Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jokowi Larang Ekspor Migor & CPO, Mafia dan Konconya Ketar-Ketir

Jokowi Larang Ekspor Migor & CPO, Mafia dan Konconya Ketar-Ketir

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
  • visibility 180
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Benar kan, ternyata memang mafia minyak goreng, biang kerok kelangkaan migor kemarin itu. Modusnya pemalsuan dokumen Persetujuan Ekspor (PE) walau tidak memenuhi syarat distribusi kebutuhan dalam negeri (DMO). Kira-kira begitulah ‘white-collar crime’-nya.

Beberapa “wayang”nya sudah ditangkap kejaksaan. Ya, kejaksaan bukan KPK. Lantaran KPK masih sibuk memonitor katanya. Lalu “dalang”nya bagaimana? Kita tunggu saja.

Mengenai analisa kelangkaan migor serta dinamika seputar supply-demand bahan bakunya (yaitu Crude Palm Oil/CPO) sudah beberapa kali kita ulas. Dan juga sudah kita ditayangkan di kanal YouTube Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF.

Supaya tulisan ini ringkas dan tidak mengulang-ulang, silakan ditilik kembali kajian-kajian itu. Berikut link-nya:

  1. Mencari Minyak Goreng yang Menghilang dari Rak Toko (Bgm peran mafia kerah putih di belakang ini?): https://youtu.be/fSPjCu0eygA
  2. Minyak Goreng Hilang kemana? (Analisis Intelijen: Josef Herman Wenas): https://youtu.be/o7Y4vkqlWHU
  3. Mendag Muhammad Lutfi Seperti Nasaruddin Hoja yang Kehilangan Cincinnya: https://youtu.be/ZamiH1Qj_Hw
  4. Himbauan untuk Parpol: Ayo Subsidi dan Jual Migor Murah Sebanyak-banyaknya!: https://youtu.be/80X7CnCZJn0
  5. Kelangkaan Minyak Goreng: Energi (Biodiesel) vs Pangan (Migor)???: https://youtu.be/Dsg65Xl7roI

Memang mafia migor ini kurang ajar sekali. Mafia ini, seperti sudah kita katakan, adalah sebentuk konspirasi berbasis kepentingan. Awalnya mungkin kepentingan egoistik ekonomi, namun diduga telah meluas ke spektrum politik juga rupanya.

Maka akhirnya, kemarin Kamis 22 April 2022 Presiden Jokowi nekat memutuskan kebijakannya yang super-keras! Melarang ekspor minyak goreng serta bahan bakunya, yaitu CPO mulai Kamis 28 April 2022. Nah loh!

Sampai kapan pelarangan ekspor ini? Sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian! Nah loh lagi.

Menurut Josef Herman Wenas, “Memang sudah kelewatan kelakuan mereka. Sudah sejak Oktober 2021 sampai sekarang sudah mau mendekati Lebaran, permainan ini belum bisa dikendalikan oleh aparat pemerintah.”

Seperti kita pahami, ada dua jenis pemain minyak goreng. Para pemilik pabrik minyak goreng dan para pemilik pabrik minyak goreng sekaligus kebun sawitnya (bahkan sekaligus jalur distribusinya). Ini konglomerasi vertikal di bisnis sawit. Konglomerasi sawit ini ada delapan grup usaha, di mana mereka bersama menguasai sekitar 70% pasar minyak goreng domestik. Mereknya memang berbeda-beda, dan tampak di permukaan saling “bersaing” di pasar.

Namun walau begitu, apa yang disebut “persaingan” itu tadi tampaknya hanya di permukaan. Lantaran di belakang layar mereka diduga melakukan praktik kartel. Ya, kartel di dalam struktur pasar oligopolistik. Ini skema lama, hanya pemainnya saja yang berganti.

Dalam pengamatan Josef Herman Wenas, terdeteksi pola seperti ini:

Oktober—Desember 2021, mereka kompak menaikkan harga produk masing-masing secara bertahap. Semua merek harganya naik. Katanya bersaing? Pada Februari 2022 pemerintah tetapkan HET, lalu mereka kompak menghilangkan produknya dari pasaran. Semua merek hilang dari rak-rak. Katanya bersaing?

Kemudian, Maret 2022 pemerintah mencabut HET, mereka kembali kompak untuk membanjiri pasar dengan harga tinggi. Tiba-tiba semua merek muncul di rak-rak. Katanya bersaing?

“Kekompakan mereka itu kalau bukan KARTEL, lalu apa namanya dong? Bineka Tunggal Ika, gitu?,” sindir Josef.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), melalui Ketua Harian Tulus Abadi, barusan mengeluarkan statement yang bilang pelarangan ekspor ini bakal mengacaukan pasar (internasional):

“Larangan tersebut akan membuat negara lain protes keras. Pasalnya, Indonesia merupakan produsen CPO terbesar dunia dan pasokan internasional sudah terganggu akibat perang Ukraina-Rusia. Malah mengacaukan pasar internasional, mungkin perang dengan internasional…”

Yang meleset dari pengamatan YLKI, adalah bahwa pasar domestik untuk migor sudah kacau-balau terlebih dahulu. Dan ini sangat merugikan pasar konsumen Indonesia sendiri. Mestinya YLKI itu membela konsumen Indonesia, bukan konsumen Internasional. Bukankah YLKI itu singkatan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia? Bukan Yayasan Lembaga Konsumen Internasional kan?

Faktanya, konstelasi pasar migor domestik kita sudah amburadul sejak Oktober 2021 lalu. Dan pemerintah (cq Kemendag dan Kemenko Perekonomian) de-facto tidak mampu mengendalikannya.

Lagi pula, menurut pengamatan Josef Herman Wenas, kedelapan grup usaha itu tadi – kabarnya – sedang dalam observasi intelijen lantaran terindikasi ada semacam upaya oleh sementara pihak untuk menciptakan instabilitas politik yang serius. Dari kartel dagang ke kartel politik. Dan ini tentu berbahaya.

Itulah sebabnya Presiden Jokowi mengambil keputusan keras untuk sekalian melarang ekspor migor serta CPO. Sekalipun komoditas ini merupakan primadona devisa. Ditengarai bahwa mereka justru berselancar atau memanfaatkan momentum APBN yang sedang butuh devisa akibat krisis C-19 dua tahun belakangan ini. Dikiranya Presiden Jokowi tak bakal berani melarang ekspor komoditi ini.

Kebijakan Presiden Joko Widodo yang nekat ini tentu saja mengagetkan semua pihak. Apalagi para mafia-migor itu. Kalau saja sampai Presiden menugaskan Bulog – untuk sementara waktu misalnya – mengambil alih semua (atau sebagian besar) distribusi migor, maka struktur pasar oligopolistik mereka bisa berantakan.

Kecuali tentu mereka mampu “merestrukturisasi” pola kartel-oligopolistik-nya dengan “mengabsorbsi” Bulog ke dalam pola permainan mereka. Namun ini tentu butuh teknik kolusi tingkat tinggi. Dan kemungkinan ini tampaknya kecil. Bukan begitu Pak BW (Dirut Bulog)?

Sekarang ini yang jelas para mafia migor itu sedang ketar-ketir.

Sampai kapan mereka mesti ketar-ketir? Sampai batas waktu yang ditentukan kemudian!

Sabtu, 23 April 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF, Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Manggarai 2 Periode Ajak Masyarakat Pilih SIAGA

    Bupati Manggarai 2 Periode Ajak Masyarakat Pilih SIAGA

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai | Mantan Bupati Manggarai, Christian Rotok, mengajak seluruh masyarakat Manggarai Raya untuk memilih Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 27 November 2024. Ajakan itu Christian Rotok sampaikan saat konsolidasi Partai NasDem di Labuan Bajo pada Senin, 14 Oktober 2024. Christian Rotok […]

  • Kepala P3M Politeknik Negeri Kupang Jadi Guru Besar

    Kepala P3M Politeknik Negeri Kupang Jadi Guru Besar

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Prof Deddy Lasfeto dilahirkan di SoE, Timor Tengah Selatan (TTS), 28 Juni 1980 merupakan anak dari pasangan Almarhum Simon Lasfeto dan Maria Blandina Lasfeto Boru. Ia menamatkan pendidikan dasar SD hingga SMA di SoE kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.   Kupang | Politeknik Negeri Kupang (PNK) patut berbangga, hingga Maret […]

  • Inisiasi Julie Laiskodat, Kreasi 14 Desainer NTT Tampil di Indonesia Fashion Week 2022

    Inisiasi Julie Laiskodat, Kreasi 14 Desainer NTT Tampil di Indonesia Fashion Week 2022

    • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Luar biasa, jadi kata yang paling tepat untuk mengapresiasi para model yang tampil  memukau ratusan penonton di ajang Indonesia Fashion Week 2022 Tresure of Mangnificent Borneo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Berbalut ragam model busana unik bermotif asli tenun ikat dari 22 kabupaten/kota di NTT; karya emas para desainer, membuat […]

  • ‘Kredit Macet Bank NTT’ Direksi PHK 4 Pegawai & Tagih Tunggakan 25,2 Miliar

    ‘Kredit Macet Bank NTT’ Direksi PHK 4 Pegawai & Tagih Tunggakan 25,2 Miliar

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Komisaris dan Direksi Bank NTT memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi NTT pada Rabu, 10 Juni 2020 sesuai surat yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD NTT, dengan agenda pembahasan mengenai “Kredit Macet” yang terjadi di Bank NTT. Plt. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho didampingi Komisaris Utama […]

  • ‘La Moringa Go International’ Jadi Oleh-oleh KTT ASEAN 2023

    ‘La Moringa Go International’ Jadi Oleh-oleh KTT ASEAN 2023

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Pasca-ditetapkan sebagai salah satu lokasi kuliner dalam perhelatan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, maka La Moringa, makanan, kudapan atau cookies, es krim, dan teh olahan berbasis kelor pun diincar dan diminati oleh para delegasi, Ibu Pemimpin Negara ASEAN hingga Ketua DPR RI, Puan Maharani. Tak tanggung-tanggung, Ibu Negara Iriana […]

  • Foto dan Nama Sekda Bengkulu Dicatut Pelaku Penipuan

    Foto dan Nama Sekda Bengkulu Dicatut Pelaku Penipuan

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkulu, Garda Indonesia | Masyarakat Bengkulu diminta berhati-hati atas modus pelaku penipuan yang mencatut foto dan nama pejabat di akun whatsapp, salah satunya foto dan nama yang dicatut yaitu Sekda Bengkulu, Drs. Hamka Sabri, M.Si. Kadis Kominfotik Provinsi Bengkulu, H. Moh. Redhwan Arif, S.Sos., MPH. menerangkan beberapa hari lalu, terjadi kejahatan penipuan yang mencatut nama […]

expand_less