Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Peduli Sumber Daya Air di NTT, Politeknik Negeri Kupang Helat Seminar Nasional

Peduli Sumber Daya Air di NTT, Politeknik Negeri Kupang Helat Seminar Nasional

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
  • visibility 166
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kondisi curah hujan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkecil di Indonesia dengan rata-rata volume curah hujan tahunan di NTT hanya 1.000 mm dengan musim hujan hanya berkisar 3—5 bulan dan musim panas (kering) berlangsung selama 7—9 bulan yang menyebabkan kondisi sumber daya air relatif kecil dan terbatas.

Menyadari kondisi tersebut, Politeknik Negeri Kupang melalui Jurusan Teknik Sipil menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Penataan Ruang Berbasis Sumber Daya Air secara Terpadu (Integrated Water Resources Management)’ yang dilaksanakan pada Kamis, 21 November 2019 pukul 09.00 WITA—selesai di Auditorium Jurusan Pariwisata.

Menghadirkan Ahli Sumber Daya Air dari Universitas Brawijaya, Dr.Ir.Ussy Andayanti, MS. sebagai keynote speaker, seminar nasional ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maxi Menabu,S.T., M.T. mewakili Gubernur NTT, Wakil Direktur III Politeknik Negeri Kupang (PNK) Ambrosius Timo, S.T., M.T. mewakili Direktur PNK, pejabat terkait lingkup Pemprov NTT, undangan lainnya, mahasiswa-mahasiswi jurusan teknik sipil Politeknik Negeri Kupang.

Ketua Jurusan Teknik Sipil PNK, Dian Erlina Waty Johannis, S.T., M.Eng.

Ketua Jurusan Teknik Sipil PNK, Dian Erlina Waty Johannis, S.T., M.Eng. kepada media ini menyampaikan sasaran PNK melalui seminar nasional tentang penataan ruang berbasis sumber daya air dapat memberikan masukan tentang water resources management berupa debit lintasan air yang besar yang dapat berdampak pada erosi lahan sehingga diperlukan pemanfaatan penampungan atau penyimpanan air.

“Kita (kampus,red) berharap dapat bersinergi penelitian dan pengabdian dengan pemda terkait water resources management di Nusa Tenggara Timur,” ujar Dian Johannis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maxi Menabu,S.T., M.T. mewakili Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Teknik Sipil PNK yang dapat menggelar seminar nasional dan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendukung proses pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Maxi Nenabu juga menyampaikan Nusa Tenggara Timur memilki suhu yang bervariasi dengan curah hujan minim yang tercatat pada tahun 2015 di stasiun meteorologi dan klimatologi yakni 600—2.700 mm kubik dengan curah hujan tertinggi di Kabupaten Manggarai dengan 160 hari hujan, Manggarai Barat dengan 125 hari hujan dan Ngada dengan 121 hari hujan. Sedangkan daerah yang memiliki hari hujan terendah berada di Sumba Tengah dengan 31 hari hujan, Timor Tengah Selatan memiliki 62 hari hujan, dan Timor Tengah Utara (TTU) dengan 68 hari hujan.

Kadis PUPR Provinsi NTT, Maxi Nenabu

“Kondisi basah atau hujan berada pada bulan Desember—Mei atau sekitar 3—4 bulan dan kondisi kering (kemarau) berada pada bulan Juni—November atau sekitar 8—9 maka hal ini menjadikan wilayah Nusa Tenggara Timur relatif kering dan hal ini menjadikan sumber daya air jadi perhatian sangat serius,” beber Maxi.

Lanjut Maxi, kondisi tersebut menyebabkan Nusa Tenggara Timur mengalami defisit air rata-rata 1,5 Miliar kubik per tahun dengan total kebutuhan air baku per tahun sebesar 10,03 Miliar kubik karena belum dapat mengelola ketersediaan air secara baik saat musim hujan sebanyak 18.257 Miliar kubik.

“Kondisi tersebut disebabkan oleh sistem pengelolaan sumber daya air yang belum maksimal dan dikelola secara baik saat musim hujan sehingga kita butuh pemikiran-pemikiran dari kampus dengan alternatif solusi,” ungkap Maxi.

Sementara itu, Dr.Ir.Ussy Andayanti, MS. dalam pemaparannya tentang Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Terpadu menyampaikan menurut wacana global bahwa proses pengolahan SDA yang memadukan antara sumber daya air dengan sumber daya terkait lainnya antar sektor, antar wilayah secara berkelanjutan tanpa harus mengorbankan lingkungan dan diselenggarakan dengan pendekatan partisipatif.

Sedangkan, menurut UU Nomor 7 Tahun 2004, proses pengolahan SDA diselenggarakan secara menyeluruh (perencanaan, pelaksanaan, monitor & evaluasi, konstruksi, pendayagunaan, pengendalian); terpadu dengan melibatkan stakeholder, antar sektor, wilayah dan berwawasan lingkungan yakni keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan (antar generasi) untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Menurut Dr.Ussy Andayanti, agar terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat diwujudkan dengan pengelolaan sumber daya air dengan 5 (lima) pilar yakni :

  1. Konservasi Sumber Daya Air (SDA), upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan SDA agar selalu tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang;
  2. Pendayagunaan SDA, upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna;
  3. Pengendalian Daya Rusak, upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air;
  4. Sistim Informasi SDA, terkait tata kelola dari pengelolaan sumber daya air untuk kemudahan akses informasi kepada masyarakat;
  5. Pemberdayaan Masyarakat, melibatkan peran serta masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam perwujudan pengelolaan SDA.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Moeldoko : Jangan Ganggu Pak Jokowi, Itu Urusan Saya!

    Moeldoko : Jangan Ganggu Pak Jokowi, Itu Urusan Saya!

    • calendar_month Sab, 6 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “Beliau (Jokowi) dalam hal ini tidak tahu sama sekali, tidak tahu apa-apa dalam hal ini,” begitu pernyataan Moeldoko pada Februari lalu. “Saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” yang ini pernyataan SBY, masih di bulan Maret. Lalu KLB di Deli Serdang! Aklamasi memilih Moeldoko sebagai […]

  • Warga TTS Hilang Seminggu, Ditemukan Mati Membusuk

    Warga TTS Hilang Seminggu, Ditemukan Mati Membusuk

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Nahas menimpa Noantu Da Costa (32), warga Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); Noantu Da Costa menghilang 3 (tiga) hari, dan ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh sudah membusuk di hutan mahoni Desa Binaus, Kecamatan Mollo Tengah pada Jumat, 18 Maret 2022. […]

  • 20 Balon DPD Resmi Mendaftarkan Diri di KPU NTT

    20 Balon DPD Resmi Mendaftarkan Diri di KPU NTT

    • calendar_month Sel, 10 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur Membuka pendaftaran Bakal Calon Anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang dimulai dari Senin/9 Juli-Rabu/11 Juli 2018. Hari pertama pendaftaran terdapat 5 (lima) Balon DPD yang mendaftar. Kelima Balon tersebut diantaranya Martinus Siki, Sarah Lery Mboeik, Abraham Paul Liyanto, Hilda Manafe dan Agustinus Lesek. Hari kedua pendaftaran, […]

  • Anggota DPRD Belu Fasilitasi Komplain 13 Pekerja Dolog Atapupu

    Anggota DPRD Belu Fasilitasi Komplain 13 Pekerja Dolog Atapupu

    • calendar_month Sab, 27 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 13 pekerja pelabuhan dan gudang di depot logistik (Dolog) Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengomplain nasibnya ke DPRD Belu yang difasilitasi anggota DPRD Belu dengan menghadirkan Kadis Nakertrans Kabupaten Belu, Laurentius Kiik Nahak di ruang kerja Ketua DPRD pada Kamis sore, 25 Maret 2021. […]

  • Jalin Asmara—Reses Empat Anggota DPRD Dapil IV Belu di Kecamatan Raimanuk

    Jalin Asmara—Reses Empat Anggota DPRD Dapil IV Belu di Kecamatan Raimanuk

    • calendar_month Ming, 21 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Empat anggota DPRD Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan reses gabungan dengan mengusung tema ‘Jalin Asmara’, untuk menyerap aspirasi dari masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) IV di Desa Leuntolu dan Desa Raimanus, Kecamatan Raimanuk, pada Sabtu, 20 Maret 2021. Keempat anggota DPRD itu berasal dari fraksi berbeda yakni, Theodorus Seran […]

  • Jadi Model Pertanian Terintegrasi, Sumba Tengah Berbenah Diri Pasca-Badai

    Jadi Model Pertanian Terintegrasi, Sumba Tengah Berbenah Diri Pasca-Badai

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Tengah, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai Model Pertanian Terintegrasi di NTT. Penekanan VBL tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Panen Padi di Lokasi Food Estate pada Kamis, 15 April 2021. “Tahun depan (2022), diharapkan dukungan masyarakat melalui DPRD Provinsi, kami menganggarkan Pabrik Pakan Ternak […]

expand_less