Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemda Sabu Raijua Pastikan Penerima BLT Tepat Sasaran dan Tidak Tercecer

Pemda Sabu Raijua Pastikan Penerima BLT Tepat Sasaran dan Tidak Tercecer

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

Loading

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Sabu Raijua sedang menata penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak Pandemi Covid-19. Demikian diungkapkan Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke dalam sambungan telepon kepada Garda Indonesia pada Senin siang, 11 Mei 2020.

Kebijakan Pemda Sabu Raijua, urai Bupati Nik (sapaan akrabnya, red) terhadap penyaluran BLT bahwa sekarang ini, pertama Pemda Sabu Raijua sedang menata bantuan sehubungan dengan mereka yang terdampak Covid-19.

“Penataan ini tidak boleh tumpang-tindih, oleh karena itu kita harus selektif. Bantuan Langsung Tunai sekarang sudah jalan, kemudian bantuan langsung yang dari Dinas Sosial hari ini sementara berjalan. Semua tetap kita pantau. Data terakhir yang lengkap verifikasi harus dari desa, itulah yang kita pakai,” ucap Bupati Sabu Raijua.

Lanjutnya, kedua, kalau ada yang dobel nama atau bagi mereka yang belum PNS tapi sekarang sudah PNS, itu dicopot, karena terlanjur terdaftar dari awal. Sehingga kita selektif dan tidak ada yang terlewatkan.

Ketiga, imbuh Bupati Sabu, kita tetap minta kepada seluruh masyarakat selain kepala desa untuk saling membantu agar tidak ada yang tercecer, semua harus terdata.

“Jika ada yang tercecer, harap segera melapor dan didata. Kita dari kabupaten mendapat data dari desa, sehingga desa menjadi pihak pertama yang harus lebih tahu. Kadang-kadang ditemukan di desa bahwa ada yang lupa mendata karena sedang bekerja di tempat lain. Kita perlu data yang baik sehingga pada akhirnya kita berharap tidak ada yang tercecer dan semua akan dapat,” harap Bupati Nik.

Saat dikonfirmasi Garda Indonesia, apakah rekap data final atau sedang menunggu data-data dari desa, Bupati Sabu Raijua yang dikenal dengan Salam khas Sabu ‘Helama Tona Ie’ ini pun menyampaikan sebagian sudah final dan sebagian belum.

“Sudah terdata, hanya kita tetap perlu untuk selektif sehingga jangan ada dobel nama dan menghindari adanya orang-orang yang sudah tidak masuk dalam daftar kemiskinan tetapi namanya masih ada. Ini bukan disengaja. Keadaan ini harus cepat dilihat sehingga harus sesuai dengan kriteria yang ada,” pungkasnya mengakhiri percakapan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bencana Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa dan Empat Luka-luka

    Bencana Longsor di Bogor Telan Satu Korban Jiwa dan Empat Luka-luka

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Satu warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 13 Mei 20220. Menurut laporan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, satu warga tersebut diduga tertimbun material longsoran setinggi empat meter dan belum ditemukan. […]

  • Tekad Gubernur Laka Lena Kembangkan Pariwisata NTT

    Tekad Gubernur Laka Lena Kembangkan Pariwisata NTT

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Laka Lena menekankan pariwisata yang dibangun di NTT bukan hanya untuk segelintir orang, namun menjadi penggerak ekonomi lokal yang tangguh, bermartabat, berkualitas, inklusi, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa-desa.   Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi pariwisata di NTT agar mampu […]

  • Ketahanan Keluarga Cegah Stunting, Dinas PPPA NTT Kerja Sama Mitra

    Ketahanan Keluarga Cegah Stunting, Dinas PPPA NTT Kerja Sama Mitra

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Berdasarkan data dari studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka prevalensi balita stunting sebesar 37,8 persen (tinggi badan menurut umur) berdasarkan kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini menempatkan NTT pada posisi tertinggi kasus stunting di Indonesia. Sementara Sulawesi Barat (Sulbar) sebesar 33,8 persen menempati peringkat kedua, sedangkan […]

  • La Cove Beach Resto & Bar Kreasi Coop TLM Indonesia Diresmikan

    La Cove Beach Resto & Bar Kreasi Coop TLM Indonesia Diresmikan

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | La Cove Beach Resto & Bar berada di pinggir pantai Lasiana, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mendukung pengembangan dan promosi pariwisata di Lasiana, membuka lapangan kerja, mengembangkan rantai pasok usaha anggota dan masyarakat. La Cove Beach Resto and Bar merupakan salah satu unit layanan bisnis dari Coop TLM […]

  • KPK : Proses Hukum Terhadap Lukas Enembe Didukung Banyak Pihak

    KPK : Proses Hukum Terhadap Lukas Enembe Didukung Banyak Pihak

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan banyak pihak yang turut mendukung proses hukum terhadap tersangka kasus tindak pidana korupsi, Lukas Enembe. Sebagaimana telah diumumkan kepada publik. KPK telah melakukan penangkapan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dan tersangka swasta RL, selaku Direktur PT TBP. Sejak proses itu dimulai, penanganan situasi […]

  • Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati Belu dr. Agustinus Taolin menyoroti Alat Cuci Darah yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua. Menurutnya, alat cuci darah itu ada sekitar dua atau tiga unit, dengan harga per unit diperkirakannya Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), tetapi tidak digunakan sama sekali. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/01/dokter-agus-taolin-pilih-pemimpin-yang-tahu-tentang-masalah-kesehatan/ […]

expand_less