Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Partisipasi Perempuan dalam Politik Wujudkan Kesejahteraan Bangsa

Partisipasi Perempuan dalam Politik Wujudkan Kesejahteraan Bangsa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 20 Sep 2018
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Loading

Merauke,gardaindonesia.id-“Kesejahteraan suatu bangsa dan negara tidak akan tercapai bila kondisi perempuan masih miskin, bodoh dan tertindas. Jika kita ingin maju, maka seluruh perempuan harus diselamatkan dari jerat kemiskinan dan kebodohan serta mulai melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan. Ada pepatah bijak mengatakan, when you save a girl, you save generations artinya ketika kamu menolong satu perempuan berarti telah menolong satu generasi manusia,” papar Menteri Yohana dalam kuliah umum di Universitas Musamus Merauke dengan topik “Kepemimpinan Perempuan Papua dalam Pembangunan”.

Negara pun telah menjamin terpenuhinya hak-hak konstitusional perempuan sebagai warga negara yang tertuang dalam UUD 1945, setidaknya terdapat 27 (dua puluh tujuh) hak-hak konstitusional perempuan yang secara umum dibagi dalam 3 (tiga) kategori yakni, hak-hak sipil, hak-hak sosial dan hak-hak politik. Keterwakilan perempuan dalam bidang politik memiliki landasan kebijakan yang tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN yang merupakan pengembangan dari UU No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan dan menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan, tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian peran dan partisipasi perempuan di berbagai bidang termasuk politik dan pembangunan masih rendah.

Dalam paparannya Menteri Yohana menyampaikan fakta bahwa minimnya kepemimpinan perempuan di beberapa daerah salah satunya Papua disebabkan oleh faktor budaya, stereotype, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda. Padahal sudah seharusnya mereka mendapatkan akses dan partisipasi di berbagai bidang pembangunan termasuk politik, sehingga perempuan dapat merasakan manfaat pembangunan mulai dari proses persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi program pembangunan. “Partisipasi perempuan dalam bidang politik saat ini hanya sekitar 17% dan belum mencapai 30% sesuai dengan target yang kita punya. Keterwakilan perempuan masih sangat sangat sedikit, apalagi di tanah papua ini belum ada walikota atau pemimpin perempuan. Oleh karena itu di tangan kalianlah para mahasiswa dan mahasiswi yang akan menjadi pemimpin masa depan di tanah Papua ini,” tambah Menteri Yohana.

Rendahnya peran dan partisipasi perempuan di bidang politik dan pembangunan, secara umum dapat dilihat dari berbagai aspek pembangunan manusia berbasis gender di Indonesia. Angka Indeks Pembagunan Gender (IPG) Indonesia berada pada 92,74. Meskipun berada di atas rata-rata dunia tapi masih dibawah laki – laki.

Sedangkan untuk Provinsi Papua di angka 79,09 dan Provinsi Papua Barat di angka 82,34. Sedangkan untuk ranah legislatif dan eksekutif, keterwakilan perempuan hanya mencapai 17.32% atau hanya 97 anggota legislatif perempuan dari 560 anggota DPR RI, untuk anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) sebesar 25,74% atau hanya 34 perempuan dari 132 dan perempuan sebagai Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah hanya sebesar 7,29%.

Adapun keterwakilan perempuan dalam struktur kepemimpinan di Lembaga-lembaga Negara juga masih belum mencapai 30%. Lembaga-lembaga Negara tersebut diantaranya Komisi Pemberantasan Korupsi hanya sekitar 20%, Mahkamah Konstitusi di angka 13%, Komisi Yudisial hanya 14%, Komisi Pemilihan Umum hanya 4%, Badan Pengawas Pemilu sekitar 20% dan Ombudsman sekitar 22%. Pada tatanan jabatan di birokrasi keterwakilan perempuan yang menduduki jabatan birokrasi setingkat eselon I dan II hanya mencapai 16,57%.

Padahal sangat jelas tercantum dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG’s) salah satu indikatornya yaitu kesetaraan untuk mewujudkan Planet 50:50 Gender Equality tahun 2030. Tujuannya tak lain agar perempuan bisa sejalan dan setara dengan laki laki sehingga perempuan tidak hanya sebatas pada urusan domestik saja, namun sebagai bagian terpenting di dalam pembangunan dan pengambilan keputusan sebuah Negara. Semakin banyak keterlibatan kaum perempuan dalam proses pembangunan, akan semakin memunculkan optimisme lahirnya kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender. Untuk mendukung pemerintah dalam pelaksanaan SDG’s, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menetapkan 3 (tiga) program prioritas yang disebut dengan Three ends (3 ends) atau Tiga Akhiri yang meliputi; Akhiri kekerasan kepada perempuan dan anak; Akhiri perdagangan perempuan dan Akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan

“Saya mengajak seluruh civitas akademika Universitas Musamus Merauke untuk turut serta mewujudkan kesetaraan gender, khususnya dalam kepemimpinan perempuan dalam pembangunan. Saya sangat senang mendengar bahwa tiga Wakil Rektor di Universitas ini adalah seorang perempuan, hal tersebut menunjukan bahwa pada dasarnya perempuan khususnya Papua bisa menjadi seorang pemimpin seperti laki-laki. Harapan saya ini juga bisa diterapkan kepada para mahasiswa, agar mereka dapat mulai berpartisipasi dalam kepemimpinan dan pembangunan untuk mewujudkan Planet 50:50 pada 2030 nanti,” tutup Menteri Yohana. (*/PM PPPA + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roy Suryo dan Tujuh Orang Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi

    Roy Suryo dan Tujuh Orang Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Loading

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus tudingan ijazah palsu Jokowi ke tahap penyidikan pada Kamis, 10 Juli 2025. Kasus ini ditangani oleh Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dengan total enam laporan polisi, termasuk laporan langsung dari Jokowi.   Jakarta | Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden […]

  • Listrik Bersih PLN Terangi Lima Ribuan Rumah di Daerah 3T

    Listrik Bersih PLN Terangi Lima Ribuan Rumah di Daerah 3T

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    47 PLTS yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, memiliki total kapasitas 27,8 megawatt (MW) dan berhasil memberi akses listrik bagi 5.383 rumah tangga di 47 desa, yang tersebar di 11 provinsi seluruh Indonesia.   Jakarta | Pemerintah Indonesia terus meningkatkan utilisasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai langkah strategis dalam menghadirkan pemerataan energi di seluruh penjuru […]

  • Jasa Raharja Selalu Hadir Melindungi Masyarakat Nusa Tenggara Timur

    Jasa Raharja Selalu Hadir Melindungi Masyarakat Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Jum, 31 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Menjelang akhir tahun 2021, PT Jasa Raharja Nusa Tenggara Timur menghelat temu media atau media gathering bersama awak media cetak, elektronik dan daring pada Kamis siang, 30 Desember 2021 di salah satu rumah makan di Kota Kupang. Kepala Cabang PT Jasa Raharja Nusa Tenggara Timur, Nasjwin, A.md.IP, S.E., AAAI – K, […]

  • Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

    Ade Armando Sering Singgung Perasaan, Persekusi Terhadapnya Wajar?

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Seumpama, maling atau perampok menjarah rumah Anda, lalu menggebuki Anda sang pemilik rumah. Tapi, kemudian orang malah menyalahkan Anda lantaran tidak memasang alarm. Lalu, Anda pun dipersalahkan lantaran selama ini sering update status di medsos tentang makanan, baju baru yang Anda beli, atau jam tangan yang keren. Katakanlah secara ekstrem Anda […]

  • Bimtek APH : Negara Harus Hadir dalam Penanganan Korban KDRT & TPPO

    Bimtek APH : Negara Harus Hadir dalam Penanganan Korban KDRT & TPPO

    • calendar_month Rab, 11 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap kelompok rentan marginal yakni perempuan dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menjadi perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 yang dilaksanakan oleh BPS menunjukkan […]

  • ‘SUPPORT BANK NTT’ Pemprov, Kota Kupang & Belu Raih TP2DD Championship 2023

    ‘SUPPORT BANK NTT’ Pemprov, Kota Kupang & Belu Raih TP2DD Championship 2023

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) atau Bank NTT dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) telah meluncurkan dan menggunakan aplikasi CMS SP2D Online dengan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) pada Oktober 2022. Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Stefanus Donny Heatubun, Kepala […]

expand_less