Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan bully ‘perundungan’ yang terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. “Saya sudah arahkan untuk lidik,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pada Kamis, 2 September 2021.

Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 dalam siaran persnya yang diterima redaksi, pada Sabtu, 4 September 2021, mengungkapkan awal membaca sebuah kasus perundungan dan pelecehan seksual di instansi KPI, membuat dirinya bertanya-tanya, apakah di instansi sebesar KPI masih ada perbedaan antar pegawai ?

“Perundungan di kantor tentu ada. Biasanya karena pegawainya terlalu songong atau terlalu cupu. Bisa juga karena pegawai sangat berprestasi, dianggap tukang cari muka, super duper ganteng atau cantik atau malah sebaliknya,” ujar Yusi Yusuf.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/09/03/bareskrim-selidik-dugaan-pelecehan-seksual-sesama-jenis-bully-di-kpi/

Yusi mengatakan bahwa semua tergantung dari mana kita memandang. Masalah disuruh-suruh senior beli makanan, fotokopi atau kerja remeh temeh yang tak sesuai tupoksi ya sudah biasa. Tapi ya itu, sekadarnya…tidak sampai parah dan main fisik, apalagi sampai coret-coret bagian tubuh. Sudah masuk kriminal itu.

“Kasus di KPI cukup unik karena lembaga ini dipimpin oleh komisioner-komisioner dengan masa waktu tertentu. Komisioner-komisioner tersebut berganti, tapi pegawai tetap itu,” ungkap Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 tersebut.

Jujur, imbuh Yusi Yusuf, membaca kasus MS dan KPI ini saya justru tidak fokus, karena ter-distract juga dengan pembebasan artis Syaiful Jamil. Dilalah, sore-sore, saya baru dapat kabar kalau korban kasus bully itu adalah MS, rekan, junior saya dan anggota aktif di FLP Jakarta. Dia bergabung di FLP Jakarta saat saya memimpin cabang itu selama dua tahun (2013—2015).

“Kaget sejadi-jadinya, dan saya langsung komunikasi intens dengan rekan-rekan lain,” ungkap Yusi Yusuf sembari menyampaikan bahwa MS adalah sosok yang baik, ceria dan cukup manis. Sama sekali tidak terbayang dia mengalami kejadian yang menjijikkan. Dan yang paling menyedihkan adalah laporan-laporannya dianggap lalu oleh pihak-pihak yang mestinya melindungi rakyat.

Mentalnya MS kacau, imbuh Yusi Yusuf, keluarganya menghadapi serangan psikis dan entah bagai mana pedih hati ibunya. Jujur, saya tidak berani menghubungi MS. Kondisinya sangat terguncang, namun saya yakin sekali bahwa laporannya, dan tuturannya adalah benar-benar apa yang dia alami selama ini.

Biasanya korban perundungan di kantor pasti ada yang membela. Entah bos, bagian HR, pegawai senior atau orang -yang setidaknya mampu berpikir normal. Titik ini yang saya bingung, masa iya di antara sekian banyak pegawai? Pelaku-pelaku itu semua bapak-bapak kan? Punya anak dan keluarga? Yang saat ini muncul di kepala saya adalah kemungkinan-kemungkinan kasus ini dimentahkan, dianggap laporan mengada-ngada atau laporan palsu atau malah pencemaran nama baik instansi yang justru akan berbalik arah menyudutkan dia.

MS adalah Korban

Sebagai salah satu relasi, saya menunjukkan posisi di sampingnya bahwa saya berada di sisinya dengan memerhatikan kasus ini hingga tuntas. Tidak serta merta menguap begitu saja atau malah berbalik arah menyerang MS.

“Korban tetap korban, jangan digiring menjadi pelaku kejahatan, seperti cerita-cerita di film India,” pungkas Yusi Yusuf.(*)

Sumber dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Srikandi PLN UIW NTT Pecut Perempuan Berkarier Berkreasi Tanpa Batas

    Srikandi PLN UIW NTT Pecut Perempuan Berkarier Berkreasi Tanpa Batas

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Loading

    Ruth Laiskodat mengapresiasi PLN UIW NTT dan berharap lebih banyak Srikandi PLN yang terlatih mengenali tanda-tanda kekerasan pada perempuan dan anak, serta dapat bekerja sama melaporkan ke UPTD PPA terdekat.   Kupang | PLN Unit Induk Wilayah NTT (PLN UIW NTT) menghelat acara inspiratif bertajuk “Self Love and Self Care: Mencintai Diri Sendiri Menguatkan Srikandi” […]

  • Pidato Perdana, Bupati Belu: Jangan Tebar Energi Negatif

    Pidato Perdana, Bupati Belu: Jangan Tebar Energi Negatif

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Seluruh proses telah kita lalui bersama. Bapak uskup berpesan, apabila sudah selesai pemilu, jangan lagi ada sekat – sekat di antara kita. Jangan kita menebar energi negatif, mari kita bangun Belu secara bersama – sama,” ungkap Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPd.,KGEH-FINASIM dalam pidato perdana di Ruang Paripurna Istimewa DPRD Belu, […]

  • Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS Periode Oktober—Maret di Sulamu

    Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS Periode Oktober—Maret di Sulamu

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Sulamu-Kupang, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) periode tanam Oktober—Maret di Desa Pontulan Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, pada Senin, 22 Maret 2021. Adapun luas lahan TJPS periode tanam Oktober—Maret (Okmar) dengan data persebaran pada 16  Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang 1.260 Ha, […]

  • Anggota DPRD Belu Fasilitasi Komplain 13 Pekerja Dolog Atapupu

    Anggota DPRD Belu Fasilitasi Komplain 13 Pekerja Dolog Atapupu

    • calendar_month Sab, 27 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 13 pekerja pelabuhan dan gudang di depot logistik (Dolog) Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengomplain nasibnya ke DPRD Belu yang difasilitasi anggota DPRD Belu dengan menghadirkan Kadis Nakertrans Kabupaten Belu, Laurentius Kiik Nahak di ruang kerja Ketua DPRD pada Kamis sore, 25 Maret 2021. […]

  • Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pasca-badai Seroja pada April 2021 dan perilaku penangkapan ikan menggunakan bom mengakibatkan ekosistem terumbu karang rusak di seputar perairan Laut Sawu. Menilik kondisi tersebut, maka Yayasan Rumah Yapeka menginisiasi proyek penguatan komunitas lokal dalam restorasi atau transplantasi terumbu karang yang bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun. Kick off atau […]

  • Insiden ‘Force Down’, Menko Polhukam: Penting Ada Koordinasi Lintas Lembaga

    Insiden ‘Force Down’, Menko Polhukam: Penting Ada Koordinasi Lintas Lembaga

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian dan Lembaga dalam penanganan pesawat udara yang dipaksa mendarat (force down). Karena itu, Kemenko Polhukam menginisiasi pembuatan Kesepakatan Bersama Penanganan Pesawat Udara Asing Setelah Pemaksaan Mendarat (Force Down). “Force down yang dilakukan TNI AU kepada Ethiopian Airlines pada 14 Januari 2019 yang […]

expand_less