Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

Loading

Kab.Tangerang-Banten, Garda Indonesia | Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat merangsang inovasi, menyediakan ide dan sumber daya yang bervariasi tetapi di sisi lain memunculkan berbagai ancaman kejahatan terhadap perempuan dan anak, seperti bahaya pornografi dan cyber crime.

“Melihat peluang dan tantangan ini, perempuan dan anak harus mengikuti perubahan global yang terjadi. Pemanfaatan TIK membutuhkan perubahan mindset, visi, misi, tata nilai, strategi, dan budaya kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pembangunan PPPA. Hal ini diharapkan berimplikasi pada perubahan arah kebijakan, strategi, dan implementasi pembangunan PPPA di tingkat nasional dan daerah,” tutur Menteri PPPA, Yohana Yembise pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2019 dengan tema “Mempercepat Terwujudnya Kesejahteraan Perempuan dan Anak Indonesia Melalui Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4.0”.

Menteri Yohana meyakini upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak Indonesia tidak bisa hanya dilakukan oleh pemangku kepentingan PPPA, tetapi harus berkolaborasi, berjejaring, terintegrasi, saling menguatkan, dan memberikan apresiasi dengan pemangku kepentingan lainnya, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan media massa.

Menteri PPPA Prof Yohana Yembise

“Kita bisa bekerja sama dan berkomitmen memikirkan inovasi dan strategi dengan memanfaatkan teknologi informasi agar semua terkoneksi dengan ilmu pengetahuan terkait PPPA. Jangan lagi berorientasi pada “output-based activities” melainkan “outcomes dan impact-based activity” dengan pendekatan menyeluruh. Saya berharap dalam Rakornas PPPA Tahun 2019 ini, kita dapat menyelaraskan kebijakan dan program PPPA, membangun jejaring, berbagi inovasi, pengalaman, dan praktik terbaik terkait pembangunan PPPA yang selama ini telah dilakukan, baik di tingkat global, pusat, dan daerah,” tambah Menteri Yohana.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menyambut baik diadakannya Rakornas PPPA Tahun 2019 di wilayahnya. Ia mengatakan Provinsi Banten memiliki komitmen tinggi dalam pembangunan PPPA. “Provinsi Banten telah mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya sebanyak 6 kali sebagai bentuk komitmen kami dalam pembangunan PPPA di wilayah ini. Komitmen ini dituangkan melalui beberapa Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur Provinsi Banten dalam upaya melindungi perempuan dan anak di Provinsi Banten. Saya berharap Forum Rakornas PPPA Tahun 2019 ini dapat memotivasi Provinsi Banten dan provinsi, kabupaten/kota lainnya untuk meningkatkan komitmen dalam pembangunan PPPA di seluruh Indonesia,” kata Andika.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher mengungkapkan upaya pembangunan PPPA di Indonesia masih menemui kendala karena belum didukung oleh kelembagaan dan anggaran yang memadai. “Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk menaikkan cluster Kemen PPPA guna mendukung pengembangan program, kegiatan, dan anggaran. Saat ini, kami tengah menggodok draft RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sebagai pintu masuk untuk menurunkan angka kekerasan / kejahatan terhadap perempuan dan anak,” tegas Ali Taher.

Rakornas PPPA Tahun 2019 yang berlangsung sejak 23—26 April 2019 ini diikuti oleh kurang lebih 900 orang peserta yang terdiri dari, para pejabat Kementerian/Lembaga terkait, Kepala Dinas PPPA provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia, pimpinan Lembaga Masyarakat yang tergabung dalam Forum PUSPA, dan para pemangku kepentingan lainnya, baik di pusat dan daerah.

Dalam Rakornas PPPA Tahun 2019 ini juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI tentang Percepatan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dalam Pembangunan di Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Capaian Kemen PPPA Tahun 2015—2019

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ingin memastikan bahwa pembangunan harus berperspektif gender, memenuhi hak anak, dan mampu melindungi perempuan dan anak Indonesia dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Beberapa capaian pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2015—2019 sebagai berikut:

Pertama, Capaian Pembangunan Manusia dan Pembangunan Gender di Indonesia Tahun 2015—2018

2015 2016 2017 2018
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 69,55 70,18 70,81 71,39
Indeks Pembangunan Gender (IPG) 91,03 90,82 90,96 90,99
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 70,83 71,39 71,74

Kedua, Untuk mendorong peningkatan IPG dan IDG melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), Kemen PPPA memberikan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kepada Kementerian/Lembaga, provinsi dan kabupten/kota yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi PUG (Pelembagaan PUG), termasuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di berbagai sektor pembangunan. Capaian Pelembagaan PUG 2016—2018

No Kategori 2016 2018
1  Mentor          9       11
2 Utama             26     45
3 Madya             47     84
4 Pratama          25    46
Jumlah               107  189

Ketiga, Perlindungan anak melalui pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak secara keseluruhan ditunjukkan oleh pencapaian Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA). Capaian IKKA :

2015  2016  2017
64       65,8    67,9

Keempat, Dalam rangka memenuhi hak dan perlindungan anak, Kemen PPPA telah berhasil meningkatkan jumlah kabupaten/kota yang berkomitmen untuk memenuhi hak anak melalui kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Capaian KLA:
2015 2016 2017 2018
264    302    349    389

Kelima, Untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak, Kemen PPPA mendorong pembentukan lembaga pelayanan terhadap perempuan dan anak di seluruh Indonesia dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Capaian kelembagaan UPTD PPPA:
2016 2017 2019 2019 *)
UPTD 4  14   38      42
*) Data sampai bulan April 2019

Keenam, Kemen PPPA telah memberikan bantuan peningkatan sarana/prasarana untuk mendukung layanan terhadap perempuan dan anak berupa penyediaan kendaraan operasional berupa Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (MOLIN) dan Motor Perlindungan Perempuan dan Anak (TORLIN). Capaian pengadaan MOLIN/TORLIN:

2016 2017 2018 2019 *)
Molin 202   45       70
Torlin 404   114

Ketujuh, Kemen PPPA juga telah berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap anak melalui PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat). Capaian PATBM:
2016 2017 2018
PATBM 136 Model 281 Replikasi 131 Replikasi

Kedelapan, Partisipasi masyarakat dalam pencegahan perdagangan manusia melalui community watch juga telah dibentuk di tingkat kelurahan/desa di seluruh Indonesia pada 2018 mencapai 318. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan di Pulau Sumba Bersinar, PLN Revitalisasi 45 Sekolah

    Pendidikan di Pulau Sumba Bersinar, PLN Revitalisasi 45 Sekolah

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Lima sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi percontohan tahap pertama, termasuk SD Weetabula dan SD Karerobbo yang menggunakan smart board sebagai bagian dari penguatan metode pembelajaran berbasis teknologi.   Tambolaka | PLN UIW NTT melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sumba (PLN UP3 Sumba) terus berkomitmen untuk mendukung setiap program Pemerintah Sumba Barat Daya […]

  • Idul Qurban 1441H Kemenkumham NTT bagi Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa

    Idul Qurban 1441H Kemenkumham NTT bagi Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT memaknai Idul Adha 1441H dengan menyalurkan qurban kepada panti asuhan anak dan kaum dhuafa yang berada di seputar Kota Kupang. Prosesi Idul Qurban yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di halaman belakang Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT […]

  • Sekretaris II Kwarcab Belu Buka Perjusami Gugus Depan SMAN 1 Tasbar

    Sekretaris II Kwarcab Belu Buka Perjusami Gugus Depan SMAN 1 Tasbar

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Dua gugus depan (gudep), yakni gudep SMAN 1 Tasifeto Barat dan SMAN Raimanuk, kwartir cabang Belu, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkemah selama 3 (tiga) hari berturut-turut di halaman SMAN 1 Tasifeto Barat. Perkemahan ini lazim dikenal dengan istilah perkemahan Jumat, Sabtu dan Minggu (perjusami); dibuka oleh Sekretaris II Kwarcab Belu, […]

  • 70.802 Warga Belum Rekam KTP-El; Dispendukcapil Jemput Bola

    70.802 Warga Belum Rekam KTP-El; Dispendukcapil Jemput Bola

    • calendar_month Sel, 30 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang,gardaindonesia.id | 21,73% warga Kota Kupang atau sekitar 70.802 warga belum melakukan perekaman KTP Elektronik (KTP-El) dari total 325.826 warga Kota Kupang yang telah berhak memperoleh KTP, sedangkan 255.024 jiwa (78,27%) telah melaksanakan perekaman KTP-El. Kadis Dispendukcapil Kota Kupang, David Mangi melalui Kabid PIAK (Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan), Angela Tamo Inya,S.IP. kepada media ini […]

  • September 2020, Jumlah Penduduk Miskin di NTT Naik Sebanyak 19,77 Ribu

    September 2020, Jumlah Penduduk Miskin di NTT Naik Sebanyak 19,77 Ribu

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari total jumlah penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan Sensus Penduduk 2020 sebanyak 5.325.566 orang, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 21,21 persen meningkat 0,31 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,59 persen poin terhadap September 2019. “Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 1.175.530 orang meningkat 19,77 ribu […]

  • Soal Ijazah Palsu, Jokowi Diperiksa di Solo, 8 Saksi Diperiksa

    Soal Ijazah Palsu, Jokowi Diperiksa di Solo, 8 Saksi Diperiksa

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jokowi bersedia diperiksa di Polres Solo pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 10.00 WIB.   Surakarta | Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Polresta Solo, Rabu, 23 Juli 2025, terkait laporannya sendiri soal tudingan ijazah palsu yang menyeret namanya. Sebelumnya, Jokowi berhalangan […]

expand_less