Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » KPK OTT 5 Orang Termasuk Bupati Probolinggo & Anggota DPR RI

KPK OTT 5 Orang Termasuk Bupati Probolinggo & Anggota DPR RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | KPK melakukan tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait seleksi jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.Tim KPK telah mengamankan 10 orang pada Senin, 30 Agustus 2021 sekitar pukul 04.00 WIB di beberapa tempat di wilayah Probolinggo,  Jawa Timur.

“Kesepuluh orang kena OTT KPK di antaranya: PTS, Bupati Probolinggo periode 2013—2018 dan 2019—2024, HA, anggota DPR RI periode  2014—2019 dan 2019—2024 serta pernah menjabat sebagai  Bupati Probolinggo periode 2003—2008 dan 2008—2013, DK, ASN (Camat  Krejengan), SO, ASN  (Pejabat Kades Karangren), PR, ASN (Camat Kraksaan), IS, ASN (Camat Banyuayar), MR, ASN  (Camat  Paiton), HT, ASN  (Camat Gading), PJK,  Ajudan, serta FR, Ajudan. Demikian diuraikan Ketua KPK H. Firli Bahuri pada Selasa pagi, 31 Agustus 2021.

Firli menuturkan kronologis tangkap tangan tersebut bermula pada Minggu tanggal 29 Agustus 2021, Tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan  penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diduga telah disiapkan dan diberikan oleh DK Camat Krejengan bersama dengan SO.

Sebelumnya DK dan SO telah menyepakati dan menyiapkan proposal usulan nama-nama calon Pejabat Kepala Desa serta  sejumlah uang untuk diserahkan kepada HA  yang merupakan suami sekaligus orang  kepercayaan dari PTS untuk dilakukan seleksi dan membubuhkan paraf sebagai  tanda bukti  persetujuan mewakili PTS.

“Saat diamankan oleh Tim KPK, DK dan SO membawa uang sejumlah Rp.240 juta dan proposal usulan nama untuk menjadi Pejabat Kepala Desa yang diduga berasal dari para ASN di Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang menginginkan posisi untuk menjabat Kepala Desa di beberapa  wilayah di Kabupaten Probolinggo,” terang  Ketua KPK, Firli Bahuri.

Sementara MR, imbuh Firli, turut diamankan bersama uang sejumlah  Rp 112.500.000,- di rumah kediaman pribadinya di wilayah Curug Ginting,  Kecamatan Kanigarang, Probolinggo.

Selanjutnya, pada Senin, 30 Agustus 2021, Tim KPK bergerak dan mengamankan HA, PRT, PJK dan FR di salah satu rumah yang beralamat di Jalan Ahmad  Yani,  Probolinggo. Semua pihak yang diamankan tersebut dibawa ke Polda Jawa Timur untuk dilakukan permintaan keterangan dan selanjutnya dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang saat ini  telah diamankan, di antaranya berbagai dokumen dan uang Rp.362.500.000,- (Tiga ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Konstruksi Perkara

Dengan akan dilaksanakannya  pemilihan Kepala Desa serentak tahap II di wilayah Kabupaten Probolinggo yang awalnya diagendakan pada 27 Desember 2021 dilakukan pengunduran jadwal pemilihan  sehingga terhitung 9 September 2021 terdapat 252 Kepala Desa dari 24  kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selesai menjabat.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa tersebut maka akan diisi oleh Penjabat Kepala Desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan untuk pengusulannya dilakukan melalui Camat. Selain itu ada persyaratan khusus di mana usulan nama para Pejabat Kepala Desa harus mendapatkan persetujuan HA dalam bentuk paraf pada nota dinas pengusulan  nama sebagai representasi dari PTS dan para calon Pejabat Kepala Desa juga diwajibkan memberikan dan menyetorkan  sejumlah uang.

Adapun tarif untuk menjadi Pejabat Kepala Desa sebesar Rp.20 juta, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif  Rp.5 juta/hektar. Diduga ada perintah dari HA memanggil para Camat untuk membawa para Kepala Desa terpilih dan Kepala Desa yang akan purnatugas.

HA juga meminta agar Kepala Desa tidak datang menemui HA secara perseorangan akan tetapi  dikoordinir  melalui  Camat.

Pada Jumat, 27 Agustus 2021, Keduabelas Pejabat Kepala Desa menghadiri  pertemuan disalah satu tempat di wilayah Kecamatan Krejengan, Probolinggo di mana diduga dalam pertemuan tersebut telah ada  kesepakatan untuk  memberikan sejumlah  uang kepada PTS melalui HA dengan  perantaraan DK.

Pertemuan tersebut di antaranya dihadiri oleh AW, MW, MI, MB, MR,  AW, KO dan dari yang hadir ini telah disepakati untuk  masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp.20 juta sehingga terkumpul sejumlah Rp.240  juta. Untuk mendapatkan jabatan selaku Pejabat Kepala Desa diwilayah  Kecamatan Paiton, MR telah pula mengumpulkan sejumlah uang dari para ASN hingga berjumlah Rp.112.500.000,00 untuk diserahkan kepada PTS melalui  HA.

Firli Bahuri juga menyampaikan bahwa saat ini KPK telah menetapkan 22 (dua  puluh  dua) orang tersangka antara lain sebagai  Pemberi (ASN Pemerintah Kabupaten  Probolinggo) ;  SO, AW, MW, MU, MI, MB, MH, AW, KO, AS, JL, UR, NH,  NUH, HS, SR, SO serta SD. Dan sebagai penerima ; HA, PTS, DK serta MR.

“Saat ini KPK telah melakukan penahanan Rutan terhadap 5 para tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 31 Agustus  2021 sampai dengan 19 September 2021,” terang Ketua KPK.

Secara terpisah, HA ditahan di  Rutan KPK pada Kavling C1, PTS  ditahan di Rutan KPK pada Gedung  Merah Putih, DK ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, MR ditahan  di  Rutan Polres Jakarta Selatan dan SO ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur. (*)

Sumber dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna menyukseskan dan melindungi lokasi food estate dari berbagai gangguan seperti gangguan hama, ternak, dan lainnya, maka pemerintah daerah bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat melakukan ritual adat ukun badu ‘pembatasan/pelarangan’ di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada […]

  • Ulah ‘Walk-Out PKS’ Apakah Membela Kepentingan Rakyat?

    Ulah ‘Walk-Out PKS’ Apakah Membela Kepentingan Rakyat?

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Banyak kita baca di medsos bahwa kalau PKS yang protes, maka kebijakan pemerintah itu sudah berada pada jalur yang tepat alias benar bin betul. Baru-baru ini (Selasa, 6 September 2022) fraksi PKS melakukan aksi walk out saat sidang paripurna di parlemen (DPR-RI). Alasannya memprotes kebijakan pemerintah soal penyesuaian harga BBM. Tentu, […]

  • ‘New Normal’ Hari Pertama, Gubernur VBL Resmikan 4 ‘Cottage’ di Mulut Seribu

    ‘New Normal’ Hari Pertama, Gubernur VBL Resmikan 4 ‘Cottage’ di Mulut Seribu

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Memasuki tatanan normal baru atau new normal life di tengah pandemi Covid-19, tekad kuat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover atau motor penggerak pembangunan ekonomi di Provinsi NTT semakin nyata. Terbukti, pada Senin, 15 Juni 2020; Gubernur VBL meresmikan cottage yang dibangun di teluk […]

  • Banjir Rendam Delapan Desa di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    Banjir Rendam Delapan Desa di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Konawe-Sultra, Garda Indonesia | Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam 8 (delapan) desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Ketinggian muka air 70—80 centimeter. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB per Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 12.27 WITA, delapan desa di 5 kecamatan terdampak banjir tersebut yaitu Desa Labungga […]

  • Gubernur Viktor Ajak Keluarga Jawa Bangun NTT Tanpa Pura-pura

    Gubernur Viktor Ajak Keluarga Jawa Bangun NTT Tanpa Pura-pura

    • calendar_month Ming, 28 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | K2S (Kontak Kerukunan Sosial) sebagai Paguyuban Keluarga Jawa di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur memberikan kontribusi nyata dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Kupang dan Provinsi NTT.  Salah satu kontribusi nyata K2S di Kota Kupang dengan melakukan penataan dan pemberian fasilitas tambahan di Taman Nostalgia dan Pantai Warna. Eksistensi Keluarga Jawa di […]

  • BNN Gagalkan Penyelundupan 50 kg Narkotika Jenis Sabu-sabu

    BNN Gagalkan Penyelundupan 50 kg Narkotika Jenis Sabu-sabu

    • calendar_month Sab, 6 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Medan-Sumut, gardaindonesia.id-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara dan BNN Republik Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis methampethamine (Sabu-sabu) sebanyak 50 Kg. Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari; Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Drs Marsauli Siregar SH; Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, AKBP Agus Halimudin SIK., menyampaikan kepada para awak media di Kantor […]

expand_less