telah diterbangkan menuju ke Larantuka di Pulau Flores, menggunakan maskapai Dimonim Air pada Selasa, 21 Desember 2021 sekitar pukul 11.30 WITA dan diperkirakan tiba di Larantuka pukul 12.30 WITA. Turut mengantar Jenazah Frans Lebu Raya ke bandara El Tari […]

  • Akhir Pekan di Solo, Presiden Jokowi Saksikan Cucunya Pentas Musik

    Akhir Pekan di Solo, Presiden Jokowi Saksikan Cucunya Pentas Musik

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Surakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, pada Minggu, 8 September 2019, menyaksikan cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra tampil dalam sebuah pentas musik ensemble di Ballroom Solo Paragon Hotel, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Tampak juga kedua orang tua Jan Ethes, Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda turut mengantarnya. Sekitar […]

  • Gubernur NTT Hibah Tanah 25 Hektar di Belu Kepada Warga Eks Timtim

    Gubernur NTT Hibah Tanah 25 Hektar di Belu Kepada Warga Eks Timtim

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskosat (VBL) telah menghibahkan tanah seluas 25 hektar kepada 475 Kepala Keluarga (KK) warga eks Timor – Timur ( Timtim) di depan Bandar Udara  A. A. Bere Tallo Haliwen – Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Rabu, 24 Maret […]

expand_less