Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » “Misa Metan” Tradisi Adat Orang TTU Memperingati Hari Arwah

“Misa Metan” Tradisi Adat Orang TTU Memperingati Hari Arwah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Nov 2021
  • visibility 271
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Melkianus Nino

Setiap  pergantian tahun tepat di tanggal 2 November, di pekuburan umum maupun pekuburan keluarga menjadi agenda penting semua sanak famili, anak-cucu, cece-cicit berkunjung ke pemakaman penuh kenangan di masa-masa lalu. Bukan dengan tangan hampa namun, memberi makna besar sembari membawa lilin dan bunga rampai untuk ditaburkan pada makam keluarga.

Tidak sekadar itu, sanak keluarga turut membawa hewan seperti Ayam ataupun Babi untuk disembelih, sesajen berupa makanan dan minuman sebagai persembahan. Menyimbolkan ungkapan isi hati yang terdalam. Memberi arti dalam ucapan , sepatah kata dan limpah terima kasih kepada para leluhur dan sebagian keluarga  yang telah mendahului oleh panggilan dari-Nya.

Hari yang penuh pesan dan kesan, bagi kita untuk sekiranya bergumul dalam doa dan memohon kiranya mereka akan menjadi pendoa bagi  kita yang masih berziarah di bumi ini.

Ungkapan doa dibarengi dengan  membakar lilin (Tot Nini), menabur bunga (Tahoeba fula) serta melakukan ritual adat  (Sona Baki) di hari Arwah ( Misa Metan) menurut tradisi orang Timor Tengah Utara (TTU).

Setelah melalui tahapan perayaan misa perdana usai dilangsungkan dengan pemberkatan pemakaman secara keseluruhan menurut  tradisi gerejawi Katolik. Sebagai ungkapan hari arwah orang beriman menandakan bahwa gereja turut mempersatukan jiwa-jiwa orang beriman yang dipanggil oleh sang khalik .

Peringatan Hari Arwah (Misa Metan) ini, dihelat di Pekuburan Buki – Kunion, Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perhelatan tradisi Misa Metan dipadati Keluarga besar dari berbagai daerah di bilangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan dari daerah perantauan pun berbondong-bondong datang turut menghadiri upacara Misa Metan.

Upacara adat Misa Metan merupakan suatu tradisi yang sudah turun-temurun  diselenggarakan di momentum Hari Arwah. Sebagai maksud, di mana seseorang diberi nama arwah (kanaf Nitu). Mengartikan bahwa, seseorang hadir dan hidup di dunia untuk mengenang sebutan (kanaf atau nama) tersebut.

Selain itu, ada filosofi “Nek Mese  nek alekot”  ini, mengartikan sebagai satu hati satu kebaikan.  Sehingga terjadi penyatuan  antara Nenek, Moyang, Leluhur dan Keluarga yang ditinggalkan.

Filosofi  demikian, akan memberi sebuah gambaran cerita tentang kenangan silam yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Tradisi “Misa Metan” dihelat orang TTU, dengan maksud agar dapat mempersatukan, mempertemukan antara gelap dan terang dari para leluhur (nenek moyang, red) dengan seseorang yang hidup dan hadir di dunia akan diberikan berkat, rezeki dan jalan kebaikan nantinya.

Tradisi hari Arwah ( Misa Metan) selalu menjadi hal lumrah bagi setiap insan hidup yang masih berkelana. Karena satu tradisi  yang saling mengikat, menyatukan dan tidak bisa terpisah begitu saja serta telah mendarah daging hingga  generasi sekarang.(*)

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan menetap di Atambua

Foto utama (*/roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur NTT Dukung Listrik Geotermal Asalkan Sesuai SOP

    Gubernur NTT Dukung Listrik Geotermal Asalkan Sesuai SOP

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    “Panas bumi adalah peluang, bukan ancaman. Dengan keterlibatan masyarakat adat dan perlindungan berbasis kearifan lokal, kita bisa menjaga Flores tetap lestari sambil menikmati manfaat energi bersih” Gubernur NTT, Melki Laka Lena.   Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan kembali dukungannya terhadap transisi energi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi […]

  • Sikap Etis

    Sikap Etis

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Saidiman Ahmad Dulu pernah ada pejabat publik yang sangat jujur dan berani. Namanya Baharuddin Lopa. Sebelumnya, yang juga terkenal lurus adalah Jenderal Polisi Hoegeng, Iman Santoso. Keduanya sudah wafat. Setelah keduanya, muncul Mahfud MD dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mahfud MD dan Ahok adalah dua pejabat publik paling berintegritas di Indonesia saat ini. Mereka […]

  • Bangun Belu, Pemda & Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Bersinergi

    Bangun Belu, Pemda & Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Bersinergi

    • calendar_month Jum, 15 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Direktorat Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI gagas rapat koordinasi (Rakor) penanganan kerja sama sosio ekonomi, budaya, keamanan, demarkasi, lingkungan hidup dan evaluasi kerja sama perbatasan RI – RDTL; dibuka Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dengan penerapan protokol Covid–19 secara ketat […]

  • Barisan Bunda Neka Bernuansa Merah Putih Andil Gerak Jalan 8 Km

    Barisan Bunda Neka Bernuansa Merah Putih Andil Gerak Jalan 8 Km

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Loading

    Walau begitu, kata Ledy (sapaan karib Ketua RT 22, Kelurahan Manumutin) andil berbaur dalam lomba gerak jalan HUT 80 RI di Belu (perbatasan RI–Timor Leste), bukan tentang juara, tetapi sekadar berpartisipasi.   Atambua | Menyongsong hari ulang tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghelat lomba gerak jalan […]

  • Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Loading

    Suku Tetun, disebut juga Tetum atau Belu adalah suku bangsa yang merupakan penduduk asli Pulau Timor. Suku ini mendiami Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dan sebagian besar wilayah Timor Leste. Bahasa Suku Tetun disebut dengan bahasa Tetun yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Selain di Pulau Timor, suku ini juga banyak terdapat […]

  • Kapolri & Panglima TNI : Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

    Kapolri & Panglima TNI : Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

    • calendar_month Jum, 28 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melanjutkan kunjungan kerjanya ke beberapa daerah. Kali ini, mereka mengunjungi personel yang bertugas di Satgas Madago Raya, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan memberikan pengarahan sekaligus motivasi kepada seluruh personel TNI-Polri yang terus berjuang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur […]

expand_less