Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Krisis Air Bersih di TTS, Masyarakat Minta Pemdes Sediakan Sumur Bor

Krisis Air Bersih di TTS, Masyarakat Minta Pemdes Sediakan Sumur Bor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Loading

Oelet-TTS, Garda Indonesia | Pemenuhan kebutuhan air bersih saat ini menjadi prioritas utama masyarakat, terutama yang jauh dari sumber mata air. Banyak masyarakat yang harus rela membeli air minum untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu tempat yang saat ini kesusahan dalam mendapatkan air bersih berada di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Media Garda Indonesia menjumpai 2 (dua) orang Ibu yang usianya sudah diatas 40 tahun pada Rabu, 14 Agustus 2019 lalu, yang sementara berteduh dibawah pohon. Salah satu dari mereka membawa 2 (dua) buah jeriken masing-masing 5 (lima) liter dan 10 (liter) dan sebuah gayung mandi yang akan digunakan untuk mengambil air di kali (sungai kecil, red).

Ketika berbincang-bincang bersama mereka, diketahui Ibu yang membawa jeriken bernama Efrosina Lenama, warga RT 12 Desa Oelet. Efrosina, begitu sapaan akrabnya, adalah seorang janda yang ditinggalkan suaminya Set Asbanu (Alm.) sejak 2 Maret 2019 lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap harinya Efrosina mengambil air di kali, dimana mata air tersebut dibuat oleh warga dengan kedalam kurang lebih 40 cm, dan lebar yang tidak jauh berbeda. Untuk tetap menjaga agar air tidak keruh, warga mengambil air menggunakan gayung lalu disaring ke dalam jerigen.

Efrosina mengisahkan bahwa setiap hari keluarganya hanya mengambil air dua kali yaitu pagi dan sore. Lanjut Efrosina, terkadang di pagi hari dirinya tidak mendapatkan air bersih dan harus menunggu beberapa jam lagi. Walaupun jarak rumahnya dengan kali hanya sekitar 1 Km, namun itu tidak menjadi jaminan untuk bisa memperoleh air.

“Ada yang bawa mobil pikap, ada yang bawa sepeda motor. Kalau itu dong (mereka) bawa banyak jeriken besar (20 liter),” kisah Efrosina yang hidup bersama dua orang anak lelakinya.

Selain itu, menurut Efrosina untuk memperoleh air bersih bisa juga membeli pada beberapa pikap yang sehari-harinya hanya menjual air bersih dengan harga yang sedikit bervariasi.

“Kami tidak ada uang untuk beli (air bersih), jadi kalau pagi tidak dapat siang kami harus turun ke kali lagi, “ jelas perempuan yang setiap hari bekerja sebagai penjual sayur.

Lanjutnya, kegiatan mengambil air di kali tersebut tidak hanya dilakukan di musim kemarau saja, tetapi di musim hujan juga beberapa keluarga harus rela menunggu di pinggir kali untuk mendapatkan air bersih karena mata air yang mereka buat tertutup oleh arus air kali tersebut. Jelasnya, terkadang warga harus mengadu kecepatan, antara luapan air kali dan kecepatan lari dari warga jika tidak ingin terseret arus.

“Kami tunggu air turun kami buat lubang-lubang kecil untuk bisa ambil air bersih. Kadang kami tunggu sampai satu hari baru bisa ambil air, “ ungkapnya dibenarkan oleh Juliana Mone warga RT 04.

Sementara itu, Lukman Taek Ketua RT 02 Desa Oelet, yang ditemui Selasa, 20 Agustus 2019 mengatakan bahwa krisis air bersih tersebut sudah melanda kampungnya sejak bulan Juni. Selama ini, keluarganya mengambil air di kali Nonosnaen yang berjarak sekitar 2 Km, namun harus melalui jalanan di jurang untuk mencapai mata air tersebut.

“Kami cuci (pakaian) di kali. Kalau mandi biasanya hari Jumat atau Minggu kami mandi di kali karena tidak bisa mandi di rumah, “ ujar Lukman.

Mata air buatan warga di pinggir kali (sungai kecil)

Lanjut Lukman, lantaran harus menghemat air yang biasanya hanya mampu mereka ambil sebanyak 60 liter per hari, anak-anaknya tidak pernah mandi di pagi hari.

“Pergi Sekolah cuci muka saja, “ ungkap Lukman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BUMDes Oelet, Andi Anin, tokoh pemuda yang turut hadir dalam musyawarah tingkat desa dalam penetapan usulan anggaran tahun 2019, menyampaikan bahwa krisis air bersih dirasakan oleh semua masyarakat Desa Oelet. Persoalan tersebut menjadi prioritas yang disampaikan oleh masyarakat dalam Musyawarah Dusun (MusDus) dalam perencanaan kegiatan pembangunan di Desa.

“Kita sudah sepakat dan sudah sampaikan di Musyawarah Desa (MusDes) bahwa kita minta kerjakan 1 sumur bor di Dusun A. Dan itu sudah disetujui bersama dalam Musdes, “ jelas Anin saat ditemui di kediamannya.

Lanjut Andi, dari informasi yang mereka peroleh ternyata usulan prioritas masyarakat yaitu sumur bor tidak masuk dalam sistem keuangan desa (siskeudes) tahun 2019. Menurutnya, program sumur bor tersebut diganti dengan program pemberdayaan masyarakat dengan pengadaan ternak sapi, kambing dan ternak babi.

“Kita mau makan minum saja air susah, lalu ternak tersebut kita kasih minum, “ ujar Andi mempertanyakan kebijakan dari pemerintah Desa Oelet.

Kepala Desa Oelet, M. Nurdin Tapoin, S. Sos, yang ditemui di kediamannya membenarkan program pemberdayaan masyarakat tersebut. Menurutnya, selama ini belum semua masyarakat mendapatkan bantuan ternak, karena bantuan itu hanya dari pihak pertanian.

“Kita akan memberikan bantuan ternak sapi, kambing dan ternak babi kepada masyarakat masing-masing sebanyak 20 ekor ternak, “ jelas Tapoin.

Lanjut Tapoin, dalam musyawarah tingkat kecamatan, usulan 2 unit sumur bor tidak lolos validitas karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, sehingga pihaknya mengalihkan ke program pemberdayaan masyarakat. Jelasnya program pemberdayaan masyarakat tersebut menelan biaya sekitar 200 juta rupiah.

“Sumur bor biayanya sangat besar. Untuk pembangunan sampai pada menaranya bisa mencapai 200 juta rupiah per sumur bor, “ beber Tapoin menjelaskan.

Untuk mengatasi kekurangan air bersih, menurut Tapoin, pemerintah Desa Oelet sudah memiliki sebuah dump truck yang bisa digunakan untuk mengambil air bagi ternak yang akan diberikan kepada masyarakat dan juga air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

“Kita ada mobil dump truck, masyarakat siapkan uang bensin untuk angkut sendiri air dikali, “ tutur Tapoin.

Plt. Camat Amanuban Timur, Johanes Nuban, S. Ip, yang dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa, kegiatan tersebut menggunakan Dana Desa sehingga harus atas kesepakatan masyarakat. Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa semua kegiatan bisa dilakukan karena dananya sudah tersedia.

“Kami dari pihak kecamatan tidak bisa membatalkan. Kami hanya mengontrol usulan dari masyarakat dan kerja yang akan dilakukan, “ tutup Nuban. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Pora Ngada Dikukuhkan, Kakanwil Marciana Jone Minta Bekerja Pakai Hati

    Tim Pora Ngada Dikukuhkan, Kakanwil Marciana Jone Minta Bekerja Pakai Hati

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur, Marciana Dominika Jone didampingi Kepala Divisi Keimigrasian, Eko Budianto menghadiri rapat koordinasi dan pembentukan tim pengawasan orang asing (Tim Pora) di Kabupaten Ngada (termasuk wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas III TPI Labuan Bajo) pada Jumat, 15 Oktober 2021. Hadir pula mewakili Wakil Bupati Kabupaten Ngada, […]

  • BPJS Kesehatan Kupang Sesalkan Demo Aliansi Mahasiswa Saat Jam Pelayanan

    BPJS Kesehatan Kupang Sesalkan Demo Aliansi Mahasiswa Saat Jam Pelayanan

    • calendar_month Sel, 1 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Kota Kupang Menggugat di depan kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang pada Rabu, 25 September 2019 ditanggapi oleh BPJS Kesehatan Cabang Kupang dengan mengundang audiens namun tidak ditanggapi pihak Aliansi Mahasiswa Kota Kupang Menggugat. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2019/09/26/aliansi-mahasiswa-kota-kupang-minta-bpjs-kesehatan-dibubarkan/ BPJS Kesehatan Cabang Kupang telah melayangkan surat […]

  • VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

    VBL Beber Strategi Cepat Pembangunan di NTT dalam Rakerstra OJK

    • calendar_month Sab, 7 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 5—7 November 2020, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi keynote speech pada kegiatan rapat kerja strategis (rakerstra) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ayana Resort, pada Jumat 6 November 2020. Menurut VBL, NTT merupakan daerah […]

  • Dibangun Sejak 2014, Bendungan Tukul di Pacitan Diresmikan Presiden Jokowi

    Dibangun Sejak 2014, Bendungan Tukul di Pacitan Diresmikan Presiden Jokowi

    • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Pacitan-Jatim, Garda Indonesia | Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan air serta memberikan nilai tambah dan keuntungan sebesar-besarnya bagi daerah dan masyarakatnya. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan sekaligus meninjau Bendungan Tukul, pada Minggu, 14 Februari 2021, di Kabupaten Pacitan. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan […]

  • Restorasi Terumbu Karang, YAPEKA Gaet Undana dan BKKPN Kupang

    Restorasi Terumbu Karang, YAPEKA Gaet Undana dan BKKPN Kupang

    • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tim YAPEKA bersama para peneliti dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dan Universitas Nusa Cendana melaksanakan 2 (dua) kegiatan penelitian di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT) pada 11—12 Juni 2023. Dua kegiatan penelitian tersebut yakni pendekatan ekologi dengan melakukan penyelaman laut dan pendekatan sosial-budaya dan […]

  • Polri Siap Posko Aduan Penipuan ‘Robot Trading’

    Polri Siap Posko Aduan Penipuan ‘Robot Trading’

    • calendar_month Jum, 11 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mengutip Investopedia, robot trading atau automated trading system adalah sistem perdagangan otomatis, juga disebut sebagai sistem perdagangan mekanis, perdagangan algoritma, yang memungkinkan trader menetapkan aturan khusus untuk masuk dan keluar perdagangan yang setelah diprogram bisa dieksekusi secara otomatis. Sementara, trading merupakan proses transaksi finansial jangka panjang atau istilahnya adalah aktivitas perdagangan dalam bentuk mata uang. Kabaharkam […]

expand_less