Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Mengungkap Gunung Uang di Kejaksaan Agung

Mengungkap Gunung Uang di Kejaksaan Agung

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
  • visibility 693
  • comment 0 komentar

Loading

Tumpukkan uang yang dipamerkan Kejaksaan Agung (Kejagung) disaksikan Prabowo Subianto, muncul banyak pertanyaan. “Gimana cara ngumpulkan uang segunung itu. Apakah disita dalam bentuk kertas sebanyak itu? Ditarik dari kasir bank? Dicairkan lewat ATM? Atau, minta cetak BI?”

Uang segunung itu bukan hasil “razia karung”. Tidak ada jaksa yang datang ke rumah tersangka sambil bawa timbangan, teriak, “Ayo, kumpulin duitnya, wak, mau kita tumpuk di lobi buat konten YouTube Sekretariat Presiden!” Yang ditampilkan itu hanya sebagian kecil, sekitar Rp 2,4 miliar saja, buat pameran visual. Sisanya, Rp 13 triliun lebih, tetap dalam bentuk digital, ya, angka doang di rekening negara. Karena kalau beneran dicetak, Bank Indonesia bisa migrain massal, truk pengangkutnya bakal kayak konvoi film Fast & Furious: Rupiah Drift, dan ATM seluruh negeri bisa mendadak pensiun dini.

Ente bayangkan wak! Kalau semua Rp13 triliun itu ditarik tunai. Satu lembar Rp100 ribu tebalnya sekitar 0,1 mm. Artinya, kalau ditumpuk semua, tingginya bisa nyentuh hampir 13 kilometer! Itu udah lebih tinggi dari Gunung Kerinci, bayangkan Prabowo berdiri di bawahnya, pakai helm proyek, sambil bilang, “Ini, saudara-saudara, bukti nyata bahwa korupsi kita produktif secara vertikal.”

Tapi yang terjadi tidak seaneh itu. Prosesnya elegan dan birokratis. Uang dikembalikan lewat sistem perbankan, transfer antar rekening, disahkan notaris, dan sebagian kecil diambil tunai buat “dipamerkan.” Bahasa halusnya, simbolik. Bahasa kasarnya, biar kelihatan nyata, biar publik ngerasa puas, biar headline media lebih menggigit. Karena kalau cuma dikatakan, “Rp 13 triliun telah dikembalikan,” pembaca cuma mengangguk. Tapi kalau ada foto Prabowo Subianto berdiri di depan tumpukan uang setinggi dadanya? Nah, itu bikin jantung netizen dan algoritma media sosial berdebar seirama.

So, jangan heran kalau pemandangan itu lebih mirip set syuting film dokumenter tentang dosa nasional. Uang Rp100 ribu disusun rapi, plastiknya masih cling-cling, warnanya merah muda cerah, seperti simbol malu yang ditata. Prabowo mendekat, menepuk-nepuknya pelan. Ada getaran halus di udara, seolah uang-uang itu baru saja menjalani ritual tobat kolektif dari tangan para koruptor menuju kas negara.

Beberapa netizen bahkan berspekulasi, “Apa itu uang beneran?” Ya, beneran. Tapi cuma secuil dari totalnya, Wak. Karena kalau Kejagung beneran bawa Rp 13 triliun fisik ke sana, gedungnya bakal berubah jadi Bank Indonesia cabang Bulungan. AC-nya jebol, lantai amblas, dan seluruh Jakarta Selatan bisa terguncang karena tekanan inflasi mendadak.

Sebenarnya, ini pertunjukan yang cerdas. Kombinasi antara teater moral, edukasi publik, dan sedikit sensasi sinematik. Negara ingin bilang, “Nih, duit korupsi balik!” tapi juga ingin bikin rakyat ternganga. Berhasil, karena sekarang, seluruh negeri membicarakan tumpukan uang itu dengan campuran bangga, geli, dan heran, sementara para koruptor mungkin sedang menatap layar televisi dengan perasaan seperti, “Duit gue jadi properti sinetron negara.”

Singkatnya, gunungan uang itu bukan bukti logistik gila, tapi simbol dari absurditas modern, ketika dosa disucikan dengan plastik bening dan pencahayaan studio. Prabowo, dengan ekspresi campuran antara jenderal, ekonom, dan filsuf, berdiri di depannya seperti sedang menyaksikan kebangkitan peradaban… dalam bentuk tumpukan Rp100 ribuan.

Prabowo berdiri wajah bersinar,

Plastik uang cling jadi saksi,

Bangsa terpana, hati bergetar,

Melihat dosa disusun rapi.

Tumpuk uang bagai gunung menjulang,

Wajah serius jenderal terpahat,

Netizen riuh rasa terbilang,

Duit korupsi pun ikut tobat.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Macron Diduga Langgar Aturan Candi Borobudur

    Presiden Macron Diduga Langgar Aturan Candi Borobudur

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Aksi yang sama juga dilakukan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Ketiganya menginjak stupa untuk menyentuh patung Buddha. Aksi rombongan kenegaraan ini pun ramai jadi perbincangan di media sosial.   Magelang | Kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron beserta rombongan ke Candi Borobudur, Jawa Tengah; disoroti karena melanggar aturan. Seperti aksi merogoh stupa hingga tidak menggunakan […]

  • ‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

    ‘Usai Rapid Test’, Wali Kota Kupang Dinyatakan Negatif Corona

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang pada Sabtu, 28 Maret 2020, melakukan prosedur pemeriksaan sampel darah Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. menggunakan rapid test kit. Dari hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Kupang negatif terhadap virus corona (Covid-19). Selain Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota […]

  • Mayat Bocah Tanpa Kepala Ditemukan di Saluran Irigasi Galung Eserae

    Mayat Bocah Tanpa Kepala Ditemukan di Saluran Irigasi Galung Eserae

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Sidrap-Sulsel, Garda Indonesia | Warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sindereng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan adanya penemuan mayat seorang bocah tanpa kepala. Penemuan mayat bocah tanpa kepala pada Kamis, 30 April 2020 sekitar pukul 14.00 WITA di saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, bocah […]

  • Balada Babi Kecap, Rica, Rendang,  Panggang & Berbagai Babi Lain

    Balada Babi Kecap, Rica, Rendang, Panggang & Berbagai Babi Lain

    • calendar_month Sen, 13 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “All animals are equal, but some animals are more equal than others!” Begitulah George Orwell dalam fabelnya yang kondang ‘Animal Farm’. Dan di dalam cerita itu kamerad Babi berkuasa! Tapi kita bukan mau meresensi novel itu. Kita mau bikin cerita balada tentang daging babi. Iya, ini kan daging yang lagi dibuat […]

  • Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Loading

    “Etika, kedisiplinan, dan transparansi merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai”. Plh. Sekda Kabupaten, Lambertus Paput, S.Sos.   Ruteng | Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih disiplin dan berintegritas melalui jurnal harian dan buku pamit. Hal ini […]

  • 234 KK Warga Sumba Barat Daya Nikmati Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

    234 KK Warga Sumba Barat Daya Nikmati Listrik di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Barat Daya, Garda Indonesia | PT PLN ( Persero) UP3 Sumba bersama Pemerintah Sumba Barat Daya menyalakan listrik bagi 234 pelanggan di Desa Bila Cenge Kecamatan Kodi Utara dan Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) pada Kamis, 30 April 2020. 234 KK tersebut terdiri dari 125 Pelanggan […]

expand_less