Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Kemenkumham & Dekranasda NTT Olah Lahan Tidur Jadi Kebun Kelor

Kemenkumham & Dekranasda NTT Olah Lahan Tidur Jadi Kebun Kelor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lapas Klas IIA Kupang mendapat kehormatan dikunjungi oleh Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua Maria Fransisca Djogo pada Senin pagi, 6 September 2021. Disambut oleh Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone dan Kalapas Kupang, Badarudin dengan penyematan selendang tenun motif NTT.

Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2021/09/05/dekranasda-ntt-kolaborasi-moi-pecut-kelor-jadi-supply-cain-berbasis-kualitas/

Selanjutnya, Bunda 1 Julie Laiskodat dan Bunda 2 Maria Fransisca Djogo menemui sekitar 60 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di aula Lapas Klas IIA Kupang. Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, para WBP mendapatkan edukasi dan arahan langsung dari Ketua Dekranasda NTT dan Kang Dudi owner Moringa Organik Indonesia (MOI) tentang tata kelola budi daya Kelor hingga pengolahan Kelor menjadi 150 produk unggulan seperti parfum, sampo, sabun, kopi, teh, nugget, dan lain-lain.

Kepada awak media usai edukasi kepada WBP Lapas Klas IIA Kupang, Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan tahap awal dengan menyosialisasikan tentang potensi Kelor selanjutnya Bunda 2 memfasilitasi pendamping dari Politani sekitar 4 (empat) orang yang akan memberikan pelatihan kepada WBP cara menanam dan mengolah Kebun Kelor.

“Bunda 2 mendapat bibit unggul Kelor dari Solor (Flores Timur, red) dan cara tanam pun ditata agar menjadi Kebun Kelor bukan hutan Kelor, kemudian Dekranasda NTT bakal mengadakan oven pengering daun Kelor dan selanjutnya mendapatkan pelatihan dari Dapur Kelor cara mengeringkan daun Kelor tersebut,” urai Julie Laiskodat.

Kang Dudi dari Moringa Organik Indonesia (MOI) menyampaikan tata kelola budi daya Kelor. Tampak di belakang (dari kiri ke kanan), Bunda Julie Laiskodat, Bunda Maria Djogo, dan Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone

Sesuai SOP Moringa Organik Indonesia (MOI), tandas Julie Laiskodat, daun Kelor hasil olahan WBP bakal dibeli Dapur Kelor untuk diproduksi menjadi berbagai olahan Kelor seperti teh celup Kelor dan lain-lain.

Menanggapi kerja sama dengan Dekranasda NTT, Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone menyampaikan baik lahan di Lapas, Rubasan, Rutan mempunyai lahan cukup besar yang belum dioptimalkan berupa pola pemberdayaan WBP.

“Kami berharap dengan kerja sama dengan Dekranasda dan PKK Provinsi NTT semua lahan kami akan dimanfaatkan menjadi perkebunan Kelor. Dan ini merupakan program pemberdayaan yang sangat baik dan wajib dilaksanakan di Lapas dan Rutan,” ujar Merci Jone sapaan akrabnya seraya menyampaikan program ini menjadi pilot project yang bakal diterapkan di seluruh wilayah kerja Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT.

Sementara itu, Kalapas Klas IIA Kupang Badarudin kepada Bunda Julie Laiskodat dan Maria Djogo menyampaikan luas lahan Lapas Kupang sekitar 40 hektar (3—4 hektar dipakai untuk bangunan). “Sisanya berupa lahan tidur dengan kontur tanah campur batu karang, namun dapat dikondisikan dengan dukungan pendampingan. Dan ini menjadi inovasi Lapas Klas IIA Kupang dan bisa menjadi tiket memperoleh WBBM,” ungkap Badarudin.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan Jokowi Bakal Gelar Konvensi Visi Indonesia untuk Gagas Calon Menteri

    Relawan Jokowi Bakal Gelar Konvensi Visi Indonesia untuk Gagas Calon Menteri

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Aliansi Relawan Jokowi Indonesia (ARJ Indonesia) berencana menggelar Konvensi Visi Indonesia yang mana salah satu tujuannya adalah untuk memberikan usulan calon Menteri kepada pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi – Ma’ruf Amin. Koordinator ARJ Indonesia, Budi Mulyawan dalam keterangan tertulisnya mengatakan, inti dari konvensi tersebut adalah menyampaikan beberapa usulan Menteri […]

  • Serahkan Bantuan Beras, Wagub Josef Nae Soi Sambangi Biara dan Panti Asuhan

    Serahkan Bantuan Beras, Wagub Josef Nae Soi Sambangi Biara dan Panti Asuhan

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di masa pandemi Covid-19 semakin nyata. Sebagai pemimpin di daerah ini, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi tidak ingin masyarakat ‘terjebak” dalam kepanikan dan ketakutan karena virus corona. Karena itu, mereka hadir untuk meyakinkan dan memastikan bahwa tata […]

  • Kopdit Pintu Air Pecut Semangat Insan Koperasi di Kutai Timur

    Kopdit Pintu Air Pecut Semangat Insan Koperasi di Kutai Timur

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Sangatta, Garda Indonesia | Filosofi ‘kau susah aku bantu, dan aku susah kau bantu” adalah  dasar pijak koperasi kredit yang mengharuskan semua warga “orang miskin” bisa terlibat saling membantu, bergotong-royong, bahu membahu untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan pola simpan pinjam. Koperasi kredit, sejatinya adalah jembatan emas untuk hidup sejahtera asal anggotanya memahami sungguh cara berkoperasi […]

  • Kenapa Advokat Terkesan Banyak dari Suku Batak? (Bagian 2)

    Kenapa Advokat Terkesan Banyak dari Suku Batak? (Bagian 2)

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Wina Armada Sukardi, Advokat dan Pakar Hukum Pers Secara geografis di Provinsi Sumatra Utara, suku Batak terdiri dari 5 (lima) etnis besar, yaitu Batak Toba (Tapanuli), Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing (Angkola), dan Batak Pakpak (Dairi). Suku-suku  besar Batak tersebut menggunakan bahasa-bahasa yang berbeda baik substansi bahasanya maupun logatnya. Pada kehidupan sehari-harinya, pemakaian […]

  • Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

    Kasus Korupsi Bawang Merah di Malaka, Ansy Lema: Itu Pencurian Uang Rakyat!

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anggota DPR RI Komisi IV Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mempertanyakan kelanjutan dan kejelasan penanganan kasus korupsi proyek pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Malaka tahun 2018. Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang butuh penindakan dan penanganan serius. Karena itu, melalui rilis yang diterima media ini pada Jumat, […]

  • Pj Wali Kota Makassar Harap Wahdah Islamiyah Ikut Jaga Kedamaian Makassar

    Pj Wali Kota Makassar Harap Wahdah Islamiyah Ikut Jaga Kedamaian Makassar

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar-Sulsel, Garda Indonesia | Pj Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb berharap salah satu ormas Islam yang berpusat di Makassar, Wahdah Islamiyah ikut menjaga kedamaian di Makassar. “Saya tahu, kita semua di Wahdah Islamiyah cinta dan diajarkan kedamaian. Karena itu saya berharap kita semua bisa bersama menjaga kedamaian di kota Makassar,” kata Iqbal usai salat […]

expand_less