Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

Kasus di KPI Pusat, Yusi Yusuf : Korban ‘Bullying’ Pegawai KPI Itu Teman Saya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan bully ‘perundungan’ yang terjadi di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. “Saya sudah arahkan untuk lidik,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pada Kamis, 2 September 2021.

Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 dalam siaran persnya yang diterima redaksi, pada Sabtu, 4 September 2021, mengungkapkan awal membaca sebuah kasus perundungan dan pelecehan seksual di instansi KPI, membuat dirinya bertanya-tanya, apakah di instansi sebesar KPI masih ada perbedaan antar pegawai ?

“Perundungan di kantor tentu ada. Biasanya karena pegawainya terlalu songong atau terlalu cupu. Bisa juga karena pegawai sangat berprestasi, dianggap tukang cari muka, super duper ganteng atau cantik atau malah sebaliknya,” ujar Yusi Yusuf.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/09/03/bareskrim-selidik-dugaan-pelecehan-seksual-sesama-jenis-bully-di-kpi/

Yusi mengatakan bahwa semua tergantung dari mana kita memandang. Masalah disuruh-suruh senior beli makanan, fotokopi atau kerja remeh temeh yang tak sesuai tupoksi ya sudah biasa. Tapi ya itu, sekadarnya…tidak sampai parah dan main fisik, apalagi sampai coret-coret bagian tubuh. Sudah masuk kriminal itu.

“Kasus di KPI cukup unik karena lembaga ini dipimpin oleh komisioner-komisioner dengan masa waktu tertentu. Komisioner-komisioner tersebut berganti, tapi pegawai tetap itu,” ungkap Ketua Forum Lingkar Pena (FLP Jakarta) periode 2013—2015 tersebut.

Jujur, imbuh Yusi Yusuf, membaca kasus MS dan KPI ini saya justru tidak fokus, karena ter-distract juga dengan pembebasan artis Syaiful Jamil. Dilalah, sore-sore, saya baru dapat kabar kalau korban kasus bully itu adalah MS, rekan, junior saya dan anggota aktif di FLP Jakarta. Dia bergabung di FLP Jakarta saat saya memimpin cabang itu selama dua tahun (2013—2015).

“Kaget sejadi-jadinya, dan saya langsung komunikasi intens dengan rekan-rekan lain,” ungkap Yusi Yusuf sembari menyampaikan bahwa MS adalah sosok yang baik, ceria dan cukup manis. Sama sekali tidak terbayang dia mengalami kejadian yang menjijikkan. Dan yang paling menyedihkan adalah laporan-laporannya dianggap lalu oleh pihak-pihak yang mestinya melindungi rakyat.

Mentalnya MS kacau, imbuh Yusi Yusuf, keluarganya menghadapi serangan psikis dan entah bagai mana pedih hati ibunya. Jujur, saya tidak berani menghubungi MS. Kondisinya sangat terguncang, namun saya yakin sekali bahwa laporannya, dan tuturannya adalah benar-benar apa yang dia alami selama ini.

Biasanya korban perundungan di kantor pasti ada yang membela. Entah bos, bagian HR, pegawai senior atau orang -yang setidaknya mampu berpikir normal. Titik ini yang saya bingung, masa iya di antara sekian banyak pegawai? Pelaku-pelaku itu semua bapak-bapak kan? Punya anak dan keluarga? Yang saat ini muncul di kepala saya adalah kemungkinan-kemungkinan kasus ini dimentahkan, dianggap laporan mengada-ngada atau laporan palsu atau malah pencemaran nama baik instansi yang justru akan berbalik arah menyudutkan dia.

MS adalah Korban

Sebagai salah satu relasi, saya menunjukkan posisi di sampingnya bahwa saya berada di sisinya dengan memerhatikan kasus ini hingga tuntas. Tidak serta merta menguap begitu saja atau malah berbalik arah menyerang MS.

“Korban tetap korban, jangan digiring menjadi pelaku kejahatan, seperti cerita-cerita di film India,” pungkas Yusi Yusuf.(*)

Sumber dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

    Pemda Belu Resmi Luncurkan Pengobatan Gratis Pakai KTP

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD–KGEH, FINASIM. dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. meluncurkan secara resmi program pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Puskesmas Haliwen, pada Senin, 26 Juli 2021. “Oleh karena itu, hari ini kita hadir di […]

  • Wagub & Wakapolda NTT Dukung ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak’

    Wagub & Wakapolda NTT Dukung ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak’

    • calendar_month Sab, 8 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Masih dalam rangkaian kegiatan 16 HAKTP ke-18 (16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan [25 November 2018 –10 Desember 2018]); oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (DP3A NTT) dilaksanakan kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Stop Bajual Orang (Human Traffiking/Perdagangan Orang) di Arena Car Free […]

  • SAPA TANA Pertamina Patra Niaga Bantu Ekonomi Sirkular Petani

    SAPA TANA Pertamina Patra Niaga Bantu Ekonomi Sirkular Petani

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 652
    • 1Komentar

    Loading

    Program SAPA TANA hadir untuk menjawab dua persoalan utama masyarakat, yaitu ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan sampah organik.   Maumere | Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maumere (FT Maumere) meresmikan Program SAPA TANA (Sampah Jadi Pangan dan Tanaman). Program tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus […]

  • Ogok Manai, Mahkota Unik Nan Indah Perempuan Suku Mentawai

    Ogok Manai, Mahkota Unik Nan Indah Perempuan Suku Mentawai

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Loading

    Tak jarang pula Ogok Manai dilengkapi daun kemangi hutan di bagian belakang kepala, berfungsi sebagai pewangi alami yang menambah daya tarik tersendiri bagi pemakainya.   Ogok Manai merupakan hiasan kepala khas yang digunakan oleh kaum perempuan dari Suku Mentawai, khususnya di Pulau Siberut, Sumatera Barat. Mahkota ini bukan sekadar hiasan, tetapi sarat makna budaya dan […]

  • ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai salah 1 (satu) dari 3 (tiga) bank yang menjalankan perbankan digital, Bank Bukopin Cabang Kupang mewujudkannya dengan menjangkau khalayak untuk memakai pembayaran digitalisasi yang menggunakan handphone atau smartphone, tidak menggunakan kartu ATM, dan hanya menggunakan Aplikasi Wokee di dalam handphone (smartphone) sebagai sarana transaksi Mengambil lokasi di lapangan Kampus Universitas […]

  • Jelang Peringatan ke-91 Hari Ibu, Kesetaraan Gender Mulai dari Keluarga

    Jelang Peringatan ke-91 Hari Ibu, Kesetaraan Gender Mulai dari Keluarga

    • calendar_month Kam, 19 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menjelang Peringatan ke-91 Hari Ibu pada 22 Desember 2019, Kementerian PPPA menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya, Nonton Bareng (Nobar) film ‘Surga Kecil di Bondowoso’ dan Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) bersama Menteri PPPA, Bintang Puspayoga di RPTRA Rasela di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta, pada Selasa, 18 Desember 2019 malam. Menteri Bintang […]

expand_less