Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Ketua MPR RI Dorong Pemerintah Fokus dan Percepat Realisasi Vaksin Corona

Ketua MPR RI Dorong Pemerintah Fokus dan Percepat Realisasi Vaksin Corona

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2020
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Loading

Bali, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Indonesia harus berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan vaksin Corona. Karena, diyakini virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini akan eksis untuk jangka waktu yang lama.

“Durasi flu Spanyol bisa dijadikan patokan. Flu Spayol mulai mewabah Maret 1918, dan berlangsung hingga Juni 1920. Pada rentang waktu Pandemi Covid-19 yang masih sulit dihitung itu, Indonesia harus berupaya menghindar dari ketergantungan akan kebutuhan vaksin Corona,” ujar Bamsoet di Bali, pada Minggu, 2 Agustus 2020.

Karenanya, mantan Ketua DPR RI ini mendorong pemerintah fokus dalam mempercepat realisasi vaksin Corona produk lokal. Pemerintah harus segera mengambil prakarsa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para akademisi dan peneliti.

‘’Sejauh yang saya amati sampai saat ini, sudah ada upaya dari sejumlah pihak di dalam negeri untuk menciptakan vaksin Corona. Namun, upaya itu tidak mudah karena ada sejumlah tantangan. Saya mendorong pemerintah untuk segera hadir di dalam upaya itu, sekaligus membantu mengurai tantangan-tantangan itu,‘’ kata Bamsoet.

Ia pun menuturkan, tantangan tersebut di antaranya meliputi kebutuhan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan vaksin, upaya percepatan menghasilkan vaksin hingga tahap ketersediaannya di publik. Selain itu, tantangan lainnya menyangkut besarnya skala produksi vaksin.

“Demi kepentingan 270 juta penduduk Indonesia, kehadiran dan keterlibatan pemerintah di dalam upaya yang sarat tantangan itu sangat relevan dan urgen. Dari komunikasi dan koordinasi dengan para akademisi serta peneliti, minimal akan ditemukan jalan keluar mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” tutur Bamsoet.

Ia juga mendukung upaya inaktivasi virus yang sedang dilakukan sejumlah perusahaan Indonesia yakni, PT Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac dari Tiongkok, PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan serta perusahaan swasta dengan Sinopharm dari Tiongkok.

“Indonesia tidak bisa hanya menunggu hasil riset dan pengembangan serta produksi vaksin Corona dari negara lain. Indonesia harus mandiri. Apalagi, Indonesia juga memiliki PT Bio Farma yang sudah berpengalaman membuat vaksin,’’ pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim Publikasi MPR RI)
Foto utama oleh shutterstok
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yuk Simak Protokol Aktivitas ‘New Normal’ di Pasar ala Dokter Reisa

    Yuk Simak Protokol Aktivitas ‘New Normal’ di Pasar ala Dokter Reisa

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pasar tradisional sejak lama menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, sebagai penyokong tulang punggung ekonomi masyarakat. Dari hasil survei profil pasar tahun 2018, oleh Badan Pusat Statistik, ada lebih dari 14.000 pasar tradisional di Indonesia, atau sama dengan hampir 90% dari seluruh jenis pusat perdagangan yang ada di Indonesia. Namun di tengah pandemi […]

  • Warga Beruntung, Bendungan Tapin di Kalsel Jadi Spot Wisata

    Warga Beruntung, Bendungan Tapin di Kalsel Jadi Spot Wisata

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Tapin-Kalsel, Garda Indonesia | Saat meresmikan Bendungan Tapin yang terletak di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis, 18 Februari 2021; Presiden Joko Widodo sempat berdialog dengan seorang warga setempat yang dahulu tinggal di sekitar wilayah yang kini telah menjadi bendungan tersebut. Atal Amos, warga yang memperoleh ganti untung dan dilakukan relokasi […]

  • Masker Kain Penuh Makna di Hari Kartini 2020

    Masker Kain Penuh Makna di Hari Kartini 2020

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh RAy. Febri H Dipokusumo Tahun ini kita merayakan Hari Kartini dengan cara yang berbeda namun justru yang penuh makna. Kali ini, kita para Kartini terkondisikan untuk kembali beraktivitas lebih banyak di rumah. Kita belajar banyak hal. Di tahun ini, saya belajar dari sosok seorang Kartini dari Kendal, bernama ‘Bu Sri, yang sehari-harinya bekerja serabutan. […]

  • Keren Tanpa Rokok, Ini Manfaat Berhenti Merokok Hari Demi Hari

    Keren Tanpa Rokok, Ini Manfaat Berhenti Merokok Hari Demi Hari

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Loading

    Tahukah kamu kalo berhenti merokok selama 20 menit tekanan darah membaik, denyut jantung melambat, dan aliran darah kembali lancar? Kalau manfaat sebesar itu bisa terjadi dalam waktu singkat, bayangkan perubahan yang bisa kamu rasakan kalau benar-benar berhenti merokok? Tentu bukan cuma untuk tubuhmu, tapi juga untuk orang-orang terdekat yang ingin kamu tetap sehat dan hadir […]

  • Komunitas Penggerak Literasi Bergerilya di Pulau Sumba

    Komunitas Penggerak Literasi Bergerilya di Pulau Sumba

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Waikabubak, Garda Indonesia | Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat pemberdayaan komunitas penggerak literasi tahun 2024 selama 4 (empat) hari di Hotel Manandang, Waikabubak, Sumba Barat, pada Senin—Kamis, 1—4 April 2024. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga Kabupaten Sumba Barat, Lobu Ori, S.Pd., M.Pd., diikuti oleh delegasi komunitas literasi dari seluruh […]

  • Urgensi Negara pada Kebijakan PSBB–New Normal dalam Kekhasan Etika

    Urgensi Negara pada Kebijakan PSBB–New Normal dalam Kekhasan Etika

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Dr. Gradios Nyoman Rae, S.H., M.H., C.L.A. Dalam situasi Covid-19, negara menghadapi dua hal yang sama-sama memiliki risiko, dilematik, mau tetap mempertahankan PSBB atau New Normal ala negara-negara di Eropa. Keduanya lebih kepada pertimbangan keadaan baik kesehatan masal, ekonomi, sosial, dan keamanan. Dua gagasan kebijakan ini menjadi urgensi dan menuntut negara melakukan kebijakan yang […]

expand_less