Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemprov NTT Jaring UMKM, Dinas Koperasi Kabupaten Belu Segera Sensus UMKM

Pemprov NTT Jaring UMKM, Dinas Koperasi Kabupaten Belu Segera Sensus UMKM

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung koperasi tingkat kabupaten dengan menjaring usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Belu. Kegiatan dengan tema ‘Temu Kemitraan UMKM’, dilaksanakan di aula Hotel Nusantara II Atambua pada Senin, 20 September 2021.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Belu, Elfridus Hale di sela–sela kegiatan mengungkapkan, untuk membangun koperasi UMKM, selain didukung oleh pemerintah kabupaten, juga didukung oleh pemerintah provinsi dan pusat. UMKM di Kabupaten Belu difasilitasi oleh pemerintah provinsi untuk mengetahui tentang dukungan BPJS ketenagakerjaan dan fasilitas kemudahan kredit tanpa agunan dari Bank NTT agar disinkronkan dengan kegiatan pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Diharapkan usaha UMKM naik kelas. Dalam arti usahanya meningkat, kualitas produknya bagus, pendapatannya meningkat, jangkauan pasarnya bisa jauh lebih luas hingga ke Jawa,” tandas Elvis Hale, sapaan karib Kadis Elfridus Hale.

Elvis Hale mengatakan, Dinas Koperasi Kabupaten Belu per September 2021, mempunyai 800 lebih UMKM binaan. Direncanakan akan dilakukan pendataan/sensus UMKM secara valid mulai tahun 2021 hingga tahun 2022 guna mengetahui kualifikasi UMKM yang ada di Belu.

“Kualifikasi mikro dengan batasan aset/permodalan di bawah 300 juta, kecil mencapai 10 miliar, sedangkan menengah mencapai 10 triliun,” terang Elvis.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Belu, Elfridus Hale

Meskipun ketersediaan anggaran terbatas, lanjut Elvis, Dinas Koperasi Kabupaten Belu terus berupaya  dengan memberikan anggaran stimulus dan peralatan dalam jumlah terbatas kepada UMKM binaan untuk memberdaya usaha yang digeluti.

“Setiap tahun, sejak tahun 2018 sampai 2020, berhubungan dengan pandemi Covid – 19 yang berdampak pada penghasilan para pelaku usaha, kita berikan penguatan modal berkisar antara 7,5 juta –13 juta dari provinsi. Sementara untuk daerah sendiri kita berikan 5 juta kepada 45 UMKM sesuai klasifikasi bagi yang benar – benar memiliki usaha . Dan, itu kita pantau,” tuturnya.

Lanjut Elvis bahwa, keadaan terbatas di masa Covid ini pihaknya lebih selektif menanggulangi pelaku UMKM dengan jumlah tidak seberapa. Namun, yang ditekankan adalah upaya memberdayakan pelaku usaha yang terkena dampak dari sisi kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan, bantuan pemerintah pusat, data–datanya dikirim sebanyak–banyaknya tetapi dalam keterbatasan anggaran, hanya dilayani sebagian saja. Gelombang I 2,4 juta, gelombang II 1,2 juta.

Pada era pandemi Covid, Elvis berharap masyarakat sadar akan budaya dan etos kerja yang tinggi dengan menekuni usahanya demi meningkatkan taraf hidupnya masing–masing.

“Kita dampingi setiap jenis UMKM di setiap kecamatan, seperti tenun ikat, pertanian, peternakan, perikanan, kuliner, kios dan ojek. Tetapi, kita lebih prioritas pada UMKM produktif yang bisa menghasilkan sesuatu yang punya nilai tambah dan punya sentuhan teknologinya. Semua yang punya usaha, pemerintah wajib mendata sebagai pelaku UMKM,” paparnya. (*)

Penulis + foto: Herminus Halek

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari,gardaindonesia.id | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PPPA) Yohana Yembise menyebutkan jika kondisi keluarga di Indonesia nyatanya masih jauh dari kondisi ideal, dengan masih banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dampak buruknya, tentu saja akan dirasakan oleh anak. “Perselisihan dalam rumah tangga antara suami dengan istri hendaknya jangan ditunjukkan pada anak. Anak bisa […]

  • Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Peserta Mana Yang Berhak?

    Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Peserta Mana Yang Berhak?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Goodnews
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang telah mencapai triliunan rupiah.   Jakarta | Pemerintah segera meluncurkan program pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan, yang akan memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk kembali aktif tanpa beban. Ini adalah langkah positif untuk memastikan setiap orang, terutama mereka yang kurang mampu, dapat […]

  • 16 Juli 2018 – Hari Terakhir Kepemimpinan Frans Lebu Raya

    16 Juli 2018 – Hari Terakhir Kepemimpinan Frans Lebu Raya

    • calendar_month Sen, 16 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Senin/16 Juli 2018 merupahkan hari terakhir Gubernur 2 (dua) Periode, Drs. Frans Lebu Raya mengakhiri tugas sebagai Gubernur NTT. Selama 10 (sepuluh) tahun memimpin Nusa Tenggara Timur sejak 2009 menjadi Gubernur, Frans Lebu Raya banyak membuat perubahan dan peningkatan bagi NTT. NTT yang semula dikonotasikan sebagai “Nasib Tidak Tentu” perlahan beranjak menjadi […]

  • Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Pendakwah Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan utusan khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan usai viral mengolok-olok penjual es teh. Gus Miftah, tokoh agama karismatik ini secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada konferensi persnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sieman, Yogyakarta pada Jumat, […]

  • Menuju Dewan HAM PBB, Pigai : Saya Tak Butuh Buzzer Untuk Taklukkan Dunia

    Menuju Dewan HAM PBB, Pigai : Saya Tak Butuh Buzzer Untuk Taklukkan Dunia

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Loading

    Pigai berharap Indonesia resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 pada pekan kedua Januari mendatang.   Jakarta | Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan dirinya tidak membutuhkan buzzer atau pendengung untuk menaklukkan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia mencatat kemenangan penting dalam pemungutan suara Asia Pacific Group di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan […]

  • Sah, Wakil Bupati Ende Dilantik Gubernur NTT

    Sah, Wakil Bupati Ende Dilantik Gubernur NTT

    • calendar_month Kam, 27 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) resmi melantik Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede. Pelantikan tersebut bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis malam, 27 Januari 2022 sekira pukul 19.00 WITA di aula rumah jabatan Gubernur NTT. Pelantikan pun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Pelantikan tersebut, sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam […]

expand_less