Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Korem 161/Wira Sakti Helat Upacara Bendera HUT Kemerdekaan Ke-74 RI

Korem 161/Wira Sakti Helat Upacara Bendera HUT Kemerdekaan Ke-74 RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
  • visibility 160
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasrem 161/Wira Sakti Kol Inf I Kadek Subawa, S. Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera Peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia Tahun 2019, pada Sabtu, 17 Agustus 2019 di Lapangan Upacara Makorem 161/Wira Sakti Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa kemerdekaan merupakan perjuangan para pendahulu yang membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Kemerdekaan dan kebebasan yang kita rasakan ini adalah warisan dan amanah dari para pahlawan bangsa, serta para pendahulu yang telah berjuang dan berkorban jiwa raga. Dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, mereka telah membuktikan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, yang berdiri tegar melawan penindasan dan penjajahan hingga mampu meraih kemerdekaan, untuk itu kita harus mendoakan para pahlawan serta bersyukur atas kemerdekaan ini, “ jelas Pangdam IX/Udayana.

Kasrem 161/Wira Sakti Kol Inf I Kadek Subawa, S. Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera Peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia Tahun 2019

Lebih lanjut dikatakan bahwa kemerdekaan memiliki arti yang sangat penting. “Bagi TNI AD, kemerdekaan adalah refleksi dari Kedaulatan Bangsa yang dijamin dan dijaga oleh para pengawalnya yaitu para prajurit bersama komponen bangsa lainnya,” ungkap Pangdam IX/Udayana.

Diakhir amanatnya Pangdam IX/Udayana menekankan untuk memaknai tema peringatan Hari Proklamasi Tahun ini “SDM Unggul Indonesia Maju”.

“Untuk itu mari kita wujudkan tekad tersebut dengan meningkatkan profesionalisme, kinerja dan dedikasi dibidang tugas kita masing masing, sebagai sumbangsih kita untuk kemajuan bangsa,” pungkas Pangdam IX/Udayana. (*)

Sumber berita (*/penrem161ws)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kekerasan terhadap anak kembali menimpa (DDS) balita berumur 2 (dua) tahun asal Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Perlakuan tak pantas tersebut harus diterima putri bungsu dari 8 (delapan) bersaudara hasil perkawinan dari Pasutri (AS) dan (ELS). Pelaku (AS) yang merupakan ayah kandung dari (DDS), berprofesi sebagai petani […]

  • Pecut Inovasi 424 SDM, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Menulis Level SD—S2

    Pecut Inovasi 424 SDM, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Menulis Level SD—S2

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan kemampuan menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan dan memecut sumber daya manusia (SDM) serta menggali keahlian berinovasi dari 424 personil Biro Umum Setda Provinsi NTT, maka dihelat lomba menulis artikel level pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi (S1 dan […]

  • Tunda ‘Lockdown’ RT 11 Fatululi, Wakil Wali Kota Kupang Minta Perketat Prokes

    Tunda ‘Lockdown’ RT 11 Fatululi, Wakil Wali Kota Kupang Minta Perketat Prokes

    • calendar_month Rab, 30 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kelurahan Fatululi di Kecamatan Oebobo memiliki fungsi dan peran strategis dalam pembangunan di Kota Kupang. Selain sebagai pusat permukiman dengan jumlah warga mencapai 17 ribu jiwa lebih, Fatululi juga merupakan pusat perekonomian yang memiliki pasar, toko dan usaha-usaha yang mempengaruhi perputaran ekonomi di Kota Kupang. Kelurahan Fatululi juga berfungsi sebagai […]

  • NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba | Robet Eri Suciadi, warga Kabupaten Lembata menyebut calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) sebagai titisan dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ben Mboi. Simon Petrus Kamlasi (SPK) disebut sebagai titisan mantan Gubernur NTT, Ben Mboi dikarenakan program – program yang diutarakan sama persis atau sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ben […]

  • Pastikan Rumah Daun Program Bedah Rumah, Wali Kota Jefri Rela Susur Hutan

    Pastikan Rumah Daun Program Bedah Rumah, Wali Kota Jefri Rela Susur Hutan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama istri, Hilda Manafe; menyusuri Hutan Nefosaka untuk melihat langsung rumah milik Yusak Boebalan di Kampung Sokon, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa yang berbatasan langsung dengan Desa Oelomin di Kabupaten Kupang, pada Kamis, 23 Juli 2020. Berangkat dari rumah dinas Wali Kota di Kota Baru […]

  • Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    Suku Atoin Meto di Pulau Timor, Kekerabatan Hingga Hukum Adat

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Loading

    Atoin Meto adalah sebutan lain untuk Suku Atoni, suku bangsa mendiami Pulau Timor, khususnya di Timor Barat termasuk sebagian besar Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia, dan di Oecussi-Ambeno, Timor Leste. Mereka sering disebut sebagai Atoin Pah Meto, yang berarti “orang dari tanah kering”. […]

expand_less