Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Mantan Pejuang Integrasi Timor-Timur di NTT Pinta Kepedulian Pemerintah RI

Mantan Pejuang Integrasi Timor-Timur di NTT Pinta Kepedulian Pemerintah RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah mantan pejuang integrasi Timor–Timur yang bergabung dalam Forum Peduli Pejuang Integrasi Timor–Timur (FP2IT2) tak henti–hentinya meminta kepedulian pemerintah RI terhadap nasib mereka yang ditelantarkan selama 22 tahun di Kabupaten Belu dan Malaka.

Ketua FP2IT2, Julio Do Carmo membeberkan, saat ini sedang beredar informasi di Belu dan Malaka bahwa semua mantan pejuang integrasi yang didata, akan menerima SK Veteran dan  sejumlah uang oleh oknum–oknum yang dinilainya sangat tidak bertanggung jawab.

Tiga poin perjuangan yang diutarakan Julio Do Carmo. Pertama, FP2IT2 mau menindaklanjuti surat yang dikirim kepada Menkopolhukam di Jakarta. Perwakilan sudah bertemu Menhan, tetapi hasilnya tidak ada. Kedua, FP2IT2 sudah mengirimkan surat kepada Menkopolhukam saat berkunjung ke Kabupaten Belu melalui Bupati Belu. Namun, sampai saat ini pun belum ada kejelasan sama sekali. Ketiga, beberapa orang pergi ke Jakarta untuk menerima piagam penghargaan dan Satyalancana. Sepulang dari Jakarta, mereka diperintahkan untuk melakukan pendataan dengan meminta foto copi KTP 1 lembar, KK 1 lembar, buku rekening dan pas foto berukuran 4×6 dengan latar belakang merah untuk mencetak kartu.

“Sampai saat ini kami bingung. Apakah ini direkomendasikan oleh Menhan? Ataukah hanya sebuah permainan dari oknum – oknum tertentu? Kami tidak mau masyarakat menjadi korban hanya untuk kepentingan pribadi oknum tertentu. Masyarakat sudah susah, dipungut lagi uang Rp. 25.000 – Rp.100.000. Kami tidak tahu uangnya mau diserahkan ke mana?”, ungkap Julio Do Carmo kepada wartawan di Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Para mantan pejuang integrasi, lanjut Julio, berada di bawah naungan pemerintah. Tetapi pendataan dimaksud tidak diketahui oleh pemerintah setempat. “Kami tidak tahu, apakah pendataan ini ada pedomannya? Jika ada juknis, kami minta ditunjukkan kepada kami,” ujar Julio.

Ketua FP2IT2, Julio Do Carmo (berbatik merah) sedang memimpin rapat

Julio Do Carmo pun menegaskan, apabila pendataan ini terindikasi bukan diperintahkan oleh pemerintah pusat, maka harus dibatasi dan dibatalkan. “Kami minta tindak tegas oknum–oknum yang melakukan pendataan ini dan diproses secara hukum. Kami minta bapak presiden untuk tinjau permasalahan ini karena kami lihat bermuara ke kepentingan politik seseorang,” pinta Julio.

Hal senada, dikatakan Selestino Do Rego, pendataan ini dilakukan sejak tahun 2009 silam, tetapi hingga saat ini belum juga ada hasilnya. “Karena itu, kami merasa tidak puas. Baru–baru ada segelintir orang membawa nama para pejuang integrasi pergi ke Jakarta. Sekarang, ada oknum yang datang untuk mengadu kembali kami sesama pejuang. Pendataan ini juga dilakukan dengan cara sembunyi dan memungut uang dari masyarakat. Kami minta pemerintah kawal pendataan seperti ini,” tukas Do Rego.

Piagam penghargaan yang sudah diterima pihaknya dari pemerintah pada tahun 2014 pun dianggap tidak sah. “Ini berarti penipuan. Kami minta tanggung jawab dari orang yang waktu itu rekrut. Kami tidak puas karena bilang, itu bukan piagam kenegaraan yang sah,” kisah Do Rego.

Manuel Martins menambahkan, pengalaman pendataan seperti yang terjadi saat ini sudah sejak 2009 lalu. Tetapi hasilnya masih juga nihil. Bahkan, pendataan waktu itu dilakukan dengan sangat detail seperti foto copi KK, riwayat hidup disertai materai 6.000. Setelah datanya dikirim, barulah diketahui bahwa, ternyata untuk memenuhi kepentingan partai.

“Karena itu kami pertegas, jangan sampai data untuk ke sekian kali ini akan terjadi lagi hal yang sama. Sekarang ini diminta lagi urus NPWP. Ini ‘kan pajak. Yang namanya uang Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah, Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) itu nilainya besar. Kemudian, bilang hari ini terima, besok terima, lusa terima. Apakah itu betul?  Kalau tidak benar, pemerintah telusuri oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab itu untuk selesaikan masalah ini,” pungkas Martins. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

    Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menjadi narasumber dan  menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja (Raker) Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN NTT yang terus meningkat dari waktu ke waktu. […]

  • Kota Jayapura Dilanda Banjir & Longsor, 1.300 KK Terdampak

    Kota Jayapura Dilanda Banjir & Longsor, 1.300 KK Terdampak

    • calendar_month Sen, 25 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura-Irian, Garda Indonesia | Hujan yang terjadi di wilayah Kota Jayapura sejak hari Jumat tanggal 22 Februari 2019 pukul 22.00 WITA sampai dengan Sabtu tanggal 23 Februari 2019 pukul 05.00 WITA mengakibatkan banjir dan longsor di 3 distrik. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hujan deras telah menyebabkan banjir dan […]

  • Cegah Covid-19, Ketua Partai PSI Belu Bagi 1.000 Masker

    Cegah Covid-19, Ketua Partai PSI Belu Bagi 1.000 Masker

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Belu- NTT, Garda Indonesia | Turut berpartisipasi mendukung pemerintah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19), maka Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Siku membagi 1.000 masker kepada masyarakat di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, pada Senin 27 April 2020. Pantauan Garda […]

  • Pemerkosa & Pembunuh Pdt Cantik Melinda Zidemi Ditangkap

    Pemerkosa & Pembunuh Pdt Cantik Melinda Zidemi Ditangkap

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Palembang, Garda Indonesia | Setelah menjadi buron, 2 (dua) pelaku kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Pendeta Melinda Zidemi (24) akhirnya ditangkap. “Pelakunya sudah ditangkap, dua orang, sekarang langsung dibawa ke Mapolda,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, saat ditemui di Mapolda, Kamis/28 Maret 2019. Dirilis dari hebatriau.com, lanjut Kabid Humas Polda Sumsel, menyampaikan bahwa […]

  • Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    Atensi Inflasi NTT, BI Gagas Tanam Cabai Konsep Smart Farming

    • calendar_month Rab, 2 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang Inflasi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bank Indonesia memotret inflasi kelompok volatile food Juni 2023 menurun dibandingkan dengan perkembangan Mei 2023. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 0,44% (month to month [mtm]), lebih rendah Mei 2023 sebesar 0,49% (mtm). Menilik kondisi tersebut, maka Bank Indonesia Perwakilan NTT menghelat tanam […]

  • Waspada ! Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi Covid-19

    Waspada ! Ancaman Infodemik Dapat Memperburuk Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Selain tantangan dalam upaya memutus penyebaran virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2, hambatan lain yang juga dihadapi masyarakat adalah adanya infodemik seputar Covid-19. Infodemik ini mengarah pada informasi berlebih akan sebuah masalah, sehingga kemunculannya dapat mengganggu usaha pencarian solusi terhadap masalah tersebut. Pendiri Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Harry Sufehmi mengatakan […]

expand_less