Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Ketahanan Keluarga Cegah Stunting, Dinas PPPA NTT Kerja Sama Mitra

Ketahanan Keluarga Cegah Stunting, Dinas PPPA NTT Kerja Sama Mitra

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Berdasarkan data dari studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevalensi balita stunting sebesar 37,8 persen (tinggi badan menurut umur) berdasarkan kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini menempatkan NTT pada posisi tertinggi kasus stunting di Indonesia. Sementara Sulawesi Barat (Sulbar) sebesar 33,8 persen menempati peringkat kedua, sedangkan Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta menempati posisi sebagai provinsi terendah stunting. Di lain sisi, data dari evaluasi hasil operasi timbang periode Agustus 2021, sebanyak 392.324 balita (dari total sasaran balita 548.549) telah ditimbang (71,9 persen) dan telah diinput melalui ePPGM sebanyak 388.726 balita atau sebesar 99,1 persen dengan hasil status gizi yakni stunting 81.354 balita (20,9 persen), wasting 31.247 balita (8,0 persen), dan underweight 71.165 balita (18,3 persen).

Menilik kondisi prevalensi stunting di NTT, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) berupaya menggandeng mitra untuk menurunkan angka prevalensi stunting. Adapun 3 (tiga) mitra yang diajak kerja sama antara lain Poltekes Kemenkes Kupang, Yayasan Jatica Oxitosin (Ayah ASI), dan Yayasan 1000 Hari. Turut hadir Bappelitbangda NTT diwakili oleh Bonaventura Taco dan Biro Pemerintahan Setda NTT diwakili oleh Kabag Kerja Sama, Stef Surat.

Drg. Iien Adriany, M.Kes. Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi NTT, menyampaikan bahwa berbicara stunting itu berbicara tentang sumber daya manusia (SDM) dan jika ketahanan keluarga NTT meningkat dan prevalensi stunting pada keluarga 1.000 HPK/berisiko stunting menurun.

“Jika kita diminta memilih antara sehat, pintar, dan kaya, maka tentunya kita akan memilih sehat lebih dulu. Untuk itu persiapan membentuk bayi sehat agar tak terdampak stunting karena 70 persen masalah stunting di luar kesehatan,” urai Kadis PPPA NTT yang aktif berperan memprioritaskan hak anak melalui pemenuhan akta kelahiran di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Meski terjadi penurunan stunting di NTT, imbuh drg. Iien, peringkat stunting sesuai standar nasional, selisih prevalensi stunting sebesar 13,3 persen. “Dasar masalah stunting itu berada di keluarga, selama kualitas keluarga tak dibenahi, maka semua program yang digelontorkan nasional tak dapat secara maksimal menurunkan angka stunting,” ungkapnya.

Keluarga harus diintervensi, tekan drg. Iien, kalau tak bisa mengubah yang sudah ada, namun minimal dapat mengubah “keluarga baru” dan masih banyak balita di Nusa Tenggara Timur yang belum ditimbang. “Per Agustus 2021 sekitar 76 persen balita sudah ditimbang. Untuk Kota Kupang hanya 26,1 persen ditimbang akibat dampak pandemi Covid-19. Jika tak ditimbang maka dikhawatirkan angka prevalensi stunting bakal semakin naik,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga, dr. Theresia Sarlyn Ralo, MPH. menyampaikan bahwa para mitra bakal diajak kerja sama dengan pendekatan ketahanan keluarga. “Hari ini kita bersama membangun kerangka berpikir untuk saling memperkuat dan memberikan manfaat terhadap peningkatan SDM NTT,” kata dr. Essy sapaan akrabnya.

Tujuan kerja sama, tandas dr. Essy, adalah meningkatkan ketahanan keluarga dari aspek legalitas, ketahanan fisik dan ekonomi dengan ruang lingkup kerja sama berupa pendamping keluarga oleh gender champion (one team one family), edukasi keluarga 1.000 HPK oleh gender champion (one team one family), dan peningkatan peran ayah/suami untuk pemenuhan hak anak dalam pemberian ASI eksklusif berkualitas; dapat mengintervensi prevalensi angka stunting di NTT.

Penulis dan Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenazah Frans Lebu Raya Dimakamkan di Pulau Adonara Tanah Kelahirannya

    Jenazah Frans Lebu Raya Dimakamkan di Pulau Adonara Tanah Kelahirannya

    • calendar_month Sel, 21 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Jenazah mantan Gubernur NTT 2 (dua) periode, Alm. Drs. Frans Lebu Raya telah diterbangkan menuju ke Larantuka di Pulau Flores, menggunakan maskapai Dimonim Air pada Selasa, 21 Desember 2021 sekitar pukul 11.30 WITA dan diperkirakan tiba di Larantuka pukul 12.30 WITA. Turut mengantar Jenazah Frans Lebu Raya ke bandara El Tari […]

  • Reshuffle Kabinet, Erick Thohir Menpora, Djamari Caniago Menko Polkam

    Reshuffle Kabinet, Erick Thohir Menpora, Djamari Caniago Menko Polkam

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Pengangkatan Erick Thohir berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih.   Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet jilid 3 pada Rabu, 17 September 2025 di Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 11 menteri, wakil menteri, dan pejabat setingkat menteri […]

  • Hanya di Kota Kupang, Lomba Tutur Adat Anak Pakai Bahasa Inggris

    Hanya di Kota Kupang, Lomba Tutur Adat Anak Pakai Bahasa Inggris

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Tutur adat yang dilakukan orang Timor (suku yang mendiami pulau Timor, red) memiliki arti sejarah, yang mana dilakukan pada acara atau ritus tradisional, seperti upacara perkawinan, penerimaan tamu dan upacara adat lainnya. Tutur adat atau Natoni dilakukan dengan cara berpidato atau juga saling menjawab yang dilakukan oleh beberapa orang. Penggunaan […]

  • Uang Orang Miskin Indonesia Terkuras Beli Beras dan Rokok

    Uang Orang Miskin Indonesia Terkuras Beli Beras dan Rokok

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Loading

    Pada laporan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per Maret 2025, beras menyedot 21,06 persen dari total pengeluaran masyarakat miskin di kota dan 24,91 persen di desa.   Jakarta | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa mayoritas pengeluaran masyarakat miskin di Indonesia masih didominasi oleh pembelian beras dan rokok. Dua komoditas ini menjadi penyumbang utama dalam […]

  • Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Kepala-kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otonomi Khusus (Otsus) bagi tanah Papua terkait Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua. Para kepala suku yang hadir menyatakan dukungannya agar program Otsus di Papua harus tetap dilanjutkan, karena sangat berdampak […]

  • Era George Hadjoh, 35 Pohon Natal Terpampang di Jalan El Tari

    Era George Hadjoh, 35 Pohon Natal Terpampang di Jalan El Tari

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Guna menyemarakkan perayaan Natal tahun 2022, Pemerintah Kota Kupang memasang lebih kurang 35 pohon natal di sepanjang Jalan El Tari. Rencana tersebut melibatkan sejumlah pihak baik dari gereja di sekitar kawasan Jalan El Tari, perbankan dan paguyuban yang ada di Kota Kupang. Rencana tersebut disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, George […]

expand_less