Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nilla Djuwita Faried A. Moeloek, Sp. M (K) meminta para petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Tidak hanya terfokus pada upaya kuratif tetapi juga menggalakkan upaya promotif dan preventif. Petugas kesehatan di NTT punya tanggung jawab untuk tingkatkan sumberdaya manusia masyarakat NTT.

“Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang komprehensif dan holistik. Mulai dari promotif preventif sampai kuratif. Total, keseluruhannya. Betul kalau ada yang sakit, kita obati. Tapi sebelum sakit, mari kita edukasi, kita mencegah, meneguhkan secara dini,”kata Menkes Nilla Moeloek dalam arahannya pada kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019 di Hotel Aston, Kamis, 25 April 2019.

Tema yang diusung pada kesempatan tersebut adalah Kolaborasi Program Pembangunan Kesehatan Antara Pusat dan Daerah Menuju NTT Bangkit dan Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nilla Djuwita Faried A. Moeloek, Sp. M (K)

Menurut Nilla Moeloek, petugas kesehatan harus memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan. Harus efisien dalam manajemen, tepat memberikan diagnosis dan obat. Konsekuensinya biaya dapat dijaga. Menurutnya, secara umum dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), uang yang dikeluarkan masyarakat untuk urusan kesehatan juga semakin berkurang dari 53 persen turun ke 31 persen di tahun 2016. Sampai sekarang, jumlah penduduk yang sudah dijangkau oleh JKN adalah sekitar 218 juta jiwa.

“Dengan uang premi, premi ini bukan gratis sebenarnya. Pemerintah membantu. Tahun ini pemerintah membayarkan premi bagi 96,8 juta jiwa untuk PBI (Penerima Bantuan Iuran), sementara tahun depan naik menjadi 107 juta jiwa. Jadi sebenarnya tidak gratis, mereka sudah dibayarkan oleh pemerintah. Karenanya, saya minta pelayanan kesehatan tidak ada bedanya bagi setiap anggota masyarakat,” ungkap Nilla Moeloek.

Wanita berusia 70 tahun itu meminta dan memotivasi tenaga serta dinas kesehatan untuk menegakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ini memang bukan tugas mudah karena mengubah prilaku. Tapi harus dilakukan. Germas juga berkaitan dengan sinergisitas dengan kementerian dan lembaga lainnya. Tidak mungkin mengatakan anak ini akan cerdas kalau tidak ada upaya kesehatan di sekolah, sarapan pagi atau tidak, bagaiman ia menjaga kebersihan kalau airnya tidak ada.

Lebih lanjut, Nilla meminta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan tulus. Jangan menunggu orang sakit, berikan selalu edukasi. Jangan pernah mengharapkan banyak orang sakit. Juga tidak boleh bangga kalau pasien banyak.

“Bagaimana masyarakat datang bukan untuk berobat karena sakit tapi untuk menjaga kesehatannya. Itu yang mesti kita lakukan. Jangan takut rumah sakit akan sepi nantinya. Tidak. Kalau saya sudah didiagnose hipertensi, pasti saya patuh datang ke rumah sakit sebulan sekali untuk cek. Saya berobat tapi bukan untuk mengobati sakit melainkan untuk menngontrol dan menjaga kesehatan,” jelas Nilla Moeloek.

Nilla mengingatkan, kesadaran masyarakat akan kesehatan masih sangat rendah. Ini menjadi tantangan bagi petugas kesehatan. Tidak boleh hanya duduk diam saja di puskesmas atau rumah sakit. Kita harus mendatangi mereka. Inilah yang dinamakan pendekatan keluarga. Kita ketok pintunya, kalau ada yang sakit kita dorong untuk berobat atau edukasi.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si dalam sambutannya mengingatkan tenaga kesehatan untuk bekerja dengan hati. Sebagai pelayan publik yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia, dokter, perawat, bidan dan suster harus punya kepedulian yang tinggi.

“Orang kesehatan punya peluang besar masuk surga dibandingkan dengan (profesi) yang lain asal saja punya kepedulian. Apalagi kalau bisa sembuhkan orang sakit pasti pahalanya besar. Saya lihat di NTT tingkat kecerdasan manusianya hebat,dokter-dokter dan tenaga kesehatannya hebat, tapi tidak mau bekerja lebih hebat, tidak mau mempersembahkan diri lebih hebat,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat

Menurut Gubernur, masalah utama yang terjadi di NTT terkait pelayanan publik bukan masalah kognitif tetap afektif. Masalahnya pada hati. Di dalam menjalankan tugas kita sebagai pelayan publik, kita harus sungguh bekerja dengan hati. NTT miskin karena pelayan publiknya kurang melayani. Kalau kita punya semangat berkorban dengan sungguh, NTT pasti akan bangkit menuju sejahtera.

“Kesehatan harus menjadi prioritas dalam peradaban manusia. Kalau orang sehat, peradaban itu luar biasa. Saya mau ke depannya, Rumah Sakit Pemerintah itu harus hebat. Saya kadang-kadang sakit hati kalau orang bilang rumah sakit swasta lebih hebat dari rumah sakit pemerintah. Harusnya tidak boleh itu, rumah sakit pemerintah harus lebih hebat. Lebih murah dan (pelayanannya) baik. Dokter-dokter (ahlihnya) harus dibuat betah tinggal dengan tunjangan yang lebih baik,” jelas pria asal Semau tersebut.

Di akhir arahannya, mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR tersebut mengingatkan agar Rakerkesda tidak sebatas merumuskan desain yang baik tapi juga implementasinya harus hebat. Kegiatan ini tidak boleh hanya sekadar seremoni, formalistis dan basa-basi belaka lalu dianggap kita sudah melakukan tugas kita. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti tokoh adat dan agama dalam upaya promotif preventif harus sungguh ditunjukkan di lapangan. Saling berbagi ilmu dengan mereka, agar terbentuk sinerjisitas.

“Saya selalu dorong kerja sama dengan lembaga-lembaga adat, latih tokoh-tokoh adat untuk omong benar. Jangan hadirkan mereka untuk mendengar. Latih mereka agar saat dia omong sama seperti tenaga kesehatan omong di desa. Latih tokoh-tokoh agama, agar saat bapak dan ibu pergi, mereka omong seperti yang saudara omong. Pengetahuannnya sama. Bukan sekadar hadir saat rapat,” pungkas Viktor Laiskodat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah dihasilkannya Rencana Aksi Daerah (RAD) Provinsi dan Kabupaten untuk beberapa isu penting di antaranya percepatan penurunan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN), percepatan elimaian AIDS, TBC dan Malaria, pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, pencegahan dan pengendalian KLB serta pemenuhan tenaga kesehatan.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 600 orang peserta itu, juga diadakan dialog antara Menteri Kesehatan dengan tenaga kesehatan yang dimoderatori Gubernur NTT. Penandatangan RAD oleh Gubernur dan para Bupati/Walikota se-NTT, Penyerahan Sertifikat Akreditasi Puskesmas di seluruh NTT, peresmian secara simbolis 73 Puskemas seluruh NTT yang dapat dana DAK Fisik Afirmasi, penyerahan dua mobil ambulance untuk kabupaten Manggarai Barat dan Belu, Launching Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Tingkat Provinsi NTT, parade kain tenun ikat oleh mahasiswa/I Poltekes Kemenkes Kupang.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Pejabat teras dari Kementerian Kesehatan, Para Bupati/Wakil Bupati se-NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT, Direktur Poltekes Kemenkes Kupang beserta jajarannya, pimpinan Sekolah Tinggi Kesehatan se-kota Kupang, petugas kesehatan dari seluruh NTT, insan pers dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame- Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seluruh Sumba Tengah Dialiri Listrik, 45 Desa di Sumba Belum Ada Listrik

    Seluruh Sumba Tengah Dialiri Listrik, 45 Desa di Sumba Belum Ada Listrik

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | PLN UP2K Sumba mencatat sejarah penting berhasil menyelesaikan jaringan listrik di seluruh desa di Sumba Tengah pada akhir Juli 2024. Pencapaian ini tak lepas dari sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat, yang bersama-sama mewujudkan impian panjang: menerangi setiap sudut wilayah Sumba Tengah. Merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor […]

  • SMAN 4 Kupang Jadi Sekolah Tanggap Bencana, Inisiasi Pertamina dan BPBD

    SMAN 4 Kupang Jadi Sekolah Tanggap Bencana, Inisiasi Pertamina dan BPBD

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Sekolah Tanggap Bencana tidak hanya berdampak pada kesiapsiagaan warga sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang.   Kupang | Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari melalui program corporate social responsibility (CSR) resmi meluncurkan kegiatan Sekolah Tanggap Bencana di SMA Negeri 4 Kupang pada Rabu, 20 Agustus […]

  • PLN Peduli, Bengkel Konversi SMKN 1 Jonggat Bersertifikat Kemenhub

    PLN Peduli, Bengkel Konversi SMKN 1 Jonggat Bersertifikat Kemenhub

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Sertifikat bengkel konversi ini diberikan kepada SMKN 1 Jonggat setelah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai bengkel konversi, di antaranya memiliki teknisi dan peralatan yang memadai. Selanjutnya, Direktur Sarana Transportasi Jalan melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan keputusan ini.   Mataram | Sekolah imbas atau sekolah yang menjadi sasaran pengembangan dari sekolah model […]

  • Bangkitkan NTT dari Desa

    Bangkitkan NTT dari Desa

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Tristy.W.Ulas.Jati, S.S.T. Kupang-NTT, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur (NTT) bangkit menuju masyarakat sejahtera merupakan visi yang sering digadang-gadang oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk memperhatikan program apa saja yang kelak akan dilakukan dalam rangka pembangunan daerah. Seperti diketahui bahwa selama ini kota merupakan tempat yang dituju […]

  • Urutan Panetrasi Internet di Indonesia, Papua Maluku Posisi Terbawah

    Urutan Panetrasi Internet di Indonesia, Papua Maluku Posisi Terbawah

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Pulau Sumatra menempati posisi kedua dengan penetrasi internet sebesar 77,12% dan kontribusi 20,51% terhadap jumlah pengguna nasional.   Jakarta | Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 mengungkap peta terbaru penetrasi internet di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa kembali menegaskan posisinya sebagai pusat gravitasi aktivitas digital nasional. Dengan tingkat penetrasi internet mencapai […]

  • Sinergitas Lintas Sektor Cegah KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga)

    Sinergitas Lintas Sektor Cegah KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga)

    • calendar_month Sen, 8 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung,gardaindonesia.id – Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yang paling banyak terjadi di Indonesia. Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), menunjukan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sebanyak 8.987 kasus, dengan kasus KDRT sebanyak 5.041 kasus (56%). Berdasarkan temuan tersebut, mendorong pentingnya […]

expand_less