Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kisah Inspiratif » Juan Reza Tabolabale, Dari Kuli Hingga Jadi Musisi Terkenal

Juan Reza Tabolabale, Dari Kuli Hingga Jadi Musisi Terkenal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
  • visibility 459
  • comment 0 komentar

Loading

Pada Minggu, 17 Agustus 2025, Istana Republik Indonesia akan menjadi panggung istimewa bagi Juan Reza feat Jacson Zeran, dan Diva Aurel yang akan membawakan lagu Tabolabale dalam perayaan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia.

 

Ende | Nasib Juan Reza berubah total setelah lagu “Pica-Pica” yang ia ciptakan viral di media sosial belum lama ini. Ditambah lagi dengan nangkringnya lagu “Tabola Bale” di tangga teratas musik nasional.

Beberapa lagu lain yang turut membesarkan namanya antara lain Nona NTT, Ubur-Ubur Ikan Lele, Nyong Timur, dan lagu lainnya seperti Nona Minang, Dansa, Tunggu Kaka Pulang, Elele 2 serta Jamila.

Simak video Juan Reza Tabolabale saat pembukaan pameran pembangunan di Kota Kupang NTT pada 11 Agustus 2025: https://www.instagram.com/reel/DNaWpTqToEp/?igsh=YnNtcGQ1NGkwNWtp

Dan pada Minggu, 17 Agustus 2025, Istana Republik Indonesia akan menjadi panggung istimewa bagi Juan Reza feat Jacson Zeran, dan Diva Aurel yang akan membawakan lagu Tabola Bale dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namanya kini jadi buah bibir pencinta musik modern. Ia mulai banyak diundang manggung di beberapa kota hingga tembus televisi nasional, bahkan panggung hiburan internasional.

Pemuda berdarah Ende Lio ini memiliki suara yang khas, lirik yang sederhana, seakan melekat dengan budaya Timur yang menjadi asal-usulnya.

Siapa sangka, pria hitam manis yang lahir dan besar di Batam ini dulunya bekerja sebagai kuli bangunan di kota satelit tersebut. Ia berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya sebagai kernek, tanpa modal sekolah pertukangan. Hanya ada modal nekat untuk mengubah nasib dan membiayai ekonomi keluarganya yang perantauan.

Bagai durian runtuh, nasib Juan Reza perlahan berubah setelah ia “tanam kaki” untuk tetap aktif bermusik di sela-sela pekerjaan kuli. Lagu-lagunya mulai dilirik dan suaranya disukai. Hingga suatu waktu ditawarkan Toton Caribo ke Jogya untuk berkolaborasi dan berkarya.

Di sanalah ia mulai menemukan jalan menuju tangga kesuksesan. Perlahan lagu-lagunya mulai dikenali hingga booming bagai meteor.

Ia menciptakan lagu-lagu yang memadukan unsur khas budaya timur Indonesia dengan musik modern, beberapa beat lagunya bahkan terinspirasi dari suara-suara saat ia bekerja sebagai kuli bangunan di kota Batam.

Juan Reza percaya pada satu hal: cita-cita yang besar bukanlah khayalan, tapi memiliki makna yang mendalam untuk mengubah hidup lebih baik. Dengan cita-cita kita terus belajar, berusaha.

Seiring popularitasnya, ia tak lupa memperdalam ilmu melalui pendidikan formal. Ia pun berhasil lulus dari salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Sanata Dharma Jogyakarta. Gelar mungkin hanyalah pajangan. Tapi Juan Reza memaknai gelar sebagai belajar tanpa batas, sebuah seruan untuk terus berkontribusi.

Di tengah bangkitnya musik Timur berkat algoritma media sosial semisal Tiktok, nama Juan Reza kini mendapatkan tempat yang tinggi di hati netizen. Banyak yang merindukan dan menantikan karyanya.(*)

Sumber (*/nttmenyala + ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Hoaks! Gelombang Panas Landa Wilayah Indonesia

    BMKG: Hoaks! Gelombang Panas Landa Wilayah Indonesia

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi pesan berantai yang beredar di berbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas adalah tidak benar atau Hoaks. Deputi Bidang Meteorologi, Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. pada Rabu, 23 Oktober 2019, mengatakan seperti yang telah disampaikan BMKG, bahwa saat […]

  • Mutasi 7 Pejabat Pemprov NTT, Wagub Nae Soi: Berkinerja Majukan Daerah

    Mutasi 7 Pejabat Pemprov NTT, Wagub Nae Soi: Berkinerja Majukan Daerah

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 7 (tujuh) pejabat pimpinan tinggi pratama (PTP) lingkup pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pada Jumat, 6 Agustus 2021. Saat memberikan sambutan, Wagub Nae Soi menegaskan setiap jabatan yang dimiliki harus ditandai dengan adanya kinerja yang bermanfaat […]

  • Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

    Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengagumi berbagai terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Diantaranya dengan memanfaatkan lahan rawa lebak dan pasang surut yang dijadikan lahan pertanian produktif guna meningkatkan produktifitas pertanian nasional. “Ini membuktikan kehadiran negara yang secara sistematis mengakui, menghormati, dan memenuhi hak atas pangan warganya. Pemerintahan Presiden […]

  • 40 Persen Kematian Balita Terdapat pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit

    40 Persen Kematian Balita Terdapat pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Berdasar data dari SRS Litbang 2016 bahwa kematian ibu dan bayi baru lahir (neonatus) dengan prosentase terbesar berada di Rumah Sakit dengan penyebab kematian variatif. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/24/dinkes-ntt-unicef-inisiasi-tim-terpadu-kesehatan-layanan-ibu-dan-anak/ Sesuai data tersebut (SRS Litbang 2016) tempat kematian ibu dengan prosentase terbesar hingga terkecil berada di Rumah Sakit sebesar 77 % dan […]

  • Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

    Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut. Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), […]

  • Mutasi di Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Lantik 413 Pejabat

    Mutasi di Lingkup Pemkot Kupang, Wali Kota Lantik 413 Pejabat

    • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore pada Senin sore, 31 Mei 2021, melantik dan mengambil sumpah jabatan 413 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, terdiri dari 75 pejabat pengawas (eselon 3), 291 pejabat administrator (eselon 4), 7 orang kepala TK, 26 orang Kepala SD dan 14 orang Kepala […]

expand_less