Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Pemkot Kupang Donasi Seragam Sekolah Gratis Bagi Puluhan Ribu Pelajar

Pemkot Kupang Donasi Seragam Sekolah Gratis Bagi Puluhan Ribu Pelajar

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan peluncuran program pemberian seragam gratis kepada Siswa Taman Kanak-kanak (TK), Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk sekolah swasta maupun negeri yang ada di Kota Kupang.

Pembagian seragam gratis ini dilakukan di halaman depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Rabu, 19 Juni 2019.

Hadir pada kegiatan tersebut Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, unsur Forkompida Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Kabid Pendidikan Dasar, para Kepala Sekolah, Orang Tua/wali, guru serta para siswa TK, SD dan SMP.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 12.30 WITA—selesai ini diawali dengan penyambutan Walikota Kupang dan perwakilan Forkompida, dengan Tarian Rabeka dari Amarasi oleh 4 (empat) orang siswa dari SD Inpres RSS Oesapa, dilanjutkan dengan pengalungan selendang sebagai tanda penghormatan dan juga Tarian Tempat Siri atau Tarian Oko Mama, oleh 4 penari cilik tersebut.

Bantuan seragam gratis diberikan kepada 54 SMP, 143 SD dan 112 TK dengan total siswa penerima sebanyak 58.459 orang. Jumlah ini terdiri dari 55.833 orang siswa non muslim dan juga 2.626 orang siswa beragama muslim.

Dana yang digunakan untuk pengadaan seragam ini sebesar Rp. 6.163.289.400 (Enam miliar seratus Enam puluh tiga juta dua ratus delapan puluh sembilan ribu empat ratus rupiah), yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang.

Hal ini dibenarkan oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Filmon J. Lulupoly dalam sekapur sirih yang disampaikan di depan seluruh peserta yang hadir.

“Dana ini kita peroleh dari APBD. Dalam perjuangkan yang begitu berat bersama-sama dengan anggota dewan yang terhormat untuk menyetujui program ini. Dan ini sebagai bentuk spirit, stimulan bagi bapak ibu masyarakat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama yang sifatnya gotong royong”, ungkap Filmon.

Filmon juga mengapresiasi perjuangan dari Wali Kota Kupang yang sangat totalitas dalam mewujudkan program ini sebagai salah satu misi untuk menjadikan Kupang Sehat dan Cerdas. Lanjutnya terdapat dua jenis pakaian yang diberikan yaitu untuk siswa muslim dan juga non muslim, tetapi dengan warna yang sama.

“Bapak Wali Kota bukan hanya pasang kaki tetapi juga pasang badan dan hal ini merupakan suatu totalitas dari tubuh, jiwa dan roh dalam memperjuangkan program yang sangat bermanfaat. ”, ujar Filmon.

”Seragam yang disediakan juga ada dua macam yaitu untuk madrasah rok panjang, celana panjang dan kemeja lengan panjang, sementara untuk yang lainnya itu tetap seperti yang biasa, dan warnanya juga sama baik Madrasah, sekolah negeri atau sekolah swasta lainnya”, terangnya.

Penyerahan seragam secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didamping oleh Forkompida Kota serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya seragam akan didistribusikan ke tiap-tiap sekolah untuk dibagikan. Mekanisme pembagian seragam juga berdasarkan pada ukuran badan dari para peserta didik, jika terdapat ketidakcocokan ukuran seragam bisa dilaporkan kembali kepada wali kelas untuk selanjutnya diganti sesuai dengan ukuran seragam yang cocok.

Wali Kota Kupang Dr. Jefriston R. Riwu Kore,MM.,MH., dalam sambutannya mengatakan program seragam gratis ini merupakan program yang luar biasa karena butuh perjuangan yang luar biasa pula untuk meyakinkan para anggota dewan bahwa walaupun nilainya kecil namun memiliki efek yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

“Program seragam gratis ini program yang luar biasa karena kita berjuang keras juga untuk yakinkan sahabat-sahabat kita para dewan. Kita terkadang melihat dari lingkungan kita bahwa tidak ada yang membutuhkan seragam tapi sebenarnya kita tidak melihat bahwa ada banyak orang yang membutuhkan seragam tersebut. Nilainya memang kecil tapi sangat berefek bagi kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak kita”, ungkap Jefry.

Lanjut Wali Kota Kupang, pemerintah terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan harapannya tahun depan, pemerintah melalui Dinas Pendidikan bisa melakukan yang lebih besar lagi dan pemerintah juga tidak lupa dengan peningkatan mutu pendidikan dengan meningkatkan mutu para guru, infrastruktur pendidikan juga honor yang diberikan.

“Kita berharap tahun depan kita bisa berbuat yang lebih besar, bisa dengan memberikan bantuan sepatu gratis, tas gratis atau buku gratis. Kita juga tidak lupa dengan peningkatan mutu para guru, infrastruktur pendidikan, dan juga honor. Terbukti bahwa tahun ini kota kupang menempati peringkat kedua dan kita punya harapan besar tahun depan peringkat pertama se-NTT”, ujar Jefry.

Sementara itu, Minggus Lae yang mewakili Orang Tua Siswa dalam ungkapan terima kasihnya mengatakan bahwa program ini sangat menyentuh sekali karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pada umunya. Dia juga berterima kasih kepada pemerintah kota kupang yang telah mencanangkan visi misi Kupang Sehat dan Cerdas.

“Terima kasih kepada Pemerintah kota Kupang, Bapak Wali Kota bersama Wakil Wali Kota yang mencanangkan visi misi Kupang Sehat dan Cerdas. Dan wujudnya adalah pemberian seragam gratis hari ini. Program ini sangat menyentuh sekali karena merupakan kebutuhan dasar semua masyarakat terutama para anak-anak”, pungkas Minggus.

Pemberian bantuan seragam gratis ini hanya diberikan untuk siswa TK, SD dan SMP sementara untuk siswa SMA merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. Dan untuk mahasiswa Pemkot Kupang juga menyediakan bantuan beasiswa miskin dan menurut rencana pada tahun depan akan diubah dalam bentuk uang kuliah.

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    Rumah Komunikasi Stunting, Pola Pengabdian Dosen Undana di TTS

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Skema pun dibentuk Prof. Intje Picauly dan tim guna menekan prevalensi stunting di TTS sebagai salah satu penyumbang stunting di Nusa Tenggara Timur.   Soe | Tindakan menekan angka prevalensi stunting bukan hanya menjadi ranah pemerintah, perlu upaya kolaboratif dari unsur pentahelix termasuk akademisi perguruan tinggi. Layaknya dilakukan lima dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang […]

  • Tahun 2020, Tersisa 12 Miliar untuk Program Perlindungan Saksi & Korban

    Tahun 2020, Tersisa 12 Miliar untuk Program Perlindungan Saksi & Korban

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Alokasi anggaran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tahun 2020 sebesar Rp.54 miliar. Sebanyak Rp.42 miliar dikunci Kementerian Keuangan untuk pembayaran gaji pegawai dan operasional kantor. Tersisa Rp.12 miliar untuk program perlindungan saksi dan korban. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengungkapkan, angka Rp.12 miliar, dari pengalaman LPSK hanya dapat membiayai program […]

  • Tiga Kendala Layanan Perbankan Pasca-Badai Siklon Seroja di NTT

    Tiga Kendala Layanan Perbankan Pasca-Badai Siklon Seroja di NTT

    • calendar_month Jum, 9 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada padamnya aliran listrik PLN dan jaringan telekomunikasi, dan layanan bahan bakar minyak (BBM) pada Senin, 5 April 2021. Hampir semua layanan perbankan buka pada Selasa, 6 April 2021. Layanan Perbankan pun terdampak dengan tidak berfungsinya anjungan […]

  • Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    Para Kepala Suku di Pegunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Papua, Garda Indonesia | Kepala-kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otonomi Khusus (Otsus) bagi tanah Papua terkait Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua. Para kepala suku yang hadir menyatakan dukungannya agar program Otsus di Papua harus tetap dilanjutkan, karena sangat berdampak […]

  • Aceh Resmi Minta Bantuan Dunia Internasional

    Aceh Resmi Minta Bantuan Dunia Internasional

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Loading

    Mualem sepertinya “geram” dengan pemerintah pusat. Para profesor Aceh sampai kirim surat terbuka ke Prabowo. Status darurat nasional dianggap masih belum penting. Dengan sikap gagah, Sang Gubernur Aceh secara resmi minta bantuan internasional. Aceh akhirnya melakukan sesuatu yang oleh sebagian orang disebut “berani”, oleh sebagian lain disebut “nekat”, dan oleh warga pengungsian disebut “alhamdulillah, akhirnya […]

  • Tanam Anakan Cendana, Gubernur Viktor : ‘Pemerintah Cari Pasar’

    Tanam Anakan Cendana, Gubernur Viktor : ‘Pemerintah Cari Pasar’

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Biboki-TTU, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat-Gubernur NTT meminta masyarakat untuk memberdayakan semua lahan yang ada dengan berbagai tanaman pertanian yang bernilai ekonomis. Para petani tidak perlu cemas hasil-hasil pertaniannya tidak akan laku. “Pemerintah punya tanggung jawab untuk mencari pasar. Pemerintah punya kuasa, punya jaringan untuk menampung hasil panen masyarakat. Jangan sampai rakyat sudah tanam […]

expand_less