Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pancasila Terancam, Indonesia Butuh Menteri dengan Perspektif Pancasila

Pancasila Terancam, Indonesia Butuh Menteri dengan Perspektif Pancasila

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Pasca pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jaksel, Sabtu, 13 Juli 2019, sepertinya wacana mengenai apakah Partai Gerindra akan bergabung dengan partai koalisi pendukung pemerintah dan siapa saja orang-orang yang akan mengisi komposisi menteri-menteri pembantu presiden akan kembali mencuat.

Hal tersebut juga menjadi perhatian dari Presidium Nasional organisasi Perhimpunan Pancasila. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pancasila, Edi Susilo mengingatkan dan meminta kepada Presiden Jokowi, agar memilih menteri, khususnya Menteri Pendidikan yang memiliki komitmen yang kuat terhadap ideologi Pancasila.

Menurutnya hal ini penting dilakukan mengingat adanya kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi dasar negara ini. Edi Susilo mengatakan menunjuk sosok Menteri yang punya komitmen kuat terhadap nilai nilai kebangsaan adalah suatu keharusan yang harus dijadikan landasan oleh Presiden Jokowi untuk ditempatkan di Kementerian Pendidikan.

“Pendidikan adalah hal paling pokok dalam pembangunan suatu bangsa. Baik buruknya sebuah bangsa terletak pada sistem pengajaran di dalam bangsa tersebut,” ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pancasila, Edi Susilo dalam press rilisnya, Sabtu (13/7/19).

Mengutip apa yang disampaikan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu bulan lalu pada acara Halal Bi Halal Mabes TNI di GOR Ahmad Yani Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Edi mengatakan menurut data Kementerian Pertahanan bahwa jumlah kelompok masyarakat atau orang yang akan mengganti Ideologi Pancasila dengan paham lain sangat tinggi.

“Menteri Pertahanan memaparkan bahwa sebanyak 23.4% persen mahasiswa setuju dengan Negara Khilafah bukan Negara Pancasila, selanjutnya ada 23.3% pelajar SMA sepakat untuk tidak percaya Negara Pancasila. 18,1% pegawai swasta juga tidak setuju dengan Ideologi Pancasila dan parahnya 19.4% PNS dan 19.1 persen Pegawai BUMN tidak sepakat Pancasila, ini sungguh hal yang memprihatinkan,” paparnya.

Lebih lanjut, Menteri pertahanan menyatakan bahwa di dalam tubuh TNI sendiri ada 3 persen dari jumlah seluruh TNI yang ada di Indonesia 975.750 personel TNI (Aktif dan cadangan) yang tidak sepakat Pancasila, artinya ada sekitar kurang lebih 29 ribu lebih personel TNI yang terpapar ideologi di luar Pancasila.

“Ini tidak bisa dianggap remeh sebab jumlah sebesar itu memegang senjata,” tegasnya.

Oleh karena itu dengan melihat fakta yang diungkapkan dari data Kementerian Pertahanan tersebut diatas maka menurutnya Presiden Joko Widodo harus menyeleksi betul calon menterinya yang akan duduk di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Bisa dibayangkan 23.3 persen pelajar SMA yang tidak sepakat dengan ideologi bangsa yaitu Pancasila, kelak dalam 5 atau 10 tahun kedepan merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan republik ini,” ujarnya.

Menurutnya, setidaknya ada dua hal yang menjadi kriteria utama dalam menunjuk siapapun yang akan dijadikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yakni ia haruslah: Pertama, mau dan mampu Menerapkan Pancasila di setiap jenjang pendidikan di Indonesia. Kedua, memiliki Komitmen Kebangsaan yang kuat.

Sebagaimana, Bung Karno pernah juga berpesan pada pertemuan Gerakan Pembela Pancasila pada 17 Juni 1954; ia mengatakan, “Aku minta kepadamu sekalian, untuk betul-betul menganjurkan hal Pancasila ini kepada segenap rakyat agar supaya selamatlah negara kita ini,” mendengar apa yang disampaikan Bung Karno pada ceramah tersebut mengingatkan bahwa agar bangsa ini selamat kita harus berpegang teguh terhadap Pancasila. (*/dk)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase) Foto by m.republika.co.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Diplomatic Tour 2018 – Amati Pembangunan Perempuan dan Anak di Papua

    ‘Diplomatic Tour 2018 – Amati Pembangunan Perempuan dan Anak di Papua

    • calendar_month Jum, 20 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Sorong-Papua,gardaindonesia.id – Agenda Diplomatic Tour Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri kembali digelar untuk kedua kalinya. Setelah tahun 2016 lalu dilaksanakan di Aceh, kali ini Kota Sorong dan Raja Ampat menjadi tuan rumah Diplomatic Tour 2018. Mengusung tema “Exhibition of Women Empowerment in Papua Land”, kegiatan ini bertujuan untuk […]

  • Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

    Pidato Kenegaraan di MPR RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ada hal unik yang mewarnai pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang dihelat di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Jika pada pidato di Sidang Tahunan MPR Presiden Jokowi mengenakan setelan jas berwarna biru lengkap dengan dasi merah, […]

  • Bamsoet Pinta Pengusaha Bayar THR Sesuai Ketentuan & Tepat Waktu

    Bamsoet Pinta Pengusaha Bayar THR Sesuai Ketentuan & Tepat Waktu

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan kepada para pengusaha agar tidak telat membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya. Sebagaimana ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan, THR wajib diterima oleh para pekerja H-7 sebelum Idul Fitri. “THR merupakan hak bagi para pekerja dan kewajiban bagi para pengusaha. Jika THR dibayar sebelum […]

  • Danlantamal VII Pimpin Karya Bakti di Kampung Bahari Nusantara

    Danlantamal VII Pimpin Karya Bakti di Kampung Bahari Nusantara

    • calendar_month Kam, 8 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono, S.E., M.M. M.Tr.Opsla. CHRMP. CIQnR. CIQaR. CRMP., memimpin karya bakti TNI AL di wilayah kerja Lantamal VII, bertempat di Kampung Bahari Nusantara (KBN) Sulamu, Kabupaten Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 8 September […]

  • Usai Cerai, Rumah Pesepakbola Diserbu Wanita Cantik

    Usai Cerai, Rumah Pesepakbola Diserbu Wanita Cantik

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Sejumlah wanita cantik ramai-ramai membuat konten perjalanan menuju rumah keluarga Arhan. Bahkan, ada yang terang-terangan menyebut ingin bertemu dengan ibunda Arhan, Surati, untuk meminta doa restu.   Jakarta | Kabar perceraian pesepakbola Tanah Air, Pratama Arhan, dengan Azizah Salsha masih menjadi sorotan publik. Putusan cerai verstek yang diketok Pengadilan Tigaraksa, Tangerang, pada 25 Agustus 2025, […]

  • Proyek Air Bersih Gagal, Ketua Komisi III DPRD : Bupati TTS Tipu Masyarakat

    Proyek Air Bersih Gagal, Ketua Komisi III DPRD : Bupati TTS Tipu Masyarakat

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | David Boimau, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai Bupati Egusem P. Tahun, S.T., M.M. telah membohongi masyarakat Kota SoE. Hal ini diungkapkan David Boimau ketika menyaksikan gagalnya pekerjaan jaringan air bersih di sumber air Fatu Oni Desa Oinlasi, Kecamatan […]

expand_less