Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kepsek SDN Aen’ut TTS, Diduga Sepihak Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

Kepsek SDN Aen’ut TTS, Diduga Sepihak Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
  • visibility 101
  • comment 0 komentar

Loading

T.T.S-NTT, Garda Indonesia | Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri Aen’ut, Veronika Sanam di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga telah menonaktifkan tiga orang guru honorer secara sepihak tanpa alasan yang jelas, sejak Januari 2021. Ketiga orang guru tersebut, masing – masing atas nama Mehilina Tekliu, S.Pd. (2005), Yoris Taneo, S.Pd. (2014) dan Massyon Sabaat, A.Ma. (2018).

Informasi lain yang diterima Garda Indonesia pada Kamis petang, 4 Februari 2021 menyebutkan, bahwa oknum kepala sekolah Veronika Sanam bersikap sangat sombong, arogan dan sewenang – wenang terhadap semua bawahannya. “Dia (kepala sekolah, red.) makan puji sekali, terlalu sombong. Omong tinggi sekali. Buat diri paling hebat. Dia bilang mau lapor sampai bupati juga dia tidak takut”, tukas sumber Garda Indonesia.

Mirisnya, seorang staf guru honorer atas nama Prilestio Bani yang diterima oknum kepala sekolah, masih berijazah SMA dan diberikan jabatan wali kelas 2 sejak Desember 2019. Padahal, guru tersebut masih sementara kuliah di UT, belum wisuda dan masih berstatus magang.

Jika para guru pergi ke sekolah terlambat, lanjut sumber itu, oknum kepala sekolah marah tanpa pandang umur muda atau pun tua. Sedangkan, oknum kepala sekolah yang sering kali  terlambat, tidak pernah merasa bersalah. “Kalau guru tidak masuk sekolah dan telepon untuk minta izin, dia marah. Tapi, kalau dia sendiri tidak masuk sekolah tanpa kabar, itu dia anggap tidak ada soal”, keluh sumber itu.

Pengelolaan Dana BOS di sekolah itu, masih menurut sumber yang sama, dilakukan secara tidak transparan. Bahkan, bendahara Dana BOS, perannya sangat terbatas. Bendaharanya hanya simbol saja. Pembelanjaan kebutuhan sekolah itu, diambil alih semuanya oleh oknum kepala sekolah tersebut. Kalau ada guru yang mengklaim dalam rapat, oknum kepala sekolah itu pasti marah – marah.

Guru honorer, Massyon Sabaat, A.Ma. yang diperbantukan sebagai operator sekolah selama 1 tahun, tidak digaji. Padahal, pernah ada kesepakatan sebelumnya, upah operator per triwulan senilai Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)

Terpisah, kepala sekolah SDN Aen’ut, Veronika Sanam yang dikonfirmasi via sambungan telepon seluler pada Kamis malam, 4 Februari 2021, tidak mau melayani semua pertanyaan Garda Indonesia. Suaranya terdengar gugup, gemetar dan tak terarah. Handphone oknum kepala sekolah itu pun langsung nonaktif sesaat kemudian, sebelum percakapan berakhir. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto utama (*/ istimewa/pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Belu Cipta Lapangan Kerja Produktif bagi 100 Orang

    Pemda Belu Cipta Lapangan Kerja Produktif bagi 100 Orang

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan 5 balai besar di Bandung, Semarang, Bekasi, Tangerang dan Medan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Keterampilan Kerja Berbasis Unit Kompetensi tahun anggaran 2021; dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. di aula Kantor Camat Atambua Barat pada […]

  • BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

    BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

    • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang, diawali dengan pencanangan transaksi digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan QR Code di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 2 […]

  • Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

    Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Jondry Siki, CMF Nusa Tenggara Timur; salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Keunikannya cukup mencolok di mata nasional. Hal ini dapat dilihat dari pelbagai aspek sosial di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Berbicara tentang bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, NTT sering dan bahkan terus-menerus disoroti oleh pemerintah pusat. Nusa […]

  • Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

    Ironi Warga Miskin Jakarta, Mesti Bayar Air 10 Kali Lipat Lebih Mahal

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “Water is the driving force of all nature.” — Leonardo Da Vinci. Bertepatan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2021 kita semua diajak untuk merenung sejenak tentang betapa esensialnya air bagi kehidupan 7,7 miliar umat manusia sedunia. Hari Air sedunia ini diperingati sejak 1993 lalu. Namun, kita juga mesti […]

  • 11 Desa di Miomaffo Timur TTU Terima Bantuan APBN Kemensos 2021

    11 Desa di Miomaffo Timur TTU Terima Bantuan APBN Kemensos 2021

    • calendar_month Sab, 9 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan bantuan sembako berupa beras 14 kilogram dan 15 butir telur yang bersumber dari APBN (Anggaran Perencanaan dan belanja Negara), Kementerian Sosial RI tahun anggaran 2021. Bertempat di aula Kantor Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur, pada Sabtu, 9 […]

  • PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    PDI Perjuangan Paparkan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Seno pun menegaskan, sikap penyeimbang tidak membuat PDI Perjuangan ragu berbeda pendapat dengan pemerintah. Salah satunya terkait penolakan wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.   Jakarta | Politikus muda PDI Perjuangan, Seno Bagaskoro menegaskan sikap partainya sebagai penyeimbang pemerintahan bukan keputusan baru. Seno menyampaikan sikap tersebut telah ditetapkan sejak Prabowo Subianto dinyatakan menang Pilpres 2024 […]

expand_less